LANGKAH persuasif yang dilakukan polisi berhasil menghentikan potensi konflik antar kelompok pemuda di kawasan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Minggu (30/8/2026) dini hari.
Aksi keributan berupa saling lempar batu yang melibatkan sekitar 30 pemuda tersebut bermula dari perselisihan pada sebuah acara pesta pernikahan. Gesekan yang terjadi di lokasi pesta rupanya terus berlanjut hingga kedua kelompok meninggalkan tempat acara dan memuncak di Jalan Gang Samping Gereja Santo Yosef, Kelurahan Kabil.
Polisi mendapat laporan keributan sekitar pukul 04.00 WIB dan langsung menuju lokasi keributan.
Setelah situasi berhasil dikendalikan dan massa dibubarkan, pihak kepolisian memilih tidak langsung membawa persoalan ini ke ranah hukum. Mengingat kedua kelompok yang bertikai berasal dari suku yang sama, Polsek Nongsa mengedepankan pendekatan kekeluargaan.
Sekitar pukul 06.00 WIB, kedua belah pihak dipertemukan di Mako Polsek Nongsa untuk menjalani proses mediasi. Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra, menegaskan bahwa penanganan cepat dan langkah mediasi ini diambil untuk mencegah gesekan meluas di tengah masyarakat.
“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti dengan cepat sesuai situasi di lapangan. Dalam kejadian ini, personel segera mendatangi lokasi, mengamankan TKP, mencegah keributan meluas, serta mengupayakan penyelesaian melalui mediasi agar situasi kembali aman dan kondusif,” jelas AKP Eko Chandra.
(dha)


