Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemkab Bintan Kantongi Insentif Fiskal Rp2 Miliar
    16 menit lalu
    Nelayan Hilang saat Nyuluh Ikan di Teluk Bakau Bintan Ditemukan Meninggal Dunia
    22 menit lalu
    Usai Penggerebekan HH Club, Bareskrim Bidik Tempat Hiburan Malam Lain di Batam
    26 menit lalu
    Ojol vs Siswa SMKN 4 di Tiban, Dua Pengendara Luka-Luka
    33 menit lalu
    Sambut HUT RI ke-81, BAZNAS Batam Bagikan 500 Paket Sembako & Edukasi PHBS ke Anak Hinterland
    5 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    2 hari lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    3 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    3 hari lalu
    Krisis Tenaga Pendidik di Batam
    4 hari lalu
    14
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Singapura Terjebak di ‘Hidup Berdampingan dengan Virus”?

Editor Admin 5 tahun lalu 1.6k disimak

Perjalanan bebas karantina dan dilonggarkannya jarak sosial adalah janji yang diberikan pemerintah Singapura kepada warganya untuk mempercepat vaksinasi, SCMP melaporkan.

————

KINI, 88 persen dari populasi negara yang memenuhi syarat telah divaksinasi penuh.

Selama hampir dua tahun, Singapura menutup perbatasannya dan memberlakukan pembatasan ketat.

Namun mulai Rabu (8/9/2021), penduduk Singapura yang divaksinasi penuh mendapatkan lampu hijau untuk melakukan perjalanan ke Jerman dan Brunei.

Mereka pun bisa kembali tanpa menjalani karantina.

Singapura juga akan menerima pelancong yang divaksinasi dari kedua negara itu dan memungkinkan mereka berkeliaran dengan bebas setelah tes Covid-19 negatif.

Langkah itu diharapkan dapat menjadi pembuka dimulainya kembali kegiatan ekonomi.

Namun, adanya lonjakan kasus membuat Singapura berada di tengah ketidakpastian atas rencananya untuk memperlakukan virus corona sebagai endemik dan dibuka kembali ekonomi secara progresif.

Setelah melaporkan 1.325 kasus domestik dalam seminggu terakhir, yang naik dari 723 minggu sebelumnya, Singapura pada hari Senin (6/9/2021) mengumumkan larangan pertemuan dan interaksi di tempat kerja.

Larangan itu akan efektif Rabu, yang mendesak orang untuk membatasi pertemuan sosial menjadi sekali sehari.

Pada hari Senin, pernyataan menteri keuangan Lawrence Wong memicu pertanyaan di media sosial tentang apakah tujuan untuk pembukaan kembali ekonomi di dalam negeri sekali lagi akan tertunda atau apakah penerapan kebijakan “hidup berdampingan dengan virus” sudah dekat.

Wong mengatakan pihak berwenang tetap mencoba memperlambat penularan tanpa memperketat pembatasan.

Tetapi ia tidak akan mengesampingkan kembalinya ke keadaan “peringatan tinggi” di mana makan di luar dilarang.

Lebih buruk lagi, diterapkannya lagi “pemutus sirkuit” seperti tahun lalu, di mana orang harus tetap di rumah kecuali untuk berbelanja atau berolahraga di luar ruangan.

Sikap hati-hati pemerintah menyoroti kesulitan yang dihadapi ekonomi Asia – yang awalnya menutup perbatasan dan mengandalkan pembatasan ketat – dalam transisi mereka untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Sebab, semakin jelas bahwa vaksinasi saja tidak dapat menangkis varian Delta yang lebih ganas.

Dr Jeremy Lim dari Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore (NUS) mengatakan peringatan Wong didasarkan pada model epidemiologi, dan kekhawatiran teoretis dapat dimengerti.

Menurut pemodelan oleh Alex Cook, wakil dekan penelitian di universitas yang sama, Singapura dapat mencapai 1.000 kasus per hari pada akhir September jika infeksi terus berlanjut pada tingkat saat ini.

Alasan Wong adalah bahwa beban kasus yang sangat tinggi akan memicu jumlah yang cukup besar di ICU dan akhirnya, kematian.

Ada 643 pasien Covid-19 saat ini dirawat di rumah sakit di Singapura, enam di antaranya berada di unit perawatan intensif.

Namun, Lim mengatakan peringatan hari Senin adalah “pil pahit yang harus ditelan bagi sebagian besar warga Singapura yang dengan patuh mengikuti arahan pemerintah, dan bersiap menandai awal penuh era ketahanan terhadap Covid”.

Cook menambahkan: “Di satu sisi, Singapura telah mengatakan siap untuk pindah ke fase pandemi berikutnya, yang harus merelakan banyak kematian dan penerimaan kasus yang akan meningkat.”

“Namun ketika kasus benar-benar meningkat, ada wajah tegang dan pengetatan pembatasan.”

Dr David Allen, konsultan senior penyakit menular di NUS Yong Loo Lin School of Medicine, mengatakan orang-orang semakin banyak mendapat informasi dan akrab dengan virus.

Dikombinasikan dengan kelelahan pandemi, masyarakat lebih mungkin terganggu oleh pembatasan daripada jumlah kasus.

Allen mengatakan pemerintah telah konsisten mengatakan bahwa situasi virus fluktuatif, tetapi warga hanya mendengar sebagian dari pesan yang sesuai dengan keinginan mereka.

Ini adalah situasi yang jarang terjadi di Singapura, di mana pemerintah mendapat pujian atas pesannya yang tajam dan kampanye vaksinasi yang sukses.

“Tetapi menjelaskan endemisitas dan bagaimana suatu negara akan hidup dengan Covid-19 tidak semudah mendorong orang untuk divaksinasi,” kata Claire Hooker, dosen senior humaniora kesehatan dan medis di University of Sydney.

“Memberitahu orang untuk hidup dengan Covid-19 lebih rumit karena kita kembali ke keadaan ketidakpastian dan pengaturan akan dilakukan dengan cepat,” katanya.

“Anda tidak bisa memberi orang pesan sederhana yang pasti.”

Kadang-kadang, kata Hooker, ini berarti menerapkan kembali pembatasan yang orang pikir mereka telah dibebaskan.

Hal itu akan membuat pesan terdengar bertentangan atau membingungkan atau mengecewakan orang, ujarnya.

Ketika warga Singapura mengungkapkan kekecewaannya atas situasi tersebut, Hooker mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh menghindar dari mendengarkan pemikiran warga.

“Hal pertama adalah mengakuinya, mengatakan ‘Saya tahu semua orang kecewa. Saya tahu kami mungkin terdengar seperti kami bertentangan dengan diri kami sendiri, mungkin Anda merasa dikhianati karena kami menawarkan harapan palsu kepada Anda’,” katanya.

Kemudian, kata Hooker, pihak berwenang dapat membagikan indikator spesifik yang mereka cari saat beralih pembatasan, tetapi pada saat yang sama harus terbuka tentang mengkomunikasikan tingkat ketidakpastian.

“Pendorong kemarahan yang besar adalah ketika orang merasa bahwa mereka tidak memiliki kendali dan tidak didengar,” kata Cook dari NUS.

“Kami masih melaporkan nomor kasus harian di halaman depan, tetapi jumlah sebenarnya yang perlu dikhawatirkan adalah berapa banyak yang jatuh sakit parah, bukan berapa banyak kasus ringan yang ditemukan melalui upaya pelacakan kontak massal.”

Dia mengatakan bahwa Singapura membutuhkan gagasan yang jelas tentang seperti apa negara endemik itu, seperti mencatat sejumlah besar kasus domestik setiap hari selama itu bukan kasus yang parah.

Pihak berwenang kemudian harus “mencerdaskan” penduduk terhadap citra itu, katanya.

(*)

Sumber : SCMP | TRIBUN

Kaitan Covid 19, khas, Pelonggaran, singapura
Admin 8 September 2021 8 September 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Jokowi : Rencana Pemindahan Ibukota Jalan Terus
Artikel Selanjutnya Pahami Kebutuhan Air Bersih Batam

APA YANG BARU?

Pemkab Bintan Kantongi Insentif Fiskal Rp2 Miliar
Artikel 16 menit lalu 47 disimak
Nelayan Hilang saat Nyuluh Ikan di Teluk Bakau Bintan Ditemukan Meninggal Dunia
Artikel 22 menit lalu 26 disimak
Usai Penggerebekan HH Club, Bareskrim Bidik Tempat Hiburan Malam Lain di Batam
Artikel 27 menit lalu 33 disimak
Ojol vs Siswa SMKN 4 di Tiban, Dua Pengendara Luka-Luka
Artikel 33 menit lalu 53 disimak
Sambut HUT RI ke-81, BAZNAS Batam Bagikan 500 Paket Sembako & Edukasi PHBS ke Anak Hinterland
Artikel 5 jam lalu 77 disimak

POPULER PEKAN INI

“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 3 hari lalu 629 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 2 hari lalu 545 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 4 hari lalu 346 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
Histori 4 hari lalu 282 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 2 hari lalu 275 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?