Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    477 Personel Polda Kepri Terkena Mutasi
    17 jam lalu
    DPRD Kota Batam Tunda Ambil Keputusan Terkait Ranperda Lembaga Adat Melayu
    22 jam lalu
    Triwulan I 2026 Investasi di Batam Naik 102,85%
    23 jam lalu
    Polsek Lubuk Baja Tangkap Pelaku Penikaman di Nagoya Thamrin City
    23 jam lalu
    Bulog Batam Pastikan Stok Beras Masih Terjaga Untuk Tiga Bulan Kedepan
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Benahi Status Guru Honorer di Kab. Karimun
    19 jam lalu
    Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
    2 hari lalu
    Bersih Pantai dan Laut Dalam Rangka Hari Bumi di Nirwana Gardens Bintan
    2 hari lalu
    “Etalase Publik”: Yang Lahir dari Transportasi Publik
    2 hari lalu
    TBM Kepulauan Riau Lolos Kurasi Nasional
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Pecong, Batam
    2 hari lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Budaya

Melawat ke Pulau Penyengat, Pulau Penuh Dengan Sejarah dan Kebudayaan Melayu

Editor Redaksi 1 tahun lalu 611 disimak
Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. F/ @zah Gowest.Id

PULAU Penyengat di Kota Tanjungpinang menjadi salah satu tujuan wisata paling ramai dikunjungi disaat musim liburan, khususnya liburan hari raya Idul Fitri.

Tidak hanya wiasatawan dari lokal kota Tanjungpinang saja yang berkunjung kesana, akan tettapi juga dari wilayah lainya di Kepri, bahkan juga dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Pulau Penyengat yang berada disebrang daratan ibukota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan budaya Melayu yang begitu kental.

Butuh waktu antara 10 sd 15 menit untuk nyampai ke pulau bersejarah tersebut dari pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang dengan menggunakan moda transportasi laut sejenis Pompong, dengan ongkos relatif murah, Rp 10 ribu per penumpang.

Saat awak Gowest Indonesia menyambangi pulau ini pada Minggu (7/4/2025), cukup ramai orang berkunjung kesana.

Begitu tiba di dermaga Pulau Penyengat, pengunjung disambut dengan semilir angin laut yang lembut dan pemandangan megah Masjid Raya Sultan Riau, salahsatu ikon arsitektur Islam klasik yang menjadi simbol kejayaan masa lampau.

Dari dermaga menuju arah masjid ini berjarak 100 meter, cukup ditempuh dengan berjalan sepanjang pelantar sambil menikmati pemandangan sekelilingnya.

Ratusan orang cukup ramai memadati area halaman masjid baik yang berkelompok besar, ataupun kelompok kecil. Tidak sekedar menikmati keindahan dan suasana masjid bersejarah ini saja, akan tetapi juga menyempatkan untuk melakukan sholat wajib atau sunah.

Keramaian suasana libur lebaran seperti ini, banyak berdampak kepada perekonomian warga pulau Penyengat, salahsatunya ke pengemudi Bentor (becak motor), moda transportasi umum di pulau ini.

“Alhamdulillah cukup ramai pak. Selama lebaran seperti ini, memang lumayan ramai yang berkunjung ke sini” tutur salahseorang pengemudi Bentor, yang disewa Gowest Indonesia untuk keliling wisata pulau.

Ia menambahkan, selama musim liburan lebaran seperti ini, dirinya bisa memperoleh penghasilan dari sewa bentor Rp 300 ribu per hari.

“Kalau lagi musim begini bisa sampai tiga ratus ribu per hari pak. Tapi kalau hari-hari biasa nggak nyampai segitu, ya setahun sekali lah pak” tambahnya.

Di pulau Penyengat terdapat beberapa lokasi dan situs sejarah perkembangan Kesultanan Melayu Riau, yang dapat dikunjungi oleh para pengunjung dengan berkeliling menggunakan jasa sewa Bentor.

Beberapa tempat tersebut diantaranya;

Masjid Raya Sultan Riau

Menurut sejarah, masjid ini berdiri kokoh sejak tahun 1832, terkenal dengan 13 kubah dan 4 menara yang melambangkan 17 rakaat salat fardu. Warna kuning cerah yang khas menambah pesona bangunan bersejarah ini.

Menariknya, dinding-dinding masjid dibangun menggunakan campuran putih telur, menciptakan tekstur unik yang hingga kini masih terawat baik. Tak heran jika Masjid Raya Sultan Riau menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.

Situs Sejarah Melayu

Selain masjid, kompleks makam tokoh-tokoh Kerajaan Riau-Lingga juga menjadi magnet tersendiri. Salah satunya adalah makam Engku Putri Raja Hamidah, yang menerima Pulau Penyengat sebagai mas kawin dari Sultan Mahmud Syah pada tahun 1805.

Berdekatan dengan kompleks makam tersebut, terdapat pusara Raja Ali Haji, pahlawan nasional sekaligus sastrawan yang menulis karya monumental Gurindam Dua Belas, penanda bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia.

Setiap langkah di pulau ini membawa wisatawan menelusuri lembaran-lembaran sejarah yang masih terasa hidup.

Benteng Bukit Kursi dan Istana Kantor

Jangan lewatkan pula Benteng Bukit Kursi, sisa-sisa struktur pertahanan dari abad ke-18 yang dibangun untuk melawan serangan kolonial Belanda. Dari atas bukit, pengunjung bisa menikmati panorama laut yang membentang luas, sementara meriam tua yang tersisa menjadi saksi bisu perlawanan rakyat pada masanya.

Tak jauh dari sana, Istana Kantor, kediaman resmi Raja Ali (1844–1857), memamerkan kemegahan arsitektur Melayu klasik. Meski beberapa bagian bangunan tampak usang, keagungan dan nilai sejarahnya masih sangat terasa.

Nuansa Melayu di Setiap Sudut

Pulau Penyengat bukan hanya tentang bangunan bersejarah. Jalanan kecilnya dipenuhi rumah-rumah panggung tradisional, anak-anak bermain di tepi pantai, serta warga lokal yang menyambut wisatawan dengan senyum ramah.

Kuliner khas seperti otak-otak ikan segar dan minuman air dohot juga dapat dinikmati langsung di warung-warung sederhana milik warga setempat, menambah kekayaan pengalaman saat berkunjung ke pulau ini.

Pulau Penyengat menjadi contoh nyata bagaimana wisata edukatif, religius, dan budaya bisa berpadu dalam satu tempat.

Dengan akses yang mudah melalui perahu motor dari pelabuhan Tanjungpinang, wisatawan dapat mengeksplorasi kekayaan sejarah Melayu hanya dalam waktu singkat.

(zah)

Kaitan kepri, Kesultanan Riau Lingga, Kota Tanjungpinang, Pulau Penyengat, top, Wisata Religi
Redaksi 9 April 2025 9 April 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tarif Impor Tinggi AS Picu Kekhawatiran Pelaku Usaha di Batam
Artikel Selanjutnya Polisi Mulai Selidiki Dugaan Perusakan Lingkungan di DAS Baloi

APA YANG BARU?

477 Personel Polda Kepri Terkena Mutasi
Artikel 17 jam lalu 155 disimak
Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Benahi Status Guru Honorer di Kab. Karimun
Pendidikan 19 jam lalu 167 disimak
DPRD Kota Batam Tunda Ambil Keputusan Terkait Ranperda Lembaga Adat Melayu
Artikel 22 jam lalu 160 disimak
Triwulan I 2026 Investasi di Batam Naik 102,85%
Artikel 23 jam lalu 189 disimak
Polsek Lubuk Baja Tangkap Pelaku Penikaman di Nagoya Thamrin City
Artikel 23 jam lalu 160 disimak

POPULER PEKAN INI

1 Unit Rumah Rusak Berat Tertimpa Pohon Akibat Hujan dan Angin di Kel. Sadai
Artikel 6 hari lalu 447 disimak
“Pulau Minyak dan Karantina; Sambu, 1929”
Histori 6 hari lalu 431 disimak
Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
Lingkungan 2 hari lalu 409 disimak
Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
Artikel 5 hari lalu 393 disimak
TBM Kepulauan Riau Lolos Kurasi Nasional
Budaya 3 hari lalu 374 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?