Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Amsakar: THM di Batam yang Main-main dengan Narkoba, Izinnya Akan Kita Cabut
    16 jam lalu
    Ombudsman Kepri Tegur Keras ABH: Respon Tangki Air Darurat Lambat
    18 jam lalu
    Kantor Bea Cukai Batam Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
    19 jam lalu
    Sepekan Kedepan Batam Masih Dilanda Panas, Suhu Mencapai 33 Derajat
    2 hari lalu
    Kebutuhan Mendesak, Pemkab Bintan Segera Lakukan Pengadaan 2 Unit Mobil Damkar
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    1 hari lalu
    Pembaca Lansia
    2 hari lalu
    Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
    4 hari lalu
    Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
    4 hari lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    2 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    2 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    3 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    3 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Sepak Terjang Pasukan 303

Editor Admin 4 tahun lalu 1.2k disimak

KASUS pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dilakukan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo, diikuti kabar adanya jaringan perjudian Konsorsium 303. Angka ini merujuk Pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur tentang perjudian. Adanya Konsorsium 303, yang katanya terkait Ferdy Sambo, tentu mencemarkan angka 303. Padahal ada aset negara yang memakai angka itu, yakni Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 303.

Yonif Raider 303 yang berada di bawah Brigade Infanteri 13/Galuh Divisi Infanteri 1/Kostrad punya sejarah panjang. Kesatuan ini berawal dari Batalyon Pengawal Markas Besar Tentara (MBT) yang dipimpin oleh Mayor Ir. R. Sudarto dan wakilnya Kapten A. Nasuhi yang berkedudukan di Bintaran, Yogyakarta.

Menurut buku Siliwangi dari Masa ke Masa, dari September 1945 sampai September 1949, batalyon ini aktif dalam perang kemerdekaan menghadapi Jepang, Belanda, dan penghancuran PKI Musso di Madiun.

Pada awal Agustus 1948, Batalyon Sudarto dikirim untuk menumpas PKI di Wonogiri, Baturetno, dan Wuriantoro. Dua kompi pasukan kalong PKI di bawah eks Mayor Sampir menyerah. Batalyon Sudarto kemudian bergerak ke daerah Pumeng Donorejo, Melati, Trenas, dan Pacitan.

Di daerah Melati, Batalyon Sudarto berhasil menangkap gembong PKI eks Kolonel Yusuf Bakhri cs., merampas mesiu, peralatan, dan senjata. Batalyon Sudarto selanjutnya bergerak ke Pringsewu, Pringgadani, Sawangan, dan Tawangmangu, kemudian kembali ke Yogyakarta.

Pada November 1948, Batalyon Sudarto mengadakan konsolidasi di Magelang. Letkol Sudarto kemudian menjadi Komandan Brigade XVII yang dibentuk untuk menampung kesatuan-kesatuan pelajar yang tergabung dalam Tentara Pelajar. Sebelum menjadi Brigade XVII, brigade ini bernama Kesatuan Reserve Umum W (KRU W).

Sementara KRU Z masuk organik menjadi batalyon dari Brigade XIV/Siliwangi. Pada 17 Desember 1948, batalyon ini bergerak ke daerah Temanggung. Setelah Agresi Militer Belanda II, pada 19 Desember 1948 batalyon ini melakukan long march menuju Jawa Barat.

Kivlan Zen, mantan Komandan Yonif Raider 303/SSM Kostrad, dalam Personal Memoranda dari Fitnah ke Fitnah, menyebut bahwa Batalyon Infanteri Sudarto sebagai pengawal Presiden Sukarno tahun 1945 sampai akhir November 1948. Kemudian bertempur bersama Siliwangi melawan komunis dan Belanda pada saat Bung Karno ditawan Belanda. Setelah Bung Karno dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta, Yonif Sudarto tetap mengikuti Siliwangi dan ikut kembali ke Jawa Barat.

Selanjutnya, Yonif Sudarto dipecah menjadi dua di Selawu, dekat Tasikmalaya. Dua kompi dipimpin oleh Kaharudin Nasution menjadi Yonif 303 dan berbasis di Cikajang, Garut. Sedangkan dua kompi dipimpin oleh Mung Parhadimulyo menjadi Yonif 305 dan berbasis di Karawang. Sehingga, tunggul atau lambang kedua yonif ini sama-sama tengkorak putih menggigit belati. Yang membedakan sesantinya: Yonif 303/Setya Perlaya sedangkan Yonif 305/Tengkorak.

Buku Siliwangi dari Masa ke Masa menyebut Yonif 303 lahir pada 1 September 1949 yang berturut-turut mengalami pergantian nama menjadi Batalyon D, Batalyon 123, dan Batalyon 303/Setya Perlaya. Setelah pengakuan kedaulatan (27 Desember 1949), batalyon ini terus mengadakan konsolidasi di bawah Mayor A. Nasuhi.

Dalam perjalanan sejarahnya, selain melawan PKI dan Belanda, Yonif 303/Setya Perlaya juga ikut menumpas Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) Westerling pada Januari 1950 di Bandung, PRRI pada 1959 di Sumatra, DI/TII Jawa Barat, DI/TII Kahar Muzakkar, dan PKI di Jawa Barat dan Jawa Tengah pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Pada 1986, Yonif 303/Setya Perlaya di bawah Mayor Kivlan Zen ditugaskan ke Timor Timur. Kivlan mengaku selalu berhasil dalam pertempuran melawan pasukan Fretilin sehingga mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Letnan Kolonel.

Pada saat Kivlan memimpin pasukan Yonif 303/Setya Perlaya di Timor Timur, Kostrad memberikan kesempatan untuk mengubah tunggul atau lambang kesatuan yang semula berada di bawah Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya, dan Kodam VII/Wirabuana menjadi tunggul kesatuan di bawah Kostrad.

Kivlan menganggap sesanti Setya Perlaya tidak dipahami prajurit karena berasal dari bahasa Sanskerta. Oleh karena itu, dia mengganti sesanti Setya Perlaya dengan Setia Sampai Mati (SSM). Sehingga, kesatuan ini disebut Yonif Raider 303/SSM Kostrad.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan judi, Konsorsium 303, Pasukan 303, Yonif Raider 303
Admin 22 September 2022 22 September 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Sekda Batam Pamer Inovasi Tapping Box hingga Ponjen ke Peserta PKA Angkatan II
Artikel Selanjutnya Ombudsman RI Dukung Mall Pelayanan Publik Hadir di Kota Tanjungpinang

APA YANG BARU?

Amsakar: THM di Batam yang Main-main dengan Narkoba, Izinnya Akan Kita Cabut
Artikel 16 jam lalu 113 disimak
Ombudsman Kepri Tegur Keras ABH: Respon Tangki Air Darurat Lambat
Artikel 18 jam lalu 142 disimak
Kantor Bea Cukai Batam Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Artikel 19 jam lalu 161 disimak
Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
Histori 1 hari lalu 184 disimak
Sepekan Kedepan Batam Masih Dilanda Panas, Suhu Mencapai 33 Derajat
Artikel 2 hari lalu 180 disimak

POPULER PEKAN INI

Diduga Dampak Karhutla, Langit Batam Mulai Diselimuti Kabut Asap
Artikel 4 hari lalu 353 disimak
Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
Histori 6 hari lalu 310 disimak
Empat Hari Krisis Air di Batam, Warga Mulai Kesulitan
Artikel 6 hari lalu 308 disimak
BMKG Batam: “Cuaca Kota Batam Awal Bulan September Cerah Berawan”
Artikel 3 hari lalu 291 disimak
Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
Lingkungan 4 hari lalu 291 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?