KAPAL kargo MV Golden Star 1 dilaporkan tenggelam di jalur pelayaran internasional Traffic Separation Scheme (TSS) akibat kebocoran pada sekat haluan (forepeak), Jumat (5/6/2026) malam.
Insiden yang terjadi pada Jumat malam (5/6/2026) ini menyebabkan kapal yang membawa 107 kontainer miring dan akhirnya karam. Seluruh 9 Anak Buah Kapal (ABK) yang merupakan WNI berhasil diselamatkan oleh otoritas gabungan dan dibawa ke Batam. Saat ini, otoritas terkait masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan akar penyebab kebocoran tersebut.
Berikut rincian situasi muatan kargo berdasarkan data terbaru dari tim patroli gabungan:
- Total Kargo Hanyut: 107 kontainer terjatuh ke laut akibat kapal miring dengan cepat.
- Kargo Teridentifikasi: 17 kontainer telah berhasil dideteksi posisinya di sekitar perairan Batam dan Singapura oleh tim penyelamat.
- Kondisi Muatan: Sebagian kontainer masih mengapung terbawa arus ke wilayah pesisir Batam, sementara sebagian lainnya dilaporkan sudah mulai tenggelam ke dasar laut.
- 9 ABK Selamat (Nihil Korban Jiwa): Seluruh kru yang merupakan WNI berhasil dievakuasi oleh KN P-376 milik KSOP Khusus Batam dalam kondisi sehat.
- Peringatan Navigasi: VTS Batam terus menyiarkan peringatan darurat via VHF Channel 16 agar kapal niaga dunia ekstra waspada menghindari tabrakan kargo.
- Antisipasi Pencemaran: Tim lingkungan maritim terus memantau potensi kebocoran bahan bakar (BBM) dari bangkai kapal di dasar laut.
Otoritas maritim seperti KSOP Khusus Batam saat ini terus melakukan penyisiran intensif karena ratusan kontainer mengapung ini sangat membahayakan keselamatan jalur pelayaran internasional di Selat Singapura.
(dha/ham)


