JIKA dilihat dari spesifikasi mesin, sebenarnya tidak sedikit mobil yang diperbolehkan menggunakan bensin subsidi Pertalite sesuai Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) nomor 36 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Acuan utamanya bukan besar-kecil kapasitas mesin, melainkan rasio kompresi yang selaras dengan karakter BBM Pertalite beroktan RON 90.
Salah satu contohnya adalah Toyota Avanza. Di buku panduan resminya, Avanza—baik versi 1.300 cc maupun 1.500 cc—dapat memakai bensin dengan RON 90 atau lebih tinggi. Mobil ini dianjurkan memilih bahan bakar tanpa timbal dengan oktan 90 ke atas agar performa mesin berada di kondisi optimal.
Selain Avanza, Mitsubishi Xpander juga masuk daftar mobil yang direkomendasikan menggunakan bensin bebas timbal dengan RON 90 atau lebih tinggi. Xpander Cross bahkan disebut memiliki anjuran BBM yang sama seperti varian Xpander.
Rekomendasi ini berbeda dengan mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang umumnya dijual lebih murah daripada Avanza, seperti Avanza Cs. Pada buku panduan Toyota Agya, tertulis bahwa Agya menggunakan bensin tanpa timbal dengan angka oktan minimal 92. Hal yang serupa juga berlaku untuk Calya, yang dianjurkan memakai BBM dengan RON 92.
Secara umum, spesifikasi mesin LCGC memiliki rasio kompresi berkisar 10 hingga 11. Dengan karakter tersebut, idealnya mobil menggunakan bensin dengan oktan minimal 92 (setara Pertamax). Sementara itu, mobil yang cocok dengan Pertalite umumnya berada pada rasio kompresi sekitar 9:1 hingga 10:1, sehingga Pertalite RON 90 menjadi opsi yang sesuai.
Di sisi regulasi, anjuran penggunaan BBM minimal RON 92 untuk LCGC termuat dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) nomor 36 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Pada pasal 4 butir 6, disebutkan penandaan informasi penggunaan bahan bakar untuk LCGC dengan octane number terendah 92 (untuk bensin) atau cetane number 51 (untuk diesel), yang dicantumkan pada penutup tangki bagian dalam serta pojok bawah kaca belakang.
Berdasarkan penjelasan Pertamina Patra Niaga, panduan pilihan BBM dapat diringkas seperti berikut:
- Pertalite RON 90 untuk rasio kompresi 9:1–10:1
- Pertamax RON 92 untuk rasio kompresi 10:1–11:1
- Pertamax Green RON 95 untuk rasio kompresi 11:1–12:1
- Pertamax Turbo RON 98 untuk rasio kompresi 11:1–13:1
- Pertamax Racing RON 100 untuk rasio kompresi 13:1 ke atas
(dha/cnnindonesia)


