Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Tempati Lahan Sejak Sebelum Otorita Ada, 271 KK Teluk Bakau Tagih Janji KSB 6×10
    21 jam lalu
    3 Tahun Buron, Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Remaja 17 Tahun di Sagulung Ditangkap
    24 jam lalu
    Kapolri Baru Lakukan Mutasi Besar-besaran, Kapolda Kepri Diangkat Jadi Kabareskrim
    1 hari lalu
    Polda Kepri Sita 3 Mesin Pesawat Ilegal Rp30 Miliar dari Singapura, 4 Orang Jadi Tersangka
    2 hari lalu
    Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    3 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    3 hari lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    3 hari lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    3 hari lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    4 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    5 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    5 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Seni

Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)

Editor Admin 3 bulan lalu 654 disimak

LEBAH bergantung adalah motif hias tradisional Melayu. Motif ini menyerupai sarang lebah madu yang menggantung di dahan kayu. Ini biasanya menghiasi bagian tepi atap rumah adat atau istana.

Daftar Isi
Perspektif PenggunaanPerspektif FilosofiWilayah Penggunaan

Bentuk dasarnya berupa deretan ukiran segitiga atau lengkungan yang berjajar rapi ke bawah. Desain ini terinspirasi dari lebah yang hidup rukun dan bekerja sama.

Motif ini melambangkan kerja keras, kerukunan, dan nilai gotong royong. Sama seperti lebah yang selalu menghasilkan madu manis untuk semua orang, masyarakat Melayu diharapkan bisa selalu hidup rukun dan saling memberi manfaat.

Perspektif Penggunaan

Motif lebah bergantung pada kain.

DALAM arsitektur dan seni kriya tradisional Melayu, motif ini tidak diletakkan di sembarang tempat. Penggunaannya diatur secara adat:

  • Cucuran Atap (Selasari): Penempatan paling utama adalah pada bagian ujung atap rumah adat, istana, atau balai adat. Posisinya sengaja dibuat menjuntai ke bawah seperti sarang lebah asli di dahan pohon.
  • Kain dan Tekstil: Motif ini ditenun sebagai hiasan tepi atau kaki pada kain songket Riau serta pakaian adat resmi Melayu.
  • Benda Fungsional: Diukir pada bagian atas kusen pintu, jendela, sekat ruangan (pembatas tengah rumah), hingga dekorasi pelaminan pengantin Melayu.

Perspektif Filosofi

Motif lebah bergantung pada bangunan rumah

MASYARAKAT Melayu selalu mengambil pelajaran dari alam (alam terkembang jadi guru). Filosofi lebah bergantung merujuk pada teks sastra dan ungkapan adat Melayu lama:

“Lebah bergantung di cucuran atap. Di muka perpagar madu, di belakang pagar manisan. Manisnya cucuran ke bilik dalam. Manisnya rasa merasa, manisnya isap-meisap.”

Ungkapan di atas membawa makna filosofis yang sangat dalam:

  • Sifat Rela Berkorban: Koloni lebah bekerja keras membuat madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk lingkungan sekitarnya. Hal ini mengajarkan manusia untuk membuang sifat egois dan selalu siap menolong sesama.
  • Kemanfaatan Hidup: Lebah hanya memakan nektar bunga yang bersih dan mengeluarkan madu yang manis. Filosofinya, orang Melayu dituntut untuk selalu mengonsumsi rezeki yang halal, bertutur kata baik, dan kehadirannya mendatangkan manfaat (manis) bagi masyarakat luas.
  • Keadilan Sosial yang Merata: Susunan ukiran yang berjajar rapi melambangkan pembagian hasil yang adil. Kebaikan atau kemakmuran pemimpin (madu) harus menetes secara merata hingga ke bilik-bilik dalam rumah rakyatnya.
  • Kerukunan dan Ketaatan: Lebah hidup dalam organisasi yang sangat tertib, patuh pada pemimpin (ratu), dan kompak membangun sarang. Penempatan ukiran di atap rumah menjadi pengingat agar seluruh penghuni rumah dan kampung selalu hidup kompak, disiplin, dan bergotong-royong.

Wilayah Penggunaan

MOTIF Lebah Bergantung (atau sering disebut Lebah Bergayut) berkembang pesat di wilayah kebudayaan Melayu rumpun Sumatra dan Semenanjung Malaya.

Sebagai salah satu ragam hias utama dalam kebudayaan Melayu, sebaran geografis motif ini meliputi beberapa daerah utama berikut:

1. Provinsi Riau

Provinsi Riau merupakan wilayah di mana motif ini paling subur dan diaplikasikan secara massal pada fasilitas publik hingga pakaian adat. Hal ini tidak lepas dari sejarah daratan Riau yang dahulu kaya akan hutan dan pohon-pohon besar tempat lebah madu bersarang.

  • Kabupaten Kampar: Khususnya di wilayah adat seperti Dusun Pulau Belimbing, motif lebah bergantung dijadikan pedoman hidup bermasyarakat untuk saling menolong dan bergotong royong.
  • Kota Pekanbaru dan Siak: Diaplikasikan secara luas sebagai identitas visual pada lisplang atap gedung pemerintahan, sekolah, gapura kota, hingga ornamen Istana Siak Sri Indrapura.

2. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)

Sebagai wilayah yang kental dengan budaya Melayu Kepulauan, motif Lebah Bergantung jamak ditemukan di lingkungan kesultanan lama seperti di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Lingga, dan Batam. Ragam hias ini menghiasi bagian selasari (selasar) rumah panggung peninggalan pesisir.

3. Provinsi Sumatera Utara (Wilayah Pantai Timur)

Di daerah pesisir timur Sumatera Utara yang berlatar belakang kebudayaan Melayu Deli, Serdang, Langkat, dan Asahan, motif ini juga hidup kuat.

  • Kota Medan: Salah satu contoh paling ikonik yang bertahan adalah ornamen lebah bergantung yang menghiasi struktur bangunan bersejarah Masjid Lama Gang Bengkok di Medan.
  • Kabupaten Labuhanbatu: Motif klasik lebah bergantung secara historis ditemukan menghiasi bagian lisplang Istana Kesultanan Bilah (Negeri Lama).

4. Semenanjung Malaysia

Karena berada dalam satu garis keturunan kebudayaan Melayu Serumpun, ragam hias serupa yang disebut Lebah Bergayut banyak ditemukan di wilayah Malaysia Barat, seperti di negara bagian Johor, Pahang, Terengganu, dan Kelantan. Motif ini umum dijumpai pada arsitektur rumah tradisional kayu (Rumah Tiang Dua Belas) serta pinggiran kain songket tenun lokal.

(ham)

Kaitan anambas, batam, bintan, karimun, kepri, LEBAH bergantung, lingga, melayu, natuna, Seni Budaya, tanjungpinang
Admin 3 Juli 2026 3 Juli 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Sempat Ditahan di Malaysia, 4 Nelayan Asal Bintan Akhirnya Dipulangkan KJRI Johor Bahru
Artikel Selanjutnya Lupa Matikan Kompor, Dapur Warung di Tanjungpinang Ludes Terbakar

APA YANG BARU?

Tempati Lahan Sejak Sebelum Otorita Ada, 271 KK Teluk Bakau Tagih Janji KSB 6×10
Artikel 21 jam lalu 67 disimak
3 Tahun Buron, Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Remaja 17 Tahun di Sagulung Ditangkap
Artikel 24 jam lalu 76 disimak
Kapolri Baru Lakukan Mutasi Besar-besaran, Kapolda Kepri Diangkat Jadi Kabareskrim
Artikel 1 hari lalu 226 disimak
Polda Kepri Sita 3 Mesin Pesawat Ilegal Rp30 Miliar dari Singapura, 4 Orang Jadi Tersangka
Artikel 2 hari lalu 162 disimak
Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
Artikel 2 hari lalu 234 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 4 hari lalu 719 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 6 hari lalu 580 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 4 hari lalu 559 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 4 hari lalu 537 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 6 hari lalu 517 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?