Hubungi kami di

Ini Batam

Apron Baru Bandara Hang Nadim Hampir Rampung

iqbal fadillah

Terbit

|

Proyek perluasan apron di Bandara Internasional Hang Nadim Batam nyaris rampung. Apron seluas 240×150 meter dengan biaya Rp 70 miliar memasuki tahap akhir dan direncanakan selesai pada akhir 2016.

“Saat ini sudah mencapai 85 persen pengerjaan dan masuk pengaspalan dan dilanjutkan pengecatan marka untuk parkir pesawat,” kata General Manager Umum Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, dilansir ANTARA Senin (12/12) kemarin.

Saat ini pengerjaannya dilakukan siang dan malam hari. Suwarso optimistis apron akan selesai pada akhir bulan ini dan bisa digunakan pada awal 2017.

“Untuk siang hari akan terkendala mengingat jadwal penerbangan sangat padat. Sementara pada malam hari lebih efektif mengingat jumlah penerbangan lebih sedikit,” lanjutnya.

Bila apron berukuran 240×150 meter tersebut selesai, kata dia, maka bisa menampung lebih banyak pesawat khususnya saat jam-jam sibuk yang biasanya pesawat harus antre lama.

“Kalau siap maka antrean pesawat usai mendarat untuk bisa masuk apron saat jam sibuk bisa diatasi. Jadi tidak harus menunggu pesawat lain terbang baru bisa masuk apron,” kata Suwarso.

BACA JUGA :  Gelombang "Tolak UWTO" di Batam

Apron Bandara Internasional Hang Nadim Batam saat ini sebenarnya mampu menampung hingga 18 pesawat berukuran sedang atau 12 pesawat berbadan lebar sekali parkir.

Namun karena ada sejumlah pesawat tidak terpakai yang terparkir dan penerbangan terus bertambah, maka apron yang ada tidak mampu lagi menampung seluruh pesawat yang aktif melayani penerbangan.

“Kami juga menyiapkan pembangunan terminal dua untuk mengantisipasi kenaikan penumpang yang terus terjadi setiap tahun,” kata dia.

Badan Pengusahaan Batam memprioritaskan pengembangan Bandara Hang Nadim terdiri dari perluasan apron, pembangunan terminal penumpang kedua, dan pembangunan terminal kargo baru, agar mampu menampung lebih banyak penumpang dan barang.

Selain itu, kawasan Hang Nadim juga dijadikan industri penunjang penerbangan.

Kini Lion Air Group sudah membangun pusat perawatan pesawat, dan selanjutnya juga perawatan mesin.

Sejumlah perusahaan lain seperti GMF juga menyatakan ketertarikannya meski belum mulai membangun.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook