SEBAGIAN besar wilayah Kota Batam masih diselimuti kegelapan akibat gangguan listrik total (blackout) yang menimpa jaringan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Hingga Senin (11/10/2026) malam ini, proses pemulihan daya oleh pihak terkait belum sepenuhnya tuntas, memicu berbagai kendala mobilitas serta aktivitas harian masyarakat.
Berdasarkan pantauan Gowest.ID, situasi di sejumlah ruas jalan utama terpantau padat merayap. Padamnya lampu lalu lintas di persimpangan vital memaksa petugas mengambil langkah darurat. Di perempatan Kalista, misalnya, arus kendaraan terpaksa dialihkan menjadi searah dan jalan ditutup sementara untuk mengurai antrean panjang pengendara yang membeludak.
Dampak padamnya aliran listrik memicu panic buying kecil di kalangan warga. Di beberapa lokasi, mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diserbu warga yang rela mengantre panjang demi mendapatkan uang tunai.
Sementara itu, minimarket yang mengandalkan mesin generator set (genset) dipenuhi pengunjung yang berburu kebutuhan mendesak. Barang-barang seperti makanan instan dan air minum kemasan menjadi yang paling banyak dicari.
Meski aliran listrik di kawasan-kawasan vital seperti bandara, rumah sakit, dan fasilitas publik utama telah kembali pulih, kawasan pemukiman warga masih mengalami pemulihan bertahap.
“Iya, baru nyala tadi sore. Semoga tidak mati-mati lagi. Tadi sempat beberapa kali hidup kemudian mati,” ujar Ria, salah seorang ibu rumah tangga di Batam Kota
Aliran listrik di perumahannya, Bida Asri 1, dilaporkan mulai pulih sejak sore. Setelah sebelumnya sempat mengalami hidup mati aliran selama beberapa kali. Jaringan seluler yang sebelumnya hilang, perlahan mulai bisa diakses.
Meskipun jaringan komunikasi seluler perlahan mulai kembali normal, Ria mengungkapkan bahwa kondisi pemukimannya belum sepenuhnya stabil. Salah satunya adalah aliran air bersih yang hingga saat ini belum mengalir ke rumah-rumah warga.
Ketidakpastian Jalur Pasokan
KONDISI berbeda dan relatif lebih memprihatinkan dialami oleh warga di Perumahan KDA, Cendana serta Perumahan Puskopkar PLN Batam. Di kawasan tersebut, aliran listrik dilaporkan masih padam total tanpa kepastian waktu pemulihan. Begitu juga yang terlihat di perumahan Orchard Batam Centre dan kawasan bisnis Grand Niaga Mas. Kondisi masih Blackout, sementara arus kendaraan menumpuk di jalur ruas jalan Orchard Road/ Raja Ali Kelana.
“Belum tahu sampai kapan ini, semoga cepat bisa diselesaikan,” tutur Dina, warga Batam Kota yang membagikan kekhawatirannya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Batam terus berharap agar proses perbaikan jaringan listrik dapat segera diselesaikan secara menyeluruh guna memulihkan pasokan air bersih serta menormalkan kembali denyut aktivitas kota.
(dha/ham)


