KOTA Batam diklaim berhasil lepas dari ketergantungan pasokan ikan air tawar luar daerah. Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam mencatat, hasil budidaya lokal saat ini sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi masyarakat setempat secara mandiri.
Kepala Diskan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengungkapkan bahwa kondisi pemenuhan pangan sektor perikanan darat di Batam mengalami kemajuan pesat dibanding beberapa tahun lalu.
“Batam sudah relatif mandiri untuk ikan air tawar konsumsi. Pasokan utamanya berasal dari pembudidaya lokal Batam, bukan lagi bergantung pada kiriman dari luar daerah,” sebut Yudi.
Lele Dominasi Produksi Lokal
HINGGA Mei 2026, total produksi ikan air tawar di Batam menembus angka 2.841,608 ton. Komoditas ikan lele masih menjadi primadona dan mendominasi pasar, disusul oleh patin, nila, dan gurami.
Berikut adalah rincian data produksi ikan air tawar di Batam hingga Mei 2026:
| Jenis Ikan | Jumlah Produksi (Ton) |
| Ikan Lele | 1.442,348 |
| Ikan Patin | 860,343 |
| Ikan Nila | 465,474 |
| Ikan Gurami | 73,443 |
Yudi menjelaskan, sentra budidaya perikanan darat ini tersebar di beberapa titik strategis, mulai dari Tembesi, Sungai Beduk, Marina, hingga Galang. Di antara wilayah tersebut, Kecamatan Galang menjadi lumbung produksi terbesar karena keunggulan luas lahannya.
Sebagai gambaran, berikut perbandingan performa produksi antar-kecamatan pada Triwulan I 2026:
- Kecamatan Galang: 525,366 ton
- Kecamatan Sagulung: 280,291 ton
- Kecamatan Batu Aji: 267,122 ton
“Di Galang masih tersedia lahan yang cukup luas untuk kegiatan budidaya, sehingga produksinya lebih tinggi dibanding wilayah lainnya,” tambah Yudi.
Keberhasilan swasembada ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan Batam, tetapi juga membawa angin segar bagi roda perekonomian lokal. Pendapatan para pembudidaya ikan di berbagai kecamatan ikut terdongkrak seiring tingginya angka produksi.
Pemerintah kota pun optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Peningkatan produksi ke depan diharapkan tidak hanya mengamankan stok pangan, tetapi juga secara nyata menyejahterakan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan budidaya.
(sus)


