MUSIM panas berpotensi memicu kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mencatat sudah ada 67 kejadian kebakaran hutan dan lahan/karhutla di wilayah Kabupaten Bintan, dari Juli hingga akhir Agustus 2026. Total luas lahan yang hangus mencapai ±50 hektare.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bintan, Ramlah, titik api menyebar di 5 kecamatan: Toapaya, Gunung Kijang, Bintan Utara, Bintan Timur, dan Teluk Bintan.
“Bintan Timur jadi wilayah dengan kejadian terbanyak,” ungkap Ramlah, Kamis (27/08/2026).
TNI-Polri Turun Tangan Padamkan Api
Penanganan dilakukan secara gabungan. BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait bergerak cepat begitu ada laporan.
“Total sementara 67 kejadian dengan luas terdampak sekitar 50 hektare. Alhamdulillah penanganannya lebih cepat karena semua unsur sudah turun, termasuk TNI-Polri,” tambah Ramlah.
Menurut Ramlah, dua faktor utama penyebab karhutla di Bintan saat ini adalah cuaca kering ekstrem dan kelalaian manusia.
“Kondisinya luar biasa kering dan panas. Ditambah ada kelalaian seperti buka lahan dengan cara bakar. Itu bikin apinya cepat meluas dan lebih parah,” jelasnya.
BPBD menyebut sejumlah pelaku pembakaran lahan sudah diproses hukum oleh pihak kepolisian.
Imbauan: Jangan Bakar Lahan
Guna mencegah kebakaran susulan, BPBD Bintan gencar melakukan edukasi ke masyarakat. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah cuaca panas saat ini.
“Membakar lahan bisa memperluas titik api dan meningkatkan risiko kebakaran. Mari kita jaga bersama,” imbau Ramlah.
BPBD juga meminta masyarakat segera melapor jika melihat asap atau titik api baru agar bisa segera ditangani sebelum meluas.
(*)


