Hubungi kami di

Dunia

Takut Kehabisan Uang, Orang-Orang Membiarkan Pria Itu Mati Saat Antre di ATM

Mike Wibisono

Terbit

|

PERISTIWA antrean ATM di India ini berujung tragis. Seorang pria yang berada di tengah antrean dibiarkan hingga meninggal dunia oleh orang-orang di sekitarnya.

Seprti dilansir dari Harian Metro, awalnya pria itu pingsan dan terbaring di lantai ketika mengantre di mesin ATM. Namun orang-orang membiarkan pria malang itu terbaring sampai akhirnya meninggal dunia.

Orang-orang bersikap tak peduli karena mereka enggan meninggalkan barisan antrean ATM. Mereka takut tidak bisa mengambil uang pecahan yang lebih kecil. Tragis!

Seperti diketahui, India saat ini menghadapi krisis uang tunai setelah pemerintah menarik uang kertas 500 dan 1.000 rupee dari peredaran. Penarikan dilakukan untuk memerangi korupsi dan kepemilikan uang ilegal.

Saksi di lokasi kejadian mengatakan, korban yang diketahui bernama Kallol Ray Chowdhuri berbaris di mesin ATM di kota Bandel, Kolkata, India sebelum dia roboh akibat serangan jantung.

BACA JUGA :  Turki 'Sandera' 100 Warga Belanda

Namun, orang-orang yang berbaris panjang di mesin ATM bersangkutan, enggan membantu pria 53 tahun, dan hanya membiarkannya terbaring.

Mereka hanya mengamati Chowdhuri mengerang kesakitan sambil memegang dadanya sebelum dia tidak sadarkan diri.

Saksi juga mengatakan, masyarakat enggan membantu Chowdhuri sebab tidak ingin keluar dari barisan antrean. Mereka khawatir mesin ATM kehabisan uang.

” Tidak ada yang mau membantu pria itu atau membawanya ke rumah sakit,” kata saksi mata.

Menurutnya, Chowdhuri dibiarkan terbaring selama 30 menit sebelum seorang satpam bank yang melihat kondisi korban membawanya ke rumah sakit dengan taksi.

Namun, ketika tiba di rumah sakit, dokter memastikan pria itu sudah lama meninggal dunia.

Istri Chowdhuri mengatakan, dokter memberitahu suaminya mungkin bisa diselamatkan jika dibawa segera ke rumah sakit.

Dia kesal dengan sikap masyarakat yang terlalu mementingkan diri sendiri. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook