Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
    17 jam lalu
    Coba Curi Kotak Infaq Masjid, Seorang Pria Diamankan Petugas dari Polsek Lubuk Baja
    20 jam lalu
    Perketat Pengawasan, Imigrasi Batam Sidak 2 Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar
    20 jam lalu
    Hari ini, Jum’at (24/07) Kota Batam Diperkirakan di Guyur Hujan Ringan
    22 jam lalu
    Polsek Bengkong Tetapkan Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka Untuk Kasus yang Lain
    22 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental
    1 hari lalu
    31 Tim Basket 3×3 Internasional Mulai Berlaga di Batam Hari ini
    2 hari lalu
    KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
    3 hari lalu
    “Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
    5 hari lalu
    Spanyol Juara Piala Dunia 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 hari lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    3 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    3 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Uang Rp.5000 & Rezeki Kita

Editor Admin 8 tahun lalu 5.6k disimak

HARI itu Sabtu. Sekitar empat bulan usia pernikahan kami di tahun 2009.

Pagi-pagi setelah matahari mulai meninggi, saya dan suami mulai dengan beres-beres rumah bersama-sama. Kemudian kami sarapan.

Usai sarapan, suami tanya.

“Kamu masih pegang uang kan?” Tanyanya.

Gajian hari Senin besok, diberikan cash di kantor suami, sejumlah 1.750.000. Artinya uang gajian baru resmi bisa digunakan secepat-cepatnya Senin malam. Sejak awal pernikahan, suami sendirian yang gajian. Saya mah ngga.

Saya jawab, “Ada, 5000 lagi.” Sedetik berikutnya saya bertanya balik, “Aa masih pegang uang kan?”

Suami saya bukannya menjawab malah bengong menatap saya kelu.

“Sepeser pun aa ga pegang uang lagi, De. Aa kira kamu masih punya”

“Ya Allah, gimana dong? Kita ngga punya apa-apa juga buat makan”

“Aa juga perlu beli bensin lagi, buat Senin kerja”

Saat itu untuk transport saya berangkat sekolah profesi, saya tenang. Kartu langganan bulanan Abo kereta untuk praktik ke RSCM masih bisa digunakan.

Kami terhenyak. 5000 rupiah. Dihitung dengan cara apapun juga, kami tetap pada kesimpulan uang itu tidak cukup. Kami sadar ini keteledoran dan kelemotan finansial, ngga cerdas sama sekali.

Saat itu adalah hari di mana kami berdua sekere-kerenya jadi orang. Waktu mahasiswa saja, ngga pernah-pernahnya kami ada di posisi itu. Uang tinggal 5000. Saldo di ATM pun sudah sampai di jumlah minimum tak bisa ditarik lagi. Benar-benar cuma punya uang 5000 selembar itu.

Kami sepakati tak meneruskan pembahasan. Mau gimana lagi, makin dibahas makin mumet. Pinjam sama orang tua juga malu. Padahal kalau saya bilang ke Papa, haqul yakin langsung ditransfer detik itu juga. Tapi suamiku malu. Tunggu dulu, katanya. Apalagi baru beberapa bulan menikah begini, rasanya jaim luar biasa. Pingin sekali menunjukkan ke orang tua kalau muda-muda begini, kita bisa juga membiayai hidup sendiri.

Berikutnya Sidqi mengajak saya untuk sholat dhuha saja. Minta petunjuk agar hati tenang, agar uang 5000 itu cukup. Entah bagaimana caranya. Begitulah, iman ini memang hanya setipis kulit bawang, kalau lagi nelangsa ngga punya apa-apa rasanya khusyuk banget dhuha-nya.

Selepas salam dan berdoa, kami merapikan alat sholat. Belum selesai saya melipat sajadah, telefon genggam saya berbunyi.

“Halo mbak Mia, ini Mamanya Obi (bukan nama sebenarnya). Mba Mia tinggal di mana sekarang? Apa masih di Depok?” kata suara di ujung sana.

Lalu obrolan lewat telefon itu berlanjut. Ia adalah orang tua murid yang setahun sebelumnya, anaknya pernah saya ajari les privat matematika. Tiba-tiba saja, Sabtu itu ia menelepon saya, menanyakan alamat kontrakan, lalu minta tolong agar anaknya dilatih lagi beberapa soal matematika menjelang tes di sekolah.

Tak banyak pertimbangan, langsung saja saya iyakan. Toh saya dan Sidqi akhir pekan itu tidak akan pergi kemana-mana. Uang tinggal 5000 pula kan.

Beberapa jam kemudian, mereka tiba di kontrakan kami. Obi anak SD kelas 3 waktu itu membawa beberapa buku. Sebelum les, orang tua Obi pamit dan berjanji akan menjemput anaknya kembali dalam dua jam kedepan.

Alhamdulillah juga rasanya mereka pamit, jadi ngga perlu ada apa-apa yang perlu saya suguhkan. Hiks. Saya mempersilakan dan selanjutnya asik membahas soal-soal matematika bersama putranya.

Waktu berlalu sampai les matematika dadakan itupun selesai. Tiba waktu dzuhur. Saya tahu Sidqi sudah lapar. Saya pun begitu. Tapi kami sama-sama paham, uang 5000 itu kita perlu pikir dengan cermat mau dibelanjakan apa untuk makan tiga hari ini plus hari beli bensin.

Gajian masih hari Senin!

Seperti yang dijanjikan, Ayah dan Ibunya Obi pun datang menjemput. Mereka izin pamit pulang dan berterima kasih saya bisa dihubungi untuk les dadakan.

“Maaf ya mba Mia sudah diganggu waktunya libur-libur begini”, kata sang Ibu sambil pamit pulang. Obi, ayahnya dan adiknya sudah duluan jalan ke arah mobil mereka.

Saya dan Sidqi melambaikan tangan kepada mereka. Tangan kiri saya masih menenteng satu plastik besar berisi pemberian Mamanya Obi tadi.

Alangkah terkejutnya hati kami, ketika dibuka, plastik itu berisi tiga buah dus makanan. Satu dus besar berisi delapan buah aneka roti manis, satu dus berisi ayam bakar satu ekor beserta lalapan dan sambalnya, dan satu dus lagi berisi nasi dan lauk matang siap makan yang dibungkus plastik kecil-kecil. Masih juga terselip amplop berisi 150.000 rupiah.

MasyaAllah! Allahu akbar!

Saya dan Sidqi cuma bisa tertegun dan menangis haru. Kami berpelukan. Betapa Mamanya Obi memberikan bayaran yang sangat overpaid untuk les matematika anak kelas 3 SD selama dua jam. Allah ini ya.. kok bisa-bisanya atur skenario yang ngga masuk akal begini? duh gustii.. asli cuma bisa nangis waktu itu.

Sampai hari ini, saya masih belum bisa menahan haru bila ingat peristiwa hari itu. Kejadian yang selalu jadi pengingat buat saya dan suami, tentang rezeki. Rezeki kami, rejeki kita semua.

Bahwa konon rezeki tak pernah tertukar, adalah benar adanya. Bahwa Allah memberikan rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka, yakin nyata benarnya. Pagi hari itu, siapa yang mengira kalau kami akan mendapat makanan segitu banyak dan uang 30 kali lipat dari selembar 5000?

Allah Maha Kasih, Allah Maha Kaya. Sangat mudah bagi-Nya memberi kita rezeki dari jalan apa saja yang mungkin tak masuk dalam hitungan manusia.

Barangkali kawan-kawan tidak pernah berada dalam posisi saya, tentu tidak apa-apa. Barangkali juga juga teman-teman tidak percaya bahwa gaji suami yg hanya lebih sedikit dari UMR Jakarta tahun 2009 saat itu masih dapat menghidupi kami berdua saat itu. Tidak masalah.

Saya hanya menyampaikan apa adanya. Buat apa?

Setidaknya, bagi kami, postingan seorang Ibu tentang ilustrasi pengaturan uang belanja 2.500.000 biasa-biasa saja. Lha wong pernah gaji suami kurang dari dua juta, komo deui uang belanjanya tah. Ngga usah dibuat ilustrasinya lah ya, berat. Biar aku saja. Hehehe

Tentu bukan hanya itu ya, pengalaman uang 5000 ini menghunjam dalam hati tentang jangan takut kekurangan rezeki. Jika kita sedang mengalami kesempitan rezeki jangan minder jangan takut. Kita mah memang miskin, da yang kaya mah Allah. Ngga perlu malu. Malu itu, kalau ragu dan takut besok ngga makan, sebab jangan-jangan kita sudah menghina Ia yang Maha Kaya. Yang penting ikhtiarnya tetap dijalankan, kerja jangan malas, doa juga kuat.

Banyaknya harta, Allah bisa ambil kapan saja. Sedikitnya harta, Allah bisa cukupkan lewat bagaimana saja caranya. Semudah mengantarkan Mamanya Obi ke kontrakan saya waktu itu. Meski tentu saja, berencana dan mengatur keuangan dengan cermat juga keharusan.

Peristiwa uang 5000 dulu itu, masih berguna juga sampai saat ini dan insyaAllah selamanya. Misalnya, ada kalanya suami pulang kantor mengabarkan, dia tidak jadi berangkatkan ke negara A, kemudian digantikan oleh koleganya. Atau ia tidak jadi perjalanan dinas ke tempat B, karena satu dan lain hal.

Padahal jika misalnya jadi berangkat, ratusan hingga ribuan dollar bisa ia terima sebagai uang dinas. Saat seperti itu, kenangan uang 5000 ini menjadi penenang hati kami.

Santai saja, selama tidak ada hak yang dilanggar, tidak perlu ada yang dituntut. Rezeki ngga akan kemana. Toh jika kita memaksakan diri mengambil rezeki orang lain, kita tentu lebih takut jika Allah yg mengambil paksa lagi dari kita bukan? Jadi santai saja… insyaAllah hak kita dan rezeki halal akan berkah.

Selain bagi diri sendiri, pengalaman uang 5000 ini juga mengingatkan diri untuk mengerti dan memahami rezeki orang lain.

Misalnya suatu ketika ustadz yg rutin mengisi kajian datang ke kompleks rumah kami di Depok dengan mobil yang tak biasanya ia gunakan. Waktu itu kami candai, “Mobil baru nih stadz?”,

Pak ustadz kemudian bercerita. Semalam sebelumnya ada hamba Allah yg kaya datang ke rumah ustadz. Ustadz sendiri tidak kenal, tapi katanya ia pernah datang di salah satu kajian ustadz. Ia punya 3 mobil di rumahnya, dan mobil ini (ustadz menunjuk Innova putih itu) yang paling sering nganggur, tidak digunakan.

Ia bilang, mobil itu untuk ustadz saja. Biar ustadz pakai saja untuk kegiatan ustadz pengajian, biar lebih bermanfaat daripada nganggur di garasi rumahnya.

Ia ingin dapat berkahnya dari setiap putaran roda mobil itu tiap kali ustadz ngisi kajian. Sementara mobil ustadz yg lama digunakan untuk operasional pesantren.

“Yah itu rizqi dari Allah. Semoga bagi yang memberikan mobil ini Allah berikan keberkahan selalu rezekinya. Ustadz sih belum kebeli mobil begini”, katanya menutup cerita tentang mobil itu.

MasyaAllah yah rezeki itu seringkali serba misterius. Setidaknya ketika orang bilang bahwa rezeki itu tidak bisa dihitung matematis, yang mengangguk bukan lagi kepala kami, tapi hati juga ikut meyakini: leres pisan.

 

Bern, Swiss
11 Februari 2018
Mia Saadah

Seperti diceritakan Mia Saadah di akun facebooknya.

 

Kaitan cerita, inspirasi, Inspire, top
Admin 12 Februari 2018 12 Februari 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Mengenal Andro & Dilla, si Pengendus Sabu 1 Ton di Batam
Artikel Selanjutnya ASN, Narkoba & Tempat Hiburan Malam di Batam

APA YANG BARU?

Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
Artikel 17 jam lalu 120 disimak
Coba Curi Kotak Infaq Masjid, Seorang Pria Diamankan Petugas dari Polsek Lubuk Baja
Artikel 20 jam lalu 144 disimak
Perketat Pengawasan, Imigrasi Batam Sidak 2 Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar
Artikel 20 jam lalu 148 disimak
Hari ini, Jum’at (24/07) Kota Batam Diperkirakan di Guyur Hujan Ringan
Artikel 22 jam lalu 146 disimak
Polsek Bengkong Tetapkan Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka Untuk Kasus yang Lain
Artikel 22 jam lalu 148 disimak

POPULER PEKAN INI

ABH Lakukan Penyambungan Pipa Air, Berikut Wilayah yang Akan Terdampak
Artikel 4 hari lalu 784 disimak
Angka Kecelakaan Lalulintas di Batam Meningkat, Kematian di Jalan Turun
Artikel 7 hari lalu 391 disimak
Banjir dan Pengangguran di Batam Jadi Sorotan Komisi VI DPR
Artikel 7 hari lalu 326 disimak
Krisis Sampah Batam: Armada Minim dan TPA Telaga Punggur Kian Over Kapasitas
In Depth 5 hari lalu 301 disimak
“Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
Histori 5 hari lalu 289 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?