Hubungi kami di

Tanah Air

UPDATE : 959 PNS di Indonesia Positif Covid-19

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi, net

JUMLAH pegawai negeri sipil (PNS) yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 959 orang di seluruh Indonesia per Minggu (2/8/2020).

Hal tersebut berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga pukul 14.56 WIB.

Jumlah tersebut diketahui meningkat dari sebelumnya 923 PNS.

“Yang sembuh ada 321 PNS dan belum sembuh 594, meninggal dalam tugas 18 PNS, meninggal bukan dalam tugas 26 orang,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerjasama BKN Paryono, dalam keterangan yang diterima, Minggu (2/8/2020).

Meskipun sudah tidak ada istilah orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), namun BKN mencatat ada 2.498 ODP dan 223 PDP.

Istilah ODP dan PDP sudah hilang dan digantikan istilah kasus suspek sesuai revisi kelima Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Namun apabila mengacu pada istilah sebelumnya, dari jumlah PNS yang menjadi ODP rinciannya ada 1.064 dalam pengawasan dan 1.434 selesai pengawasan.

Sementara untuk PDP, ada 97 orang belum sembuh, 112 orang sudah sembuh, 3 orang meninggal dalam tugas, dan 11 orang meninggal bukan dalam tugas.

“Data ini akan terus berubah seiring dengan proses update data,” kata dia.

Secara keseluruhan di Indonesia, tercatat 111.455 orang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan data hingga Minggu.

Dari jumlah tersebut terdapat 68.975 pasien yang sembuh dan 5.236 pasien meninggal dunia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta konsentrasi pengendalian penyebaran Covid-19 di Tanah Air dilakukan hingga ditemukannya vaksin.

Demikian diungkapkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sri Prahastuti dalam diskusi virtual, Minggu.

“Di dalam perjalanan, kita ketahui bahwa pandemi ini akan berkepanjangan dan konsentrasi kita adalah pengendalian dan Presiden mengatakan sampai vaksin ditemukan,” ujar Brian.

Brian mengatakan, untuk menemukan vaksin Covid-19, membutuhkan proses yang panjang. Begitu juga dengan penanganan Covid-19.

Karena itu, Presiden Jokowi meminta supaya kementerian dan lembaga terkait harus terus bekerja keras.

Sekalipun saat ini pertemuan untuk mengevaluasi penanganan Covid-19 di tingkat nasional sudah tak seintens pada awal-awal wabah ini menyebar di Indonesia.

Brian mengatakan, menurunnya intensitas pertemuan tersebut karena masih banyak persoalan lain yang juga perlu ditangani.

“Artinya apa, kita sadar bahwa banyak persolan-persoalan lain yang harus kita atasi juga. Kalau kemarin kan konsentrasi kita, sumber daya kita, sepenuhnya ada pada penanganan Covid-19, terutama untuk responnya,” kata dia.

“Jadi, evaluasi, konsolidasi, di tingkat nasional yang arahannya langsung dari Presiden bukan berarti dikendurkan,” tegas dia.

(*)

Sumber : Kompas

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook