Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Rapat Paripurna: Pemko Batam Ajukan 3 Ranperda Strategis, dari Kampung Tua hingga Pajak Daerah
    11 jam lalu
    Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
    12 jam lalu
    Para Siswa Ikut Imunisasi BIAS di Tanjungpinang
    21 jam lalu
    Bentrok Lagi di Rempang, Amsakar Enggan Komentari “Saya Agak Goyang”
    1 hari lalu
    Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
    1 hari lalu
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 3)
    3 hari lalu
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    5 hari lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    6 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    21 jam lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Fokus ke Ekonomi, Jokowi Dianggap Gagal Kampanyekan Pencegahan Covid-19

Editor Redaksi 6 tahun lalu 967 disimak

” Jokowi membunyikan gong kampanye nasional protokol kesehatan dengan istilah 3 M, Make Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. Meskipun bagi sebagian pihak gerakan ini sudah terlambat, namun tetap harus dimaksimalkan “

—————————

DALAM rapat terbatas bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020) lalu, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan betapa belum kondusifnya situasi Indonesia karena pandemi COVID-19. Ia menyebut beberapa data terkini dari Satgas COVID-19.

Dikutip dari laman tirto.id, hingga Minggu 2 Agustus kemarin, kasus positif mencapai 111.455 kasus dengan total kematian mencapai 5.236 orang. Itu artinya, case fatality rate atau angka kematian yang disebabkan oleh penyakit 4,7 persen.

“Angka kematian di Indonesia ini lebih tinggi 0,8 persen dari angka kematian global. Ini yang saya kira menjadi PR kita bersama,” kata Jokowi.

Dengan kondisi seperti itu, Jokowi lantas meminta kepada seluruh pembantunya untuk fokus memberikan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat: menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak–disingkat 3M.

Mantan Wali Kota Solo itu ingin protokol 3M disosialisasikan bertahap. Pada dua pekan pertama, pemerintah fokus kampanye menggunakan masker; lalu dua minggu selanjutnya berkampanye pentingnya cuci tangan dan menjaga jarak.

Kampanye bertahap ini menurutnya penting agar pesannya sampai ke semua kalangan. “Kalau bareng, mungkin untuk menengah atas bisa ditangkap secara cepat. Tapi yang di bawah ini yang menurut saya memerlukan satu per satu.”

Jokowi lantas memberikan instruksi khusus kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk berkampanye 3M dari pintu ke pintu.

“Saya kira PKK sangat efektif untuk door to door urusan masker,” katanya.

Sementara menteri lain diinstruksikan berkampanye melalui televisi dan media sosial secara masif.

Terlambat dan Gagal

Anggota Paguyuban Rakyat Indonesia Melawan Pandemi COVID-19 Ricky Gunawan heran dengan pernyataan Jokowi soal 3M tersebut, yang bisa dibilang merupakan instruksi kampanye nasional melawan pandemi.

Memang, katanya, “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.” Namun kampanye ini “telatnya kelewatan banget. Sudah ribuan purnama baru mau mulai kampanye 3M,” kata Ricky kepada reporter Tirto, Rabu (5/8/2020).

Pemerintah sebenarnya bukan kali ini saja bicara soal pentingnya protokol kesehatan. Saban hari Achmad Yurianto, saat masih menjabat juru bicara resmi Gugus Tugas COVID-19, mengingatkan itu. Kementerian Kesehatan pun membuat pedoman tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang di dalamnya terdapat sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan. Namun secara keseluruhan, katanya, kampanye ini gagal.

“Kampanyenya amburadul, informasinya tidak konsisten, kurang komunikatif, dan tidak pernah jelas tujuannya apa,” kata Ricky.

Kalau saja pemerintah tidak sibuk dengan omnibus law dan mengundang influencer-artis ke Istana, kata dia, “kampanye 3M ini sudah bisa secara masif digelar dan bermanfaat menekan laju penyebaran virus.”

Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM) ini menyarankan lebih baik kampanye 3M jangan dilakukan secara bertahap setiap dua minggu. Sebab rentan membuat warga salah paham dan informasi yang diterima malah sepotong-sepotong. “Harusnya ketiga hal itu serentak saja, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, bukan satu-satu,” pungkasnya.

Senada dengan Ricky, pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono juga memandang Jokowi sudah telat apabila ingin mengampanyekan 3M kepada masyarakat dari pintu ke pintu.

“Memang Presiden Jokowi selalu telat. Habis selalu dengar ekonom terus,” kata Pandu kepada reporter Tirto. Ada kecenderungan dalam penanganan pandemi, pemerintah menomorsatukan aspek ekonomi, sementara aspek kesehatan nomor kedua.

Kesalahan pun terletak di diri para pembantu Jokowi yang minim inisiatif. “Harusnya menteri enggak perlu nunggu disuruh kayak gini,” tegasnya.

Tapi kampanye sudah dimulai, dan itu bagaimanapun harus dimaksimalkan, katanya. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu ditambahkan.

Pertama, kata dosen yang mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI ini, kampanye 3M semestinya “satu paket”. “Harus satu paket kampanyenya, diajarkan bagaimana orang mencuci tangan, menjaga jarak, itu satu kesatuan. Pencegahan itu bisa jika 3M bisa diberlakukan sekaligus,” katanya.

Kedua, tidak cukup melibatkan ibu-ibu PKK, tapi juga kelompok lain seperti Dharma Wanita, majelis taklim, dan perkumpulan ibu-ibu yang ada di rumah ibadah. “Dampaknya besar sekali. Mereka bisa mengubah orang-orang yang acuh.”

Ketiga, kampanyelah semaksimal mungkin. Penuhi ruang-ruang publik dengan anjuran-anjuran kesehatan, dari mulai dunia maya hingga dunia nyata. “Jadi tugasnya pemerintah, [kampanye] besar, biar masif dan ada efeknya. Kalau jalan, penduduk akan patuh dan mempraktikkan protokol kesehatan. Maka penurunan COVID-19 akan terjadi,” pungkasnya.

*(Zhr/GoWestId)

Sumber : tirto.id

Kaitan Cegah Covid-19, jokowi, kampanye, top
Redaksi 9 Agustus 2020 9 Agustus 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Batu Ampar Kecamatan ke Delapan Penerima Bantuan Sembako BP Batam
Artikel Selanjutnya Tambahan Kasus Baru, Tujuh Warga Batam Positif Covid-19

APA YANG BARU?

Rapat Paripurna: Pemko Batam Ajukan 3 Ranperda Strategis, dari Kampung Tua hingga Pajak Daerah
Artikel 11 jam lalu 89 disimak
Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
Artikel 12 jam lalu 127 disimak
Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
Infrastruktur 21 jam lalu 158 disimak
Para Siswa Ikut Imunisasi BIAS di Tanjungpinang
Artikel 21 jam lalu 142 disimak
Bentrok Lagi di Rempang, Amsakar Enggan Komentari “Saya Agak Goyang”
Artikel 1 hari lalu 169 disimak

POPULER PEKAN INI

“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 6 hari lalu 822 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 5 hari lalu 597 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 5 hari lalu 317 disimak
Barelang Jadi Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Transmigrasi Patriot
Artikel 2 hari lalu 285 disimak
Kapal Kargo Tabrak KM Putra Buluh di Perairan Bintan, 4 Nelayan Masih Hilang
Artikel 5 hari lalu 282 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?