ANGIN segar berembus bagi para pelaku UMKM dan pengguna jalan di kawasan Batam Kota. Proyek pelebaran Jalan Tengku Sulung sepanjang 2,2 kilometer yang sempat diwarnai penutupan arus lalu lintas dan keluhan pedagang lokal—seperti penjual sate hingga ayam penyet—kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam memproyeksikan seluruh sisa pekerjaan proyek senilai Rp14,6 miliar dari APBD ini tuntas dalam satu hingga dua pekan mendatang. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra, memastikan bahwa ruas jalan dari Simpang Cikitsu (Simpang Dotamana) hingga Bundaran SMA Negeri 3 Batam tersebut kini sudah mulai dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Target penyelesaian rampung seminggu hingga dua pekan ke depan. Saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat dan dua. Namun, dalam waktu dekat segera dituntaskan yang tersisa sekitar 200 meter lagi untuk dibeton,” ungkap Metra, Kamis (5/11).
Meskipun lalu lintas mulai berangsur pulih, pengerjaan di lapangan belum sepenuhnya berhenti. Kontraktor pelaksana, PT Medani Tractorindo Perkasa, masih memiliki deretan tugas fisik seperti pengecoran sisa beton, pengaspalan, dan pembuatan dinding penahan tanah di sejumlah titik sebelum masa kontrak berakhir pada Desember 2026.
Transformasi jalur menjadi dua lajur ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada triwulan IV 2026. Pemko Batam mengandalkan pengembangan infrastruktur ini untuk memecah kepadatan arus kendaraan di kawasan berdensitas tinggi, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah dan memulihkan roda ekonomi warga sekitar yang sempat terdampak selama pengerjaan berlangsung.
(ham)


