SEORANG nasabah berinisial IW melaporkan dirinya menjadi korban dugaan penipuan perbankan setelah kehilangan dana perusahaan sebesar Rp4,3 miliar dalam waktu sekitar 40 menit. Insiden ini terjadi pada 9 Februari di luar jam operasional perusahaan dan saat ini sedang diselidiki oleh kepolisian.
IW menjelaskan bahwa kejadian dimulai pada pukul 16.39 WIB, hanya 39 menit setelah kantor tutup pada pukul 16.00 WIB. Notifikasi di layar komputer mengarahkan stafnya untuk menghubungi call center resmi CIMB Niaga di nomor 14042.
Setelah mengikuti arahan tersebut, salah satu staf IW melakukan panggilan. Tak lama setelah itu, muncul laporan mengenai transaksi mencurigakan pada rekening perusahaan.
Transaksi berlangsung dengan cepat di rekening dolar AS dan rupiah tanpa adanya persetujuan resmi dari manajemen. Dalam akun dolar AS, tercatat lima transaksi masing-masing sebesar 60 ribu dolar, serta 260 ribu dolar yang ditukarkan ke rupiah oleh pihak tidak dikenal.
IW menegaskan bahwa penukaran sebesar 260 ribu dolar dilakukan tanpa persetujuan dari pihaknya, serta mengungkapkan bahwa biasanya perusahaan hanya melakukan transaksi kecil sesuai kebutuhan.
Dana tersebut kemudian mengalir ke 12 rekening berbeda atas nama individu, termasuk dua rekening di bank yang sama yang masing-masing bernilai Rp1 miliar. Ia mengingatkan bahwa setiap transaksi besar seharusnya harus melalui proses persetujuan internal.
Merasa dirugikan, IW melaporkan kasus ini ke pihak bank dan kepolisian pada 10 Februari, di mana laporan resmi diterbitkan pada 13 Februari. Kasus ini kini ditangani oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri.
Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, membenarkan penerimaan laporan dan menyatakan tim siber sedang menyelidiki aliran transaksi serta pihak-pihak yang terlibat. Dari total kerugian, sekitar Rp2 miliar sempat ditransfer ke rekening lain dalam bank yang sama, sebagian dana juga berhasil diblokir dan tersisa saldo sekitar seratus juta rupiah.
IW, yang telah menjadi nasabah selama 16 tahun, berharap agar penanganan kasus ini dapat memberikan kejelasan dan pertanggungjawaban. Sementara itu, Kepala CIMB Niaga Area Kepri, Sim Siang, menyatakan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini.
(dha)


