Hubungi kami di

Ini Batam

Selama MTQ Berlangsung, Pegawai Pemko Batam Kenakan Baju Melayu Lengkap

iqbal fadillah

Terbit

|

Aktifitas di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Selama penyelenggaraan MTQ berlangsung, seluruh Pegawai di Lingkungan Pemko Batam diwajibkan mengenakan pakaian Melayu lengkap. Photo :Ist.@DisbudparBatam

DALAMRANGKA menyemarakan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-30 tingkat Kota Batam tahun 2020 yang berlangsung dari tanggal 24-29 Agustus, seluruh Pegawai Pemerintah Kota (Pemko) Batam diwajibkan memakai busana Melayu lengkap berupa baju kurung Melayu selama penyelenggaraan event tersebut.

Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan kebijakan mengenakan busana Melayu lengkap bagi seluruh pegawai dilingkungan Pemko Batam dalam menjalankan tugas selama pelaksanaan MTQ ini, selain memberikan nuansa Islami selama kegaiatn MTQ berlangsung, juga sebagai kampanye penggunaan pakaian adat Melayu dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan kerja pemerintahan, swasta, pelaku pariwisata, dan lingkungan sekolah.

“Kampanye ini dalam upaya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu. Penggunaan pakaian Melayu dinamakan baju kurung ini dianjurkan dipakai sekurang-kurangnya satu kali dalam seminggu,” kata Ardi saat ditemui disela-sela acara MTQ, Selasa (25/08).

Terkait pakaian adat Melayu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen menjelaskan baju kurung melayu memiliki ciri khas syarat dengan agama.

Dinamakan baju kurung yakni terkurung oleh adat dan terkukung oleh syarak.

“Jadi baju Melayu ukurannya longgar dan tak boleh tipis atau tembus pandang,” katanya.

Zen menyebutkan pakaian Melayu terdiri dari empat jenis yakni pakaian Melayu harian, pakaian Melayu resmi, pakaian Melayu adat, dan pakaian melayu pengantin. Baju kurung laki-laki terdiri dari dua jenis, baju kurung cekak musang dan teluk belanga.

Baju Melayu menggunakan kerah tegak berkancing lima melambangkan lima rukun Islam. Bagiannya terdapat lengan ada badan baju ada kekek dan pesak.

Kemudian tiga saku atau tiga kocek, diatas sebelah kiri atas satu buah dan dua buah dibagian kiri kanan bawah.

Untuk baju kurung Melayu teluk belanga sama seperti Cekak Musang namun tidak memakai kerah. Bagian seluar atau celana menggunakan kain tampung, celana memakai tali bundet, dan celana modern seperti sekarang memakai resleting. Kemudian dilengkapi dengan kopia, dan sendal jepit.

“Biasanya yang dipakai pegawai jenis pakaian Melayu resmi terdiri dari kopia, sarung songket, dan seragam,” terangnya.

Untuk baju kurung wanita hanya teluk belanga, panjang bajunya sampai kebawah lutut atau pertengahan betis. Bentuknya memakai keke dan pesak.

Leher menggunakan tikam tulang belut dan menggunakan satu kancing. Baju kurung perempuan tidak menggunakan saku tiga tetapi menggunakan kocek disamping kiri dan kanan.

“Sarungnya memakai songket atau batik, sarung pelekat. Pelengkapnya pakai selendang atau tudung,” ujarnya.

*(Zhr/GoWestId)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook