Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Akhir Maret ini SPPG Batam Mulai Distribusikan Kembali MBG ke Sekolah
    54 menit lalu
    Diskominfo Batam Sosialiasikan Larangan Penggunaan Medsos Anak Dibawah 16 Tahun
    3 jam lalu
    Kantor Imigrasi Batam Tindak Lanjuti Keluhan Pemerasan Kepada WNA di Pelabuhan
    15 jam lalu
    Polsek Batam Kota Respon Cepat Laporan Masyarakat Melalui Layanan Darurat 110
    1 hari lalu
    Tim SAR Temukan Mayat Laki-laki yang Melompat dari Jembatan Lima Barelang
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    2 minggu lalu
    Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
    2 minggu lalu
    Bassist God Bless, Donny Fattah Gagola Meninggal Dunia
    3 minggu lalu
    Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 16 Tahun
    3 minggu lalu
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    1 bulan lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    4 minggu lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Ragam

Rhoma Irama, Raja Dangdut yang Mengawali Karier Musiknya dari Pop dan Genre Musik Barat

Editor Redaksi 2 tahun lalu 919 disimak
Raja dangdut, Rhoma Irama. F/ getty images.

TAK Banyak yang Tahu Rhoma Irama, Mengawali Kariernya dari Genre Barat
kita sepakat jika Rhoma Irama adalah raja dangdut.

Dialah yang memoles dan membesarkan genre musik ini, hingga terkenal seantero negeri. Bahkan, mancanegara.

Bila ada yang berani mengusik dangdut, maka Bang Haji – demikian sapaan populernya- akan turun tangan. Rhoma adalah dangdut. Dangdut adalah Rhoma.

Walaupun begitu, karier kemusikan sang raja tidak datang dari orkes melayu, genre musik cikal bakal dangdut. Sebaliknya, perjalanan awal musiknya lebih banyak diwarnai oleh musik-musik bergenre pop rock.

Rhoma lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 11 Desember 1946. Nama lahirnya bukanlah Rhoma Irama. Melainkan Raden Irama. Dinukil dari buku Dangdutan, Kumpulan Tulisan Dangdut dan Praktiknya di Masyarakat, karya Michael H.B. Raditya, kedua orang tua Rhoma, R. Burdah dan Tuty Juwariyah memberikan nama Irama karena terinspirasi dari grup sandiwara Irama Baru.

Alih-alih menggunakan nama Raden Irama, dia memilih Oma Irama sebgai nama panggungnya. Oma menapaki jejak musiknya dengan bergabung pada grup musik Gahyand, Tornado, juga Varia Irama Melody.

Bersama band-band tersebut, Rhoma mengkover karya-karya musisi barat seperti The Beatles, Paul Anka, Golden Singer, Pat Boone, Elvies Presley.

Menurut catatan H.B. Raditya, Rhoma sempat bergabung ke beberapa orkes Melayu, seperti OM Chandraleka pimpinan Umar Alatas, OM Purnama pimpinan Awab Haris, OM Pancaran Muda pimpinan Zakaria, pada pertengahan 1960-an.

Sayang, Oma tidak puas dengan pencapaiannya kala itu. Dia pun memutuskan untuk kolaborasi dengan beberapa grup musik pop. Salah satunya, berduet dengan Inneke Kusumawati, diiringi band Zaenal Combo dan de Galaxies. Kolaborasi tersebut menghasilkan beberapa karya seperti Jangan Kau Marah dan Cinta Buta.

Karier musik pop Oma semakin naik daun, kala dia sukses unjuk gigi di Festival Pop Asia Tenggara pada 1972 di Singapura. Saat itu, Oma berduet dengan Wiwil Abidien keluar sebagai pemenang.

Awal Karier di Musik Dangdut

OMA mengambil langkah penting pada 1970, dengan membentuk OM sendiri bernama Soneta. Lewat Soneta, Oma berduet dengan Elvy Sukaesih. Di sinilah takdir membawanya menjadi raja dangdut kelak.

Album perdananya, berjudul Begadang, meledak di pasaran. Diperkirakan, Begadang terjual 1 juta keping. Kabarnya, bukan Begadang yang dijagokan meraih hits, melainkan Tung Keripit, karena aransemen dan beat lagu. Akan tetapi, pasar punya selera sendiri, Begadang.

Bersama Soneta, Oma melakukan terobosan, yaitu pergi haji. Keputusan tersebut mendapat tentangan dari para seniman musik, mengingat panggung musik identik dengan minuman keras, seks bebas, dan penyalahgunaan narkotika.

Oma bergeming, dia tetap memutuskan tetap berangkat haji pada 1975. Langkah beraninya kemudian diiringi dengan perubahan nama menjadi Rhoma Irama. R untuk Raden dan H untuk haji.

Oma menggapai puncak kejayaannya dengan Soneta pada era 1970-an. Ketika itu, musik dangdut yang ditawarkan Soneta diterima di masyarakat. Lirik-lirik yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, membuat karya-karya Rhoma mendapat tempat di hati masyarakat. Terutama kalangan kelas menengah bawah.

Setiap kali manggung, panggung Soneta dijejali oleh masyarakat. Bahkan, Rhoma bersama Soneta harus berkeliling kota terlebih dahulu sebelum manggung. Dalam bincang-bincang di Podcast Helmy Yahya, Rhoma menuturkan, kala itu masyarakat tidak percaya ada Soneta, kalau belum melihat sosok aslinya.

Walau namanya melejit berkat dangdut, Rhoma tak melupakan akarnya, yaitu pop. Pada 1977, label Yukawi berjudul Pop Indonesia Vol. I, Rhoma Irama. Demikian diakses dari situs arsip musik Indonesia iramanusantara.org.

Dalam vinil itu terdapat lima lagu karya Rhoma Irama, berjudul Remaja, Naviri, Bulan, Luka Derita, dan Mengapa Membisu. Tidak ada suara gendang atau suling dalam lagu-lagu tersebut. Nuansanya cenderung sangat ngepop.

Dengan genre rock, Rhoma juga memiliki ikatan yang kuat. Kabar ini sudah lama beredar, karena warna sejumlah lagu Soneta memiliki kesamaan dengan Deep Purple. Beberapa karyanya seperti Seni, Hari Berbangkit, Nafsu Serakah, dan Badai Fitnah, menurut Michael H.B. Raditya dikutip dari popharini.com, terpengaruh oleh Deep Purple.

Mengenai Deep Purple, Michael menulis bahwa Rhoma tidak pernah membantah terinspirasi dari band asal Inggris tersebut. Bagi Rhoma, band itu menginspirasinya untuk berkarya.

Walaupun demikian, Rhoma bersama Soneta memiliki hubungan negatif dengan rock. Pada 70-an, dangdut Rhoma berseteru dengan rock, saat itu diwakilli oleh Benny Soebardja atau Achmad Albar.

Para penggemar musik tersebut terlibat saling ejek. Bahkan, diperkirakan saling terlibat adu fisik. Kedua genre itu pun mencapai rekonsilitasi, ditandai dengan konser bersama Soneta dan God Bless di Istora Senayan Jakarta, pada 1977.

“Saya pikir rocker itu brengsek semua. Dulu. Sekarang sudah tidak,” ujar Rhoma mengenang perseteruan tersebut bersama Achmad Albar dalam podcast-nya.

Keberaniannya memasukkan unsur rock pada musik melayu yang kemudian disebut sebagai dangdut memang patut mendapat apresiasi yang tinggi. Sehingga pada tahun 1985 Majalah Asia Week menempatkan Rhoma Irama sebagai Raja musik Asia Tenggara.

Sumbangsih bagi Musik Indonesia
Sebagai Raja Dangdut, kontribusi Rhoma terhadap musik nasional sangatlah besar. Dialah figur penting di balik kelahiran genre musik dangdut, pengembangan dari orkes melayu. Keberanian Rhoma meracik berbagai genre itu mengantarkannya pada penghragaan Raja Musik Asia Tenggara oleh majalah Asia Week pada 1985.

Melalui Soneta, Rhoma merawat genre dangdut hingga sekarang. Sebanyak 600 lagu diciptakan Rhoma, dan mayoritas sukses di pasaran. Salah satu karyanya, Begadang, masuk dalam daftar 150 musik terbaik Indonesia versi majalah Rolling Stone.

Selain itu, pada era kejayaannya, Rhoma juga ikut mengorbitkan para musisi dangdut. Beberapa pemusik seperti Elvy Sukaesih, dan Rita Sugiarto, nama mereka mengorbit berkat Rhoma. Rita sendiri bercerita bahwa karier kedangdutannya melejit setelah dididik sang Raja Dangdut.

Pada usianya yang tak muda lagi, Rhoma juga masih berani berinovasi. Pada April 2023, dia membuat heboh jagat media sosial karena menyanyikan lagu berjudul Butter, karya boyband asal Korea Selatan BTS. Lagu itu dibawakan di tengah dia menyanyikan lagu miliknya, berjudul Musik. “Smooth like butter, like a criminal undercover. Gon’pop like trouble breaking into your heart like that, ooh.”

Meski cuma sepotong, tetapi aksi Rhoma ini berhasil menyita perhatian para Kpopers, terutama Army-fans BTS. Lewat aksinya tersebut, dia seakan memberikan pesan bahwa karier Raja Dangdut belum habis. Selain itu, dangdut adalah musik yang adaptif. Dapat bersanding dengan beragam genre. Termasuk musik Kpop.

Era sudah berganti, pesona Raja Dangdut belum pudar. Rhoma masih dipercaya mengisi panggung-panggung musik nasional. Melaui podcast-nya, dia pun membagikan pandangan dan gagasannya. (*)
Sumber : FB Rocky Gerung

Kaitan musik, Musik Dangdut, Raja Dangdut, Rhoma Irama, top
Redaksi 27 Mei 2024 27 Mei 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kepala BP Batam dan Menteri Besar Johor Sepakat Majukan Perekonomian Kedua Wilayah
Artikel Selanjutnya “Gelama; Ikan yang Hidup di Koloni Besar”

APA YANG BARU?

Akhir Maret ini SPPG Batam Mulai Distribusikan Kembali MBG ke Sekolah
Artikel 54 menit lalu 35 disimak
Diskominfo Batam Sosialiasikan Larangan Penggunaan Medsos Anak Dibawah 16 Tahun
Artikel 3 jam lalu 62 disimak
Kantor Imigrasi Batam Tindak Lanjuti Keluhan Pemerasan Kepada WNA di Pelabuhan
Artikel 15 jam lalu 56 disimak
Polsek Batam Kota Respon Cepat Laporan Masyarakat Melalui Layanan Darurat 110
Artikel 1 hari lalu 59 disimak
Tim SAR Temukan Mayat Laki-laki yang Melompat dari Jembatan Lima Barelang
Artikel 1 hari lalu 21 disimak

POPULER PEKAN INI

Jelang Perayaan Idul Fitri Pemkab Bintan Tuntaskan Penyaluran THR ASN dan Insentif non ASN
Artikel 6 hari lalu 416 disimak
Malam Takbiran Hutan di Sungai Harapan Terbakar
Artikel 6 hari lalu 405 disimak
Walikota Batam Salat Id Bersama Masyarakat di Dataran Engku Putri
Artikel 6 hari lalu 402 disimak
Cahaya Obor Menghiasi Malam Takbiran di Kabupaten Bintan
Artikel 6 hari lalu 388 disimak
Walikota Batam Gelar Open House Idul Fitri di Wisma Batam
Artikel 5 hari lalu 327 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?