Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    KSOP Batam Evakuasi Sembilan Awak Kapal MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Malaka–Singapura
    3 menit lalu
    Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura
    8 menit lalu
    Berawal dari Keinginan Melapor, Terduga Penusuk di Batam Justru Dibekuk Polisi
    23 menit lalu
    ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
    14 jam lalu
    Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
    14 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    2 hari lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    3 hari lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    3 hari lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    4 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    14 jam lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    1 hari lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    2 hari lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    3 hari lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Delapan Karakter Unik Singapura

Yang membuat mereka bisa semaju sekarang

Editor Admin 10 bulan lalu 461 disimak
Keterangan foto: seorang warga Singapura di Chinatown, berpenampilan sehari-hari yang simple dan sederhana, membawa rantang untuk membeli makanan. Foto diambil pada 9 September 2024. © F. Sultan YohanaDisediakan oleh GoWest.ID

TANGGAL 9 Agustus 2025, Singapura berulang tahun. Ke 60. Untuk sebuah negara, 60 tahun masih terbilang muda. Apalagi jika mengingat, di dekade 80-an, masih banyak warganya yang berak di jambang tanah yang cuma dilubangi begitu saja.

Oleh: Sultan Yohana


APA resep Singapura bisa semaju sekarang? Bisa menjadi negara kaya! Bisa menjadi negara paling aman se-Dunia! Negeri tempatuniversitas-universitas top, perusahaan-perusahaan top di Asia, bahkan Dunia? Padahal secara sumber daya alam, mereka tak punya apa-apa. Bahkan, ketika berpisah dengan Malaysia, Lee Kuan Yew sampai harus menangis, karena tak tahu bagaimana mencari duit untuk kelangsungan hidup Singapura kala itu.

Persinggungan saya dengan Singapura selama lebih dari 20 tahun (14 tahun terakhir tinggal di Singapura), membuka mata, ternyata modal TERBESAR sebuah negara bisa maju adalah MANUSIA-nya! Bukan kekayaan alam! Bukan letak strategis! Bukan sejarah masa lalu! Ya, manusia memegang peran utama kenapa sebuah negara bisa maju, atau justru sebaliknya.

Saya mencatat, ada sejumlah KARAKTER UNIK di masyarakat Singapura, yang saya anggap sebagai kunci keberhasilan mereka membentuk negara mereka menjadi seperti sekarang ini. Karakter khas yang tidak dimilik oleh rakyat dariu negara-negara lainnya. Karakter, yang mungkin bisa kita tiru, kita contoh, sebagai MODAL untuk membangun Indonesia lebih baik lagi. Catatan saya ini mungkin bisa diperdebatkan, karena pendekatan yang saya lakukan adalah “terjun langsung” di masyarakat Singapura, hidup bersama, dan berusaha mengamati dengan seksama. Tidak didasarkan pada kompetensi ilmu atau sebangsanya. Semoga bermanfaat.

Ini delapan karakter itu:

  1. Harga diri melebihi harga uang.
    Contoh paling gampang dari penjelasan karakter ini ada di depan mata. Jika Anda berkunjung ke Singapura, Anda dengan mudah akan menemukan orangtua-orangtua yang masih bekerja. Sebagai satpam, sebagai petugas kebersihan, sebagai pelayan restoran, menjaga toko, dls. Salah satu alasan atas fenomena “lansia bekerja” ini adalah soal harga diri itu. Di Singapura, orangtua pantang menerima duit dari anak-anak mereka, selagi masih bisa mencari sendiri. Harga diri mereka terlalu tinggi untuk sekedar minta-minta. Karakter ini, telah mendarah-daging, membentuk etos kerja serta model masyarakat yang anti “menengadahkan tangan”. Orang-orang Singapura, misalnya, merasa lebih mulia bekerja sebagai tukang cuci piring, ketimbang BERHARAP dapat HARTA WARISAN atau menjadi pemuka agama yang hidup dari pemberian masyarakat. Jejak-jejak karakter ini, di jaman internet sekarang misalnya, bisa Anda lihat dengan SEDIKITNYA orang Singapura yang jadi konten kreator, atau ngemis subcriber/like, dan lebih memilih bekerja di bidang yang lebih pasti. Karakter ini, menurut saya, sangat bertanggungjawab untuk menghindarkan Singapura terjebak sebagai masyarakat “pemimpi”. Mimpi, misalnya berharap datangnya “ratu adil”. Karena mereka tahu, “ratu adil” tidak datang begitu saja. “Ratu adil” harus diciptakan oleh mereka sendiri.
  2. Mengutamakan Pendidikan.
    Di masa muda, ibu mertua saya adalah ibu rumahtangga yang nyambi buruh kupas bawang dan menyetrika untuk mendapatkan uang belanja tambahan. Mereka dari kalangan keluarga miskin. Tapi, tiga dari empat anaknya semua sarjana. Anak pertama, perempuan, kapten di angkatan laut. Anak kedua, istri saya, seorang guru senior. Anak terakhir, bekerja di universtas. Hanya anak ketiga, laki-laki, yang tidak menamatkan SMP karena nakal, bekerja sebagai buruh pabrik. Buruh pabrik tidak buruk memang, tapi dibandingkan dengan ketiga saudaranya, dia yang paling tidak beruntung.

Dari situasi keluarga kami ini, kita bisa membayangkan, bagaimana pendidikan di Singapura berperan sangat penting bagi kesuksesan masa depan seseorang. Fakta ini kemudian membentuk masyarakat Singapura untuk mengutamakan pendidikan di atas kepentingan lainnya. Mereka tidak akan mau membeli kebutuhan-kebutuhan sekunder seperti mobil misalnya, jika pendidikan anak-anak mereka belum diberesi. Mereka lebih suka menghabiskan duit ratusan dolar per bulan untuk les pelajaran ini-itu, ketimbang membayar angsuran mobil.

Negara pun, kemudian mendesain pendidikan untuk bisa diakses siapa saja. Bisa diakses si miskin maupun si kaya. Bisa diakses si bodoh maupun si pinter. Di Singapura, Anda hanya butuh MAU dan KERJA KERAS untuk bisa sekolah setinggi yang Anda bisa. Negara telah menyediakan banyak cara untuk orang-orang yang MAU dan BEKERJA keras untuk menjadi pintar itu.

  1. Rasa solidaritas yang tinggi.
    Karakter ini mungkin seperti “anti-tesis” dari anggapan banyak orang yang menyebut orang Singapura individualistik. Memang secara umum, orang Singapura enggan membuat hubungan perkawanan yang terlalu intim. Saya menyebutnya, hubungan mereka biasanya sekedar “asal kenal” saja. Tapi di luar itu, saya melihat orang Singapura punya rasa solidaritas yang sangat tinggi di antara mereka. Mereka kerap berbondong-bondong menjadi sukarelawan di kegiatan apa saja, termasuk kegiatan kemanusiaan, atau sekedar kegiatan pemerintah yang dianggap bermanfaat. Ingat ya, SUKARELAWAN! Bukan pasukan nasi bungkus! Orang Singapura juga mudah “mengulurkan bantuan” pada masyarakat yang membutuhkan. Di lingkungan terkecil, mereka juga senang membangun kelompok-kelompok kecil untuk berkegiatan dan beraktivitas bersama. Seperti kelompok senam, kelompok jalan kaki, atau kelompok berkebun. Karakter ini mungkin datang karena latarbelakang masyarakat Singapura yang sebagian besar perantau.
  2. Susah dulu, senang belakangan.
    Masyarakat Singapura tidak mengenal “jalan pintas”. Mereka menyadari, sehebat apa pun background orangtua, background itu tidak berarti apa-apa jika ia tidak bekerja keras, tidak sekolah yang serius, atau membuktikan bahwa ia bisa. Setiap orang Singapura sadar, untuk bisa senang, mereka harus bersusah-susah dulu. Tidak ada budaya nepotisme di sini, lebih-lebih memaksa mengubah undang-undang agar anaknya yang belum cukup umur bisa jadi wakil presiden. Soalnya di Singapura, tidak ada jabatan wakil presiden, hehehe. Yang ada wakil perdana menteri, dan itu pun orang yang menjabat harus orang hebat. Tidak plonga-plongo macam wapres kita.
  3. Suka menabung dan tidak show-off.
    Salah satu tabungan legend itu namanya CPF (tentang CPF ini, bisa dibaca di sini https://batamseksi.blogspot.com/2023/10/cara-masyarakat-singapura-merencanakan.html?q=cpf ). Ini tabungan wajib, yang setiap warga Singapura yang bekerja, gaji mereka dipotong (rata-rata 20 persen), kemudian disimpan di akun negera, dan hanya bisa diambil untuk beli rumah, biaya pendidikan, atau usia setelah 65 tahun. Tabungan ini juga difungsikan sebagai uang pensiun. Negara juga bisa “meminjam” tabungan ini untuk modal pembangunan. Untuk modal mendirikan BUMN, yang keuntungannya dikembalikan kepada masyarakat. Bukan dibagi-bagikan ke komisaris-komisaris pendukung penguasa. Doktrin pemerintah untuk gemar (baca: memaksa) menabung ini, bisa jadi membuat masyarakat Singapura terbiasa untuk menabung.

Selain suka menabung, mereka juga tidak suka show-off apa yang mereka punya. Mereka cenderung memperlihatkan gaya hidup sederhana, meskipun kaya raya. Sehari-hari, mereka terbiasa naik angkutan umum, meski punya mobil mewah di rumah. Mereka terbiasa makan di pujasera murah, memakai pakain murah. Meski jika diperlukan, mereka tiba-tiba bisa tampil mewah.

  1. Kuat di perencanaan.
    Salah satu karakter penting orang Singapura adalah mereka kuat di perencanaan. Merencanakan apa saja. Dengan detil dan presisi. Saya misalnya, jika ingin bepergian ke mana saja, saya biarkan istri yang membuat rencana dan menyiapkan segala kebutuhan dalam perjalanan. Saya tahu, jika ia yang membuat rencana, semuanya akan berjalan dengan lancar, tak lupa satupun barang atau sesuatu yang kami perlukan. Jika saya yang merencanakan? Biasanya bubrah. Hehe.
  2. Religius.
    Karakter ini mungkin mengejutkan Anda! Tapi benar, orang Singapura, terlepas dari apa pun agama mereka, rata-rata sangat religius. Kuil-kuil selalu penuh. Masjid-masjid penuh. Gereja-gereja aktif.
  3. Kiasu.
    Yang terakhir ini, yang jelas, saya tak perlu menjelaskan lagi.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 
.

Kaitan batam, Catatan, indonesia, netizen, singapura
Admin 21 Agustus 2025 21 Agustus 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Asal Sejarah Gim Roblox
Artikel Selanjutnya Amsakar Achmad Tegaskan Pimpinan BAZNAS Kota Batam Harus Memiliki Integritas

APA YANG BARU?

KSOP Batam Evakuasi Sembilan Awak Kapal MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Malaka–Singapura
Artikel 3 menit lalu 9 disimak
Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura
Artikel 8 menit lalu 40 disimak
Berawal dari Keinginan Melapor, Terduga Penusuk di Batam Justru Dibekuk Polisi
Artikel 23 menit lalu 37 disimak
Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
Statistik 14 jam lalu 177 disimak
ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
Artikel 14 jam lalu 200 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 3 hari lalu 799 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 6 hari lalu 764 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 6 hari lalu 745 disimak
PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
Sports 7 hari lalu 742 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 733 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?