Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Akibat Sakit Hati, ART Baru 10 Hari Kerja Bunuh Majikan
    5 jam lalu
    97.997 KK di Batam Daftar Perlinsos, Sagulung Tertinggi dengan 18.336 KK
    6 jam lalu
    Singapura Luncurkan M³+ Directory untuk Komunitas Muslim-Melayu
    6 jam lalu
    Krisis Air di Batam, Warga Konsumsi Air dari Pipa Pinggir Jalan
    13 jam lalu
    Air Bersih dan Pengangguran Kian Memprihatinkan di Batam
    14 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
    12 jam lalu
    Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
    12 jam lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
    2 hari lalu
    Garuda Spark Hub Resmi Meluncur
    5 hari lalu
    Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    1 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    2 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    2 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Tip untuk Guru: Ikhtiar Agar Profesi Guru Tetap Barokah

Editor Admin 1 tahun lalu 558 disimak
Ilustrasi, © F. Sultan Yohana Disediakan oleh GoWest.ID

JIKA Anda datang dan makan di restoran di Singapura, Anda akan menemukan kotak tip yang biasa diletakkan di depan kasir. Pelanggan bisa menyisihkan uang kecil (uang besar juga ndak apa-apa), sebagai tip. Uang terimakasih.

Oleh : Sultan Yohana


UANG yang terkumpul, biasanya akan dibagi ke karyawan, atau untuk keperluan mendesak dan besarnya seringkali sangat membantu keuangan si karyawan, yang memang digaji tak seberapa.

Bagaimana kalau kita memberi tip untuk guru?

Di negara yang pemerintahnya yang cenderung menjadi beban bagi rakyat seperti Indonesia, ikhtiar dan kreatifitas masyarakat kudu dikedepankan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita telah melihat bagaimana kreatifitas luar biasa masyarakat Indonesia untuk bisa bertahan hidup.

Profesi-profesi sederhana seperti tukang tambal ban, pedagang cilok, tukang ngarit rumput, calo KTP, jasa daftarkan Facebook Pro, buzzer, pak ogah, anggota ormas, dls; adalah bukti bagaimana kreatifitas itu dilahirkan dari situasi negara yang amburadul. Di Singapura, saya tak menemukan profesi-profesi ini.

Kita harus mengapresiasi ikhtiar-ikhtiar itu. Terlepas dari pro-kontra beberapa profesi yang dianggap meresahkan, tokh harusnya kita menyadari: semua itu karena negara telah gagal menyediakan pekerjaan yang cukup. Rakyat pun kemudian berikhtiar sendiri.

Kembali ke urusan tip untuk guru. Saya tidak bisa menilai gaji seorang itu kecil atau besar, karena tiap orang punya kebutuhan berbeda. Punya nafsu berbeda. Gaya hidup berbeda. Punya kegemaran belanja berbeda.

Apakah gaji guru di Indonesia sesuai dengan kebutuhan mereka?

Bisa iya, bisa juga tidak. Sepengalaman saya, banyak teman dekat yang berprofesi sebagai guru, baik-baik saja hidup mereka. Bahkan cenderung melebihi kecukupan dari umumnya masyarakat Indonesia.

Tapi saya juga tak bisa menutup mata, banyak kawan-kawan guru saya yang digaji jauh dari cukup. Saya sendiri, beberapa dekade silam, pernah menjadi guru. Gaji yang saya terima sebagai guru MTS milik salah satu orang terkaya di Batam sebesar Rp600 ribu/bulan.

Sementara gaji saya sebagai wartawan ketika itu sudah Rp2.5 juta. Seorang kawan saya, DI JAMAN INI, bahkan mengaku bergaji Rp250 ribu per bulan, dan terpaksa kudu mengajar banyak sekolah untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Mengerikan.

Lalu apa ikhtiar kita sebagai masyarakat kecil untuk mengatasi keadaan ini? Nah itu tadi, bagaimana kalau kita memberi tip pada guru-guru yang kita anggap gaji mereka jauh dari memadai? Sebagaimana ketika kita memberi tip seusai makan di restoran, atau meninggalkan duit “terimakasih” selesai kita nginap di satu hotel.

Tip untuk guru mungkin tak perlu diberikan kepada guru yang mengajar anak-anak kita. Karena itu bisa menimbulkan persoalan. Bisa menimbulkan KONFLIK KEPENTINGAN. Guru juga bisa jadi tuman, dan selalu berharap dikasih tip oleh orangtua murid. Sebagaimana pegawai-pegawai kelurahan sekarang yang enggan “bergerak” kalau belum disisipi duit.

Kita bisa memberi tip pada guru yang notabene tetangga kita, pada guru yang kenalan kita. Tip bisa berupa apa saja. Sekilo gula atau sebungkus rokok jika sang guru senang merokok.

Beberapa lembar uang juga tidak masalah. Pemberian-pemberian seperti ini, saya yakin sangat berarti bagi mereka. Pemberian yang juga bisa diterjemahkan sebagai “barokah” menjadi guru, yang kemudian mampu membangkitkan rasa iklas mengajar, dan Insyallah, akan menjauhkan banyak keburukan.

Hasil pengajaran guru yang mengajar secara ikhlas, saya PERCAYA, akan jauh lebih baik ketimbang hasil mengajar guru lulusan Singapura! Hehe.

Jika kita dengan mudah ngamplopi kyai, nyawer penyanyi dangdut; kenapa kita tidak bisa melakukan hal serupa pada tetangga kita guru yang belum sejahtera? Seharusnya itu mudah.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 

Kaitan batam, Catatan, guru, Mengajar, netizen, profesi, singapura
Admin 29 Agustus 2025 29 Agustus 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kejati Kepri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi di Kawasan FTZ Karimun
Artikel Selanjutnya BAZNAS RI Berikan Penghargaan Kepada Walikota Batam

APA YANG BARU?

Akibat Sakit Hati, ART Baru 10 Hari Kerja Bunuh Majikan
Artikel 5 jam lalu 95 disimak
97.997 KK di Batam Daftar Perlinsos, Sagulung Tertinggi dengan 18.336 KK
Artikel 6 jam lalu 87 disimak
Singapura Luncurkan M³+ Directory untuk Komunitas Muslim-Melayu
Artikel 6 jam lalu 69 disimak
Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
Lingkungan 12 jam lalu 120 disimak
Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
Budaya 12 jam lalu 115 disimak

POPULER PEKAN INI

Rabu (26/08) Malam, Air Batam Hilir Matikan Sementara Di Berbagai Wilayah di Batam
Artikel 6 hari lalu 363 disimak
Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
Lingkungan 6 hari lalu 357 disimak
Singapura Siapkan Reklamasi Tiga Pulau di Hadapan Batam
Artikel 6 hari lalu 348 disimak
50 Hektare Lahan di Bintan Terbakar: 67 Titik Karhutla Sejak Juli, Bintan Timur Paling Parah
Artikel 4 hari lalu 338 disimak
Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
Artikel 7 hari lalu 333 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?