SEJUMLAH warga di Batam menggelar pawai di tengah kota sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pawai itu dilakukan karena diinformasikan ada sejumlah orang tua sempat khawatir program MBG tidak berjalan lagi setelah pelaksanaannya sempat tersendat.
Melalui pawai, warga berharap perhatian dan dukungan terhadap MBG tetap berlanjut agar anak-anak tetap mendapatkan asupan bergizi di sekolah.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, menyebut warga setempat menggelar pawai di pusat kota sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menampung aspirasi orang tua yang sebelumnya merasa khawatir ketika pelaksanaan MBG sempat tersendat. Ia menuturkan, pihaknya akan memastikan masukan tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam pelaksanaan program ke depan.
“Kami menampung kerisauan dari orang tua terkait Program MBG yang beberapa waktu lalu sempat tersendat,” ujar Hendri, Minggu (21/6/2026).
Sebelumnya, lebih dari 50 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batam sempat menghentikan operasional akibat keterlambatan pencairan dana operasional. Namun, kini seluruh dapur telah kembali beroperasi dan melayani penerima manfaat.
Pawai ini diikuti ratusan orang tua dan murid dari berbagai kecamatan di Kota Batam. Rombongan bergerak dengan rute yang berakhir di area Kantor Wali Kota Batam dan DPRD Batam.
Menurut Hendri, MBG merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Ia menyebut program ini bertujuan memastikan anak-anak memperoleh asupan bergizi agar lebih termotivasi mengikuti pembelajaran.
Hendri menambahkan, asupan makanan bergizi yang diterima siswa diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan kebugaran selama kegiatan belajar. Ia juga menilai manfaat MBG tidak bersifat instan, tetapi berpotensi memberi dampak besar bagi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Walau hasilnya tidak instan, satu generasi ke depan diharapkan lahir sebagai generasi muda yang hebat, kuat, dan berprestasi menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Salah satu murid SDN 004 Sekupang, Yasdan, mengatakan dirinya merasa senang dengan MBG dan berharap program tersebut terus berjalan. “MBG di sekolah bagus, maunya tetap dilaksanakan karena makanannya enak,” ucapnya.
Disdik Batam Akui Kumpulkan Guru Jelang Pawai
DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengakui sempat mengundang dan berdiskusi dengan para guru sebelum digelarnya pawai damai untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Minggu (21/6/2026).
Pawai yang diikuti ribuan guru, siswa, dan orang tua itu bergerak dari area Kantor Pemerintah Kota Batam menuju Mega Mall Batam Centre, sebelum kembali ke titik awal.
Kegiatan tersebut menjadi perhatian setelah beredar informasi adanya pertemuan Disdik Batam dengan guru sebelum aksi berlangsung. Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, membenarkan pertemuan dimaksud.
Hendri menjelaskan forum dilakukan setelah pihaknya menerima berbagai keluhan dari sekolah, guru, serta orang tua terkait terhentinya sementara pelaksanaan MBG. Menurutnya, Disdik kemudian mengumpulkan guru untuk mendengar langsung masukan dan aspirasi terkait langkah yang perlu diambil.
“Banyak keluhan dari guru dan sekolah yang menyatakan kok MBG sekarang sudah tidak berjalan lagi. Maka kami minta masukan dari mereka, apa yang pantas kita lakukan,” ujar Hendri.
Dari hasil diskusi, lanjut Hendri, muncul gagasan menggelar jalan sehat yang dikemas sekaligus dengan pawai sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat dan DPRD agar program tetap berlanjut.
“Kita melakukan jalan pagi, pawai sekalian menyampaikan masukan kepada DPRD dan pemerintah pusat bahwa program ini bagus dan didukung untuk tetap dilanjutkan,” katanya.
Namun, Hendri menegaskan bahwa Disdik tidak memberikan instruksi atau kewajiban kepada sekolah untuk mengerahkan guru maupun siswa mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut Disdik hanya menawarkan rencana kegiatan apabila pihak sekolah ingin berpartisipasi.
Hendri juga membantah pawai ini merupakan arahan dari Kementerian Pendidikan atau instansi lain, melainkan respons atas aspirasi yang berkembang di lingkungan sekolah dan orang tua siswa.
Menurut Hendri, MBG dinilai memberikan manfaat besar karena membantu pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Ia menilai program tersebut perlu terus berjalan karena anak didik merupakan penerima manfaat langsung.
“Anak-anak kita adalah penerima manfaat langsung. Mereka membutuhkan asupan gizi yang cukup agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Karena itu kami mendukung program ini tetap berjalan,” pungkasnya.
(dha)


