Hubungi kami di

Jiran

Sepekan Banjir di Malaysia, 37 Korban Jiwa, 10 Orang Masih Hilang

Terbit

|

Warga terimbas banjir dievakuasi. Sedikitnya 37 korban jiwa dan 10 orang masih dinyatakan hilang dampak banjir di Malaysia. F. Dok. detik.com/AP

HAMPIR sepekan Banjir melanda Malaysia, sedikitnya 37 orang meninggal dunia dan 68 ribu lainnya terkena dampak banjir.

“Dalam 24 jam belakangan, ada lima laporan kematian dan empat orang hilang,” ujar Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Acryl Sani Abdullah Sani, seperti dilansir detik.com yang dikutip dariFree Malaysia Today, Kamis (23/12/2021).

Acryl mengungkapkan, dengan tambahan tersebut, total 37 orang meninggal akibat banjir, sementara 10 penduduk lainnya juga masih hilang setelah bencana tersebut.

“Hingga saat ini, ada 68.341 korban banjir dari 18.080 keluarga di seluruh negara,” tutur Acryl.

Menurut Acryl, setidaknya tujuh negara bagian terkena dampak paling parah banjir, yaitu Perak, Kuala Lumpur, Selangor, Negri Sembilan, Melaka, Pahang, dan Kelantan.

BACA JUGA :  Pawai Obor Batam di Malam Peringatan HUT RI Ke-75

“Yang terkena dampak paling parah adalah Pahang,” ucapnya.

Selain itu, Acryl juga melaporkan bahwa hingga saat ini masih ada 137 ruas jalan yang terpaksa ditutup karena banjir, 120 di antaranya di Pahang.

Banjir di Malaysia ini menjadi sorotan karena tak kunjung surut setelah hujan deras mengguyur Negeri Jiran pada Jumat pekan lalu.

Sejumlah pakar menyebut banjir ini terjadi karena hujan lebat akibat perubahan iklim. Namun, beberapa pihak lain menganggap banjir ini terjadi karena sistem drainase buruk dan koordinasi antar-lembaga yang payah.

BACA JUGA :  Kata Wisman Korsel Tentang Batam

Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob sendiri mengakui kekurangan dalam sistem koordinasi penanganan banjir yang melanda Negeri Jiran.

“Saya tak menyangkal [kekurangan] itu dan akan memperbaikinya di kemudian hari. Tanggung jawab bukan hanya di tangan pemerintah, tapi juga negara bagian dan para petugas di garda depan,” ujar Ismail, sebagaimana dilansir The Straits Times.

Ia kemudian berkata, “Badan Manajemen Bencana Nasional (NADMA) hanya bisa mengoordinasikan. Jika itu dinilai sebagai kelemahan koordinasi, saya tak bisa membela siapa pun dalam situasi ini. Bagi saya, semua orang harus bertanggung jawab.”

(*)

sumber: detik.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid