BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi potensi curah hujan rendah hingga menengah di wilayah Tanjungpinang dan Bintan terjadi sampai akhir September 2022.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan terjadinya hujan sedang hingga lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang.
Warga juga diminta waspada terhadap genangan air dan banjir yang terjadi akibat hujan sedang hingga lebat yang berlangsung lama.
“Kondisi hujan dari dasarian II hingga III September berpotensi terjadi di Pulau Bintan,” kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Miranda Parhusip, di Tanjungpinang, dikutip dari Antara, Selasa (13/9/2022).
Menurut Miranda saat ini terdapat pusaran siklonik di sebelah barat Pulau Kalimantan yang mengakibatkan adanya belokan angin di sekitar Pulau Bintan yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, sehingga terjadi penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan di wilayah setempat.
“Ditambah kondisi Indeks Dipole Mode (IOD) negatif, di mana kondisi ini cukup mempengaruhi penambahan pasokan air hujan di wilayah Pulau Bintan dan Tanjungpinang,” ujarnya.
“Pantau terus website BMKG untuk mendapatkan informasi cuaca terbaru, sehingga dapat mengantisipasi jika terjadi banjir dipicu intensitas hujan tinggi,” sambung Miranda.
Hujan sedang hingga deras disertai petir melanda Pulau Bintan sejak Selasa pagi hingga sore hari.
(*)


