Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
    16 jam lalu
    Komisi III DPRD Batam Soroti Keberadaan Titik Parkir Didepan PT Panasonic
    17 jam lalu
    Petani di Setokok Disambar Petir, 1 Meninggal Dunia, 1 Luka-luka
    18 jam lalu
    Pemko Batam Siapkan Skema Swastanisasi Dalam Pengelolaan Sampah
    20 jam lalu
    Awal Tahun 2026 Kunjungan Wisman ke Batam Mencapai 257.928 Orang
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    19 jam lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    4 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    4 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    5 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

Apa itu “Indonesia Gelap”, Tajuk Unjuk Rasa Mahasiswa di Beberapa Daerah?

Editor Admin 1 tahun lalu 811 disimak
Ribuan warga melakukan unjuk rasa dalam demonstrasi “Indonesia Gelap” di kawasan Patung Kuda Arjuna di Jakarta, pada Jumat, 21 Februari 2025, menolak kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat dan masa depan generasi muda. © Eko Siswono Toyudho/BenarNewsDisediakan oleh GoWest.ID

RIBUAN mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil di beragam daerah pada Jumat (21/2) menggelar unjuk rasa berjargon “Indonesia Gelap”, sebagai ungkapan kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto.

Daftar Isi
Apa itu “Indonesia Gelap”?Siapa yang menginisiasi?Di mana saja protes ini terjadi?Apa tuntutan unjuk rasa “Indonesia Gelap”?Bagaimana respons pemerintah?Bagaimana pandangan analis?Apakah aksi mahasiswa pernah terjadi sebelumnya di Indonesia?

Di Jakarta, unjuk rasa digelar selepas salat Jumat. Para pendemo berkumpul di area Taman Ismail Marzuki lalu berjalan kaki sejauh sekitar tiga kilometer menuju Monumen Nasional—beberapa ratus meter dari Istana Kepresidenan.

Dalam demonstrasi tersebut, para pendemo berorasi dan membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap pemerintah, serta menyanyikan beragam lagu, salah satunya, “Bayar Bayar Bayar”, lagu yang mengisahkan tentang perilaku koruptif polisi yang dinyanyikan Sukatani, band yang viral beberapa hari terakhir karena meminta maaf secara terbuka kepada kepolisian karena menulis lagu tersebut.

Protes hari ini merupakan tindak lanjut aksi serupa yang telah digelar di Jakarta dan beragam daerah sejak 17 Februari 2025.

Unjuk rasa yang dimulai setelah salat Jumat terus berlangsung hingga malam hari di mana berbagai elemen masyarakat membawa sejumlah poster dan lilin berdemonstrasi di sekitar Patung Kuda Arjuna di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2025. [Eko Siswono Toyudho/BenarNews]

Apa itu “Indonesia Gelap”?

Tajuk “Indonesia Gelap” bermula dari tagar di media sosial sebagai respons atas situasi negara yang dinilai kian memburuk. Di media sosial, tagar #IndonesiaGelap disertai gambar burung garuda—simbol Indonesia—dengan latar hitam, bahkan sempat menjadi trending topic di X pada 17 Februari dengan unggahan mencapai lebih 81 ribu kali. Tajuk itu kemudian digunakan sebagai slogan unjuk rasa mahasiswa.

Sementara Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, Herianto, pada 18 Februari mengatakan, slogan “Indonesia Gelap” digunakan untuk menyimbolkan ketakutan dan kekhawatiran atas beragam kebijakan pemerintah yang gelap dan tidak transparan, sekaligus simbol kontradiksi cita-cita pemerintah terhadap generasi muda.

Menurut Herianto, pemerintah berhasrat mencetak generasi emas 2045, namun kebijakan yang diambil saat ini justru menghambat impian tersebut, seperti memotong anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

Para pengunjuk rasa mengikuti demonstrasi menentang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyerukan berbagai tuntutan, termasuk tinjauan terhadap pemotongan anggaran pemerintah dan program makanan bergizi gratis untuk sekolah di depan barikade polisi di Jakarta pada 21 Februari 2025. [Yasuyoshi Chiba/AFP]

Siapa yang menginisiasi?

Aksi ini diprakarsai sejumlah kelompok mahasiswa, seperti Aliansi BEM SI dan BEM Universitas Indonesia. Seiring waktu, aksi ini kemudian berkongsi dengan koalisi masyarakat sipil.

Di mana saja protes ini terjadi?

Di Jakarta, protes ini telah berlangsung sejak Senin (17/2), lalu dilanjutkan pada 20 Februari yang bertepatan dengan pelantikan seluruh kepala daerah oleh Prabowo di Istana Kepresidenan, dan terbaru pada hari ini.

Selain di Jakarta, protes serupa antara lain terjadi di Palembang, Bandung, Surabaya, Bandar Lampung, Pekanbaru, Yogyakarta, Solo, dan Makassar.

Apa tuntutan unjuk rasa “Indonesia Gelap”?

Para pendemo membawa tuntutan beragam, namun salah satu yang sama adalah desakan meninjau ulang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang pemangkasan anggaran negara. Para mahasiswa mengatakan pemotongan anggaran yang juga menyasar sektor pendidikan berpotensi memberi dampak negatif, salah satunya kenaikan biaya kuliah.

Mahasiswa dan aktivis mengikuti aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” untuk menentang kebijakan pemotongan anggaran Presiden Prabowo di depan Gedung DPRD Jawa Timur di Surabaya pada 21 Februari 2025. [Juni Kriswanto/AFP]

Tuntutan lain adalah terkait transparansi pembangunan lantaran Proyek Strategis Nasional dianggap justru merugikan masyarakat dengan melakukan penggusuran, menolak Rancangan Undang-undang Mineral dan Batu Bara, menolak peran Tentara Nasional Indonesia di kehidupan sipil, dan mendesak pengesahan Rancangan Undang-undang Perampasan Aset.

Ada pula tuntutan perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional, menolak impunitas pelaku pelanggaran hak asasi manusia berat, dan menolak keikutsertaan mantan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam pemerintahan Prabowo.

Salah seorang mahasiswa yang ikut unjuk rasa pada Kamis (20/2), Randi Syahrian mengatakan, protes ini merupakan perlawan terhadap kebijakan-kebijakan Prabowo yang dianggap tidak berdampak baik terhadap masyarakat.

“Seperti pemotongan anggaran sektor pendidikan yang bisa berdampak terhadap biaya kuliah,” ujar mahasiswa Universitas Nasional itu kepada BenarNews.

Bagaimana respons pemerintah?

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sempat menghampiri para pendemo pada Kamis (20/2). Prasetyo mengaku pemerintah menghargai sikap kritis mahasiswa dan terbuka atas ragam tuntutan tersebut. Dia bahkan meminta mahasiswa menunjuk perwakilannya untuk berdialog bersama pemerintah.

“Berikan masukan terhadap poin-poin yang Saudara tuntut. Mari kita perbaiki bersama-sama,” kata Prasetyo kala itu.

Bagaimana pandangan analis?

Peneliti bidang Politik dan Kebijakan Publik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Dominique Nicky Fahrizal berpendapat, rangkaian unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” merupakan respons atas tata kelola pemerintah yang buruk.

“Hulunya adalah tata kelola yang medioker,” kata Nicky kepada BenarNews, merujuk salah satunya kepada pemangkasan anggaran sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan publik.

Mahasiswa yang berunjuk rasa mencoba membuka gerbang Gedung DPRD Sulawesi Selatan dalam demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap”, menolak kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo Subianto, di Makassar, Sulawesi Selatan pada 21 Februari 2025. [Daeng Mansur/AFP]

Apakah aksi mahasiswa pernah terjadi sebelumnya di Indonesia?

Demonstrasi mahasiswa pernah berulang kali terjadi di Indonesia. Salah satu yang terkenal adalah aksi mahasiswa pada 1998 yang berujung turunnya Suharto dari tampuk kepemimpinan setelah menjadi presiden selama sekitar tiga dekade.

Pada era Presiden Habibie, mahasiswa juga turun ke jalan, dengan tuntutan menolak hasil Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) serta menuntut penghapusan dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI/kini TNI).

Bahkan pada pemerintahan Joko “Jokowi” Widodo, protes juga beberapa kali terjadi, salah satunya aksi berjargon “Reformasi Dikorupsi” yang menolak revisi Undang-undang KPK dan protes “Peringatan Darurat” yang mengkritisi revisi UU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Kaitan batam, demo, Indonesia gelap, mahasiswa
Admin 23 Februari 2025 23 Februari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Setelah Hasto ditahan, akankah PDI Perjuangan menjauh dari Prabowo?
Artikel Selanjutnya Masjid Abdul Gafoor Singapura: Dibangun oleh Pedagang India dan Sais Kuda dari Bawean

APA YANG BARU?

Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
Artikel 16 jam lalu 87 disimak
Komisi III DPRD Batam Soroti Keberadaan Titik Parkir Didepan PT Panasonic
Artikel 17 jam lalu 105 disimak
Petani di Setokok Disambar Petir, 1 Meninggal Dunia, 1 Luka-luka
Artikel 18 jam lalu 101 disimak
Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
Sports 19 jam lalu 92 disimak
Pemko Batam Siapkan Skema Swastanisasi Dalam Pengelolaan Sampah
Artikel 20 jam lalu 111 disimak

POPULER PEKAN INI

Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
Artikel 6 hari lalu 263 disimak
Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 6 hari lalu 253 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 3 hari lalu 249 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 4 hari lalu 242 disimak
Overload Belanja Pegawai, Jumlah P3K Kab. Bintan Terancam Dipangkas
Artikel 6 hari lalu 241 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?