KRISIS pasokan air bersih yang terus membayangi beberapa wilayah di Batam, memaksa sebagian warga memutar otak. Di tengah keran rumah yang sering kering, sebuah pipa kecil di samping Pos Polisi Simpang Laluan Madani (Simpang Jam) justru menjadi tumpuan hidup masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian.
Saban hari, pemandangan warga yang memarkirkan sepeda motor dengan tumpukan galon dan jerigen menjadi hal yang biasa di persimpangan sibuk tersebut. Pada Senin (31/8) siang misalnya, dua warga menampung kucuran air dari pipa tersembunyi itu. Tak tanggung-tanggung, mereka memboyong empat hingga lima galon sekaligus untuk dibawa pulang.
Rohimin, salah satu warga di lokasi, mengungkapkan bahwa memanfaatkan air di pinggir jalan seperti itu bukan fenomena baru. Pipa tersebut diakuinya telah mengalirkan air selama lebih dari sepuluh tahun dan menjadi rujukan warga tiap kali distribusi air ke perumahan tersendat.
“Bisa untuk minum. Dan ini sudah puluhan tahun kami manfaatkan,” tutur Rohimin.
Baginya dan warga lainnya, air tersebut bak penyelamat fleksibel. Mulai dari urusan sanitasi, mencuci pakaian, memasak, hingga kebutuhan air minum keluarga dipasok dari pipa ini. Saat krisis air memuncak, warga bahkan sanggup bolak-balik hingga tiga kali dalam sehari demi mengamankan stok air di rumah.
Meski demikian, keberadaan pipa misterius ini menyimpan keprihatinan tersendiri. Rohimin mengakui bahwa warga nekat mengonsumsinya murni karena terdesak kebutuhan dasar. Hingga saat ini, mereka tidak pernah mengetahui secara pasti dari mana muara aliran air tersebut berasal, apalagi mengantongi jaminan kelayakan dan keamanan konsumsi melalui uji laboratorium.
(dha)


