Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    DPRD Kota Batam Tunda Ambil Keputusan Terkait Ranperda Lembaga Adat Melayu
    7 jam lalu
    Triwulan I 2026 Investasi di Batam Naik 102,85%
    9 jam lalu
    Polsek Lubuk Baja Tangkap Pelaku Penikaman di Nagoya Thamrin City
    9 jam lalu
    Bulog Batam Pastikan Stok Beras Masih Terjaga Untuk Tiga Bulan Kedepan
    1 hari lalu
    Mayat Pria Ditemukan Dalam Kolam Bekas Galian di Kawasan Imperium
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Benahi Status Guru Honorer di Kab. Karimun
    5 jam lalu
    Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
    1 hari lalu
    Bersih Pantai dan Laut Dalam Rangka Hari Bumi di Nirwana Gardens Bintan
    2 hari lalu
    “Etalase Publik”: Yang Lahir dari Transportasi Publik
    2 hari lalu
    TBM Kepulauan Riau Lolos Kurasi Nasional
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Pecong, Batam
    2 hari lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

RUU Ekstradisi yang kontroversial Dicabut Pemimpin Hongkong

Editor Admin 7 tahun lalu 1.3k disimak

KEPALA Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, akhirnya secara resmi mencabut Rancangan Undang-Undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial dan menjadi pemicu rentetan aksi demonstrasi besar dalam 13 pekan terakhir.

“Pemerintah secara resmi akan menarik peraturan tersebut untuk sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran publik,” kata Lam dilansir dari The Guardian, Kamis (4/9/2019).

Lam mengumumkan langkah mencabut RUU itu di hadapan sekelompok anggota parlemen pro-Beijing. Ia akan mengonfirmasi pencabutan RUU itu saat parlemen dibuka kembali pada Oktober mendatang.

Dalam pernyataan singkatnya, Lam tidak menanggapi tuntutan lain dari para demonstran. Ia hanya mengatakan pemerintah tidak harus membentuk komite investigasi independen untuk menyelidiki tindakan polisi selama berlangsungnya protes. Padahal ini adalah hal paling krusial yang dituntut oleh para demonstran.

Lam hanya berjanji akan memulai dialog langsung dengan seluruh lapisan masyarakat untuk berbagi pandangan dan menyuarakan keluhan mereka. Pemimpin berusia 62 tahun itu berjanji pemerintahannya akan mematuhi laporan rekomendasi yang dibuat oleh Dewan Keluhan Polisi Independen (IPCC).

“Pemerintah percaya tindakan polisi harus ditangani oleh departemen khusus yang menyelidiki polisi,” ujar Lam.

Dia justru mengatakan pemerintah akan mengadili demonstran yang telah menggunakan kekerasan selama aksi demontrasi. Ia bilang kekerasan yang dilakukan para demonstran telah menyalahi aturan hukum dan membawa Hong Kong ke situasi berbahaya.

“Tidak peduli seberapa ketidakpuasan orang, kekerasan bukanlah solusi. Ada urgensi untuk menekan kekerasan dan untuk menegakkan hukum secara serius,” lanjutnya.

Dalam pernyataan bernada persuasif, Lam juga menerapkan kebijakan lain untuk meredam pergerakan yang sudah berlangsung sejak Juni itu. Dia mengimbau kepada demonstran menanggalkan kekerasan dan memilih dialog dengan pemerintah.

“Mari ganti konflik dengan dialog dan cari solusinya,” katanya.

Penarikan RUU Ekstradisi itu merupakan salah satu dari lima tuntutan utama para pengunjuk rasa, yang turun ke jalan dan melancarkan protes, hingga membawa Hong Kong ke dalam krisis politik terburuk sejak penyerahannya dari Inggris pada tahun 1997. Laporan awal di media lokal tentang penarikan RUU itu membangkitkan harapan untuk dapat membantu mengakhiri krisis.

Menanggapi keputusan pemerintah Hong Kong tersebut, anggota parlemen Pro-Beijing, Regina Ip mengatakan kepada BBC bahwa langkah tersebut adalah langkah maju yang positif.

“Itu tidak akan menenangkan semua orang, tetapi mudah-mudahan itu akan menghapus keraguan yang tersisa di benak beberapa pemrotes damai,” katanya.

“Protes telah didorong oleh banyak alasan termasuk kemarahan yang mengakar tentang kesenjangan kekayaan Hong Kong yang melebar, kondisi perumahan dan sistem politik. Saya senang bahwa kepala eksekutif mengatakan bahwa dia akan pergi ke distrik untuk melakukan dialog langsung dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat.”

Namun, politisi pro-demokrasi, Wu Chi-Wai, menganggap kompromi Lam sebagai langkah “palsu”.

“Kita harus menghentikan kebrutalan polisi. Kalau tidak, protes akan terus berjalan,” katanya.

Menjelang pengumuman Lam, aktivis terkemuka pro-demokrasi Joshua Wong mengatakan penarikan RUU itu merupakan langkah yang terlambat. Dalam serangkaian tweet dia mengatakan semua tuntutan pemrotes harus dipenuhi.

Demonstran juga menuntut amnesti bagi mereka yang ditangkap, reformasi politik yang lebih besar dan menuntut para pejabat untuk berhenti melabeli aksi protes sebagai aksi rusuh.

Hong Kong dikembalikan ke Tiongkok pada tahun 1997 setelah lebih dari 150 tahun berkuasa di Inggris. Negara yang terletak di tenggara Tiongkok itu menerapkan sistem semi-otonom di bawah prinsip “satu negara, dua sistem” tetapi beberapa orang khawatir Tiongkok mencari kontrol yang lebih besar.

Sumber : Guardian / BBC

Kaitan cina, demo ekstradisi, hongkong, top
Admin 5 September 2019 5 September 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tetap Naik Walau Ditolak DPR
Artikel Selanjutnya Ada 24 Juta Pengguna MIUI Xiaomi di Indonesia

APA YANG BARU?

Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Benahi Status Guru Honorer di Kab. Karimun
Pendidikan 5 jam lalu 63 disimak
DPRD Kota Batam Tunda Ambil Keputusan Terkait Ranperda Lembaga Adat Melayu
Artikel 7 jam lalu 63 disimak
Triwulan I 2026 Investasi di Batam Naik 102,85%
Artikel 9 jam lalu 70 disimak
Polsek Lubuk Baja Tangkap Pelaku Penikaman di Nagoya Thamrin City
Artikel 9 jam lalu 74 disimak
Bulog Batam Pastikan Stok Beras Masih Terjaga Untuk Tiga Bulan Kedepan
Artikel 1 hari lalu 140 disimak

POPULER PEKAN INI

1 Unit Rumah Rusak Berat Tertimpa Pohon Akibat Hujan dan Angin di Kel. Sadai
Artikel 5 hari lalu 404 disimak
“Pulau Minyak dan Karantina; Sambu, 1929”
Histori 5 hari lalu 389 disimak
Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
Artikel 4 hari lalu 356 disimak
Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
Lingkungan 1 hari lalu 347 disimak
Terbang dari Hang Nadim, Kloter 1 Embarkasi Batam Berangkat Rabu (22/04/2026)
Artikel 3 hari lalu 334 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?