Hubungi kami di

Uang

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Tertekan

“Dengan proyeksi ini, maka pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan mengalami tekanan karena kenaikan inflasi dan suku bunga,” sambungnya.

Terbit

|

Menkeu, Sri Mulyani, menyampaikan kabar baik soal penerimaan negara 2022. F. Dok. Ricardo/JPNN.com

MENTERI Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyebutkan inflasi nasional diproyeksi bakal mendekati level 4 persen pada akhir tahun. Imbasnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal tertekan.

“Inflasi kita mungkin akan lebih upper end dari 3 persen plus minus 1 persen, mungkin akan lebih cenderung di dekat 4 persen,” ujar Ani, sapaan akrabnya, saat rapat bersama Badan Anggaran DPR, Kamis (19/5/2022).

“Dengan proyeksi ini, maka pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan mengalami tekanan karena kenaikan inflasi dan suku bunga,” sambungnya.

Ani mengungkapkan, saat ini, inflasi Tanah Air sudah berada di 3,47 persen secara tahunan (yoy) dan 2,15 persen secara tahun berjalan (ytd) per April 2022. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 persen per kuartal I 2022.

BACA JUGA :  Selama Pandemi Covid-19 Iklim Berusaha di Batam Tetap Alami Pertumbuhan

Untuk itu, pemerintah mengubah asumsi pertumbuhan ekonomi di APBN 2022 dari 5,2 persen menjadi 4,8 persen sampai 5,5 persen. Sementara inflasi diperkirakan 2 persen sampai 4 persen.

Pemerintah juga mengubah asumsi tingkat bunga Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun dari 6,8 persen menjadi 6,85 persen hingga 8,42 persen. Pasalnya, realisasi tingkat bunga SUN 10 tahun sudah 7,33 persen per April 2022.

Begitu juga dengan asumsi nilai tukar rupiah, dari Rp14.350 per dolar AS menjadi Rp14.300 sampai Rp14.700 per dolar AS. Per April 2022, rupiah sudah berada di kisaran Rp14.546 per dolar AS.

BACA JUGA :  DAU Dan DAK Daerah Bisa Dipotong Bila Tunggak Pembayaran Iuran Kesehatan

Asumsi minyak mentah Indonesia (ICP) juga berubah dari US$63 per barel menjadi US$95 hingga US$105 per barel. Saat ini, ICP sudah berada di kisaran US$102,5 per barel.

Lifting minyak dan gas juga berubah. Lifting minyak berubah dari 703 barel per hari menjadi 635 ribu hingga 703 ribu barel per hari. Lifting gas berubah dari 1,03 juta barel setara minyak per hari menjadi 956 ribu sampai 1,03 juta barel setara minyak per hari.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid