ANEKA perahu layar tanpa awak menghiasi pesisir Pantai Wan Seri Beni, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong senin (31/8/2026). Ratusan warga dan wisatawan memadati bibir pantai untuk menyaksikan adu cepat perahu jong—tradisi maritim kebanggaan masyarakat Melayu—yang memanfaatkan hembusan angin laut.
Ajang tahunan ini tidak hanya menyedot perhatian lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi lebih dari 500 peserta dari berbagai pelosok. Selain tuan rumah Kabupaten Bintan, para peserta berdatangan dari Tanjungpinang, Batam, hingga wilayah kepulauan di sekitarnya. Gemuruh sorak penonton yang memenuhi area festival menciptakan atmosfer meriah, menjadikan acara ini ruang rekreasi sekaligus ajang memperkuat identitas budaya lokal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menilai potensi besar festival ini memerlukan dorongan yang lebih luas. Menurutnya, festival tersebut sukses membuktikan diri sebagai daya tarik wisata baru yang berdampak positif pada pergerakan ekonomi masyarakat dan UMKM.
“Festival ini bukan sekadar permainan dan kompetisi, tapi juga warisan budaya bahari yang harus terus dilestarikan. Kegiatan seperti ini membawa dampak positif, baik dari sisi ekonomi masyarakat, UMKM hingga promosi pariwisata daerah,” ujar Ronny saat menghadiri acara tersebut, Senin.
Melihat antusiasme peserta dan pengunjung, pihak pemerintah desa berharap ajang kearifan lokal ini bisa naik kelas. Kepala Desa Sebong Pereh, Bahari, mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta demi memperbesar skala festival di masa depan.
Bahari menekankan bahwa festival ini berperan penting sebagai sarana edukasi budaya Melayu bagi generasi muda sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, kami yakin festival ini bisa masuk dalam agenda tahunan pariwisata Bintan,” kata Bahari.
Keberhasilan Festival Pantai Wan Seri Beni semakin mempertegas bahwa potensi berbasis budaya lokal memiliki peluang besar untuk membawa nama Bintan bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
(nes)


