Hubungi kami di

Khas

Rp10 Miliar untuk Restorasi Garut-Sumedang

iqbal fadillah

Terbit

|

“Pengungsi ditempatkan di aula Korem dalam keadaan baik. Ketersediaan permakanan, air bersih cukup. Plus bantuan dari masyarakat,” ungkap Kepala BNPB Willem Rampangilei di Posko Bencana Tanggap Darurat Bencana Banjir Garut.


BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP)  telah mengirim bantuan logistik senilai Rp 2 milyar untuk BPBD Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, tikar, tenda, pakaian sekolah dan kidsware dan lainnya. Di samping itu, “Dana Siap Pakai dari Pemerintah untuk mendukung operasional tanggap darurat sebesar Rp 400 Juta,” kata Willem dilansir dari laman BNBP.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat sangat baik. “Jumlah relawan yang tercatat sebanyak 360 orang dari 16 lembaga,” ungkap Willem.

BNPB saat ini masih melakukan kaji cepat dampak kerusakan bencana. Pemetaan dilakukan dengan menerbangkan drone dan memanfaatkan citra satelit beresolusi tinggi bersama Lapan, BIG dan BPPT. Evaluasi dilakukan untuk dapat mengambil langkah-langkah penanganan secara cepat dan tepat.

Melihat kerusakan yang terjadi atas banjir yang menimpa Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, Pemerintah Provisi Jawa Barat langsung menyiapkan dana bantuan. Setidaknya Pemprov Jabar akan menggelontorkan Rp10 miliar untuk membantu memulihkan kedua daerah tersebut.

BACA JUGA :  Polemik "Cuti-Tak Cuti" Rudi

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, berdasarkan laporan Biro Keuangan, dana tanggap darurat yang ada di kas Pemprov Jabar sudah tersedia. Namun jika kebutuhan lebih besar pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Biro Keuangan untuk melihat posisi kas.

“Jadi kita tinggal menunggu berapa yang dibutuhkan Garut dan Sumedang,” ujar Iwa seperti dikutip dari laman Merdeka.

Proses pencairan dana akan dilakukan secepatnya setelah pihak Pemda sudah menetapkan status tanggap darurat terutama musibah banjir bandang di Garut.

“Bupati dan Sekda Garut diminta untuk segera mencairkan dana bencana untuk disetujui Gubernur lewat Biro Keuangan Setda,” ujarnya.

Namun, dia mengungkapkan bahwa penetapan status tanggap bencana adalah sebuah hal yang penting karena menjadi syarat utama pencairan dana bantuan.

Makin cepat proses pengiriman surat, maka makin cepat juga proses pencairan dana bantuan. “Kami harap ini agar cepat dicairkan jadi diantar langsung saja ke Biro Keuangan,” ujarnya.

Saat ini korban meniggal dunia sudah mencapai 23 orang dan ratusan bangunan terkena imbas banjir bandang tersebut. Sementara itu, pencarian korban lainnya akan masih dilakukan mengingat masih ada laporan korban hilang dari warga. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook