Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Hari ini Selasa (1 Juli), Cuaca Batam Cerah Berawan
    5 jam lalu
    Curi AC di Bintan Demi Foya-Foya, 4 Pria Batam Diciduk Polisi
    18 jam lalu
    Nvidia Bikin AI Factory Pertama di Indonesia, Lokasinya Batam
    20 jam lalu
    Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
    1 hari lalu
    Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Tiga Gol Prancis ke Gawang Swedia Mantapkan Langkah ke Babak 16 Besar
    2 jam lalu
    2.950 Siswa Batam Gagal Masuk Sekolah Negeri, Kebanyakan Gugur Gara-Gara Berkas
    3 jam lalu
    Kalahkan Pantai Gading 1-2, The Vikings Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar
    5 jam lalu
    Jawab Lonjakan Minat Vokasi 62%, Pemprov Kepri Bangun 2 SMKN Baru di Batam
    23 jam lalu
    Jerman dan Belanda Bernasib Sama, Tersingkir Lewat Adu Penalti
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 hari lalu
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    4 hari lalu
    Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
    4 hari lalu
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    6 hari lalu
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Belakang Padang ; Pulau di Belakang Sambu Yang Sarat Sejarah

Editor Admin 4 tahun lalu 4k disimak

BELAKANG PADANG adalah kota tua yang sarat sejarah. Dengan status sebagai ibukota kecamatan yang menaungi 55 pulau kecil di enam kelurahan, banyak cerita lama yang bisa kita dapatkan saat berkunjung ke sini.

Daftar Isi
Versi lain nama Belakang PadangPulau Penawar RinduBukit Jepang

Mayoritas penduduk pulau kecil ini adalah orang yang berasal dari suku Melayu, Jawa dan Padang. Suku minoritas yang juga hidup di pulau ini adalah Tionghoa dan beberapa lainnya.

Kebanyakan rumah penduduk di sini merupakan rumah panggung dengan bahan dasar kayu, serta dibuat berdiri kokoh di atas laut. Hal ini bertujuan untuk terus menjaga tradisi leluhur.

Untuk mengunjungi Pulau Belakang Padang dari Pulau Batam, kita cukup membayar sekitar Rp18.000 untuk menaiki kapal pancung dari Pelabuhan Domestik Sekupang Batam dengan jarak tempuh sekitar 15 menit saja.

Pulau kecil seluas 29,702 km2 ini memiliki sejarah yang amat kaya. Belakang Padang terletak dekat dengan jalur sutra laut dunia Selat Malaka.

Tak heran penduduk di pulau ini sangat heterogen sejak dahulu kala. Selain penduduk asli, kaum pendatang awalnya adalah para pedagang yang singgah lalu menetap serta para pekerja kilang minyak pulau Sambu yang terletak bersebelahan
di pulau ini.

Tidak ada yang persis tahu apa arti dari nama Belakang Padang. Namun banyak kisah-kisah yang beredar mengenai asal muasal pulau ini. Salah satu versi yang cukup terkenal mengenai asal mula pulau yang terletak sangat dekat dengan Singapura ini berasal dari Pulau Sambu.

Pulau Sambu adalah pulau kecil yang terletak di sebelah timur Pulau Belakang Padang. Konon, jauh sebelum Pulau Belakang Padang dihuni, masyarakat sudah tinggal di Pulau Sambu.

Pulau Sambu terkenal sebagai pangkalan minyak bumi yang melimpah yang sempat dikelola oleh perusahaan Belanda. Salah satu orang Belanda yang bekerja di pangkalan minyak Sambu menitahkan beberapa masyarakat lokal untuk “membuka” pulau yang terletak di belakang Pulau Sambu.

Pulau yang akan dibuka tersebut adalah Pulau Belakang Padang. Peristiwa tersebut dipercaya sebagai cikal bakal nama Belakang Padang.

“Belakang” untuk menunjuk pulau yang terletak di belakang Pulau Sambu untuk dibuat “Padang” atau menjadi tempat yang lebih terbuka.

Setelah itu, Pulau Belakang Padang menjadi tempat tinggal bagi pekerja pangkalan minyak Pulau Sambu pada masa silam.

Versi lain nama Belakang Padang

Versi lain dari kisah asal muasal Pulau Belakang Padang adalah kisah Daeng Demak, seorang pelaut asal Bugis, Sulawesi Selatan. Kepiawaian masyarakat Bugis untuk melaut memang sudah tidak diragukan lagi. Hampir setiap pesisir Indonesia pernah disinggahi pelaut Bugis.

Begitu juga dengan Pulau Belakang Padang yang konon katanya menjadi tempat singgah Daeng Demak yang juga menjadi era dimulainya pulau ini ditinggali para pendatang lainnya.

Namun, di balik banyaknya cerita tentang asal Pulau Belakang Padang, terdapat pula sejarah perjuangan bangsa Indonesia di pulau ini.

Sekitar tahun 1965, pangkalan minyak di Pulau Sambu masih dikuasai oleh Inggris. Pada saat itu, TNI bekerja sama dengan masyarakat lokal berupaya mengambil kembali aset milik Indonesia tersebut.

Berkali-kali mereka harus menghindari ancaman serangan dari pesawat Inggris yang terus terbang rendah di langit Pulau Sambu dan Belakang Padang hingga akhirnya Indonesia berhasil merebut kembali pangkalan minyak Pulau Sambu.

Pulau Penawar Rindu

Pulau Belakang Padang memiliki julukan lain yang tidak kalah terkenalnya yaitu Pulau Penawar Rindu. Setibanya di pulau ini, kita akan disambut oleh tulisan di dinding dermaga yang berbunyi “Selamat Datang di Pulau Penawar Rindu”.

Ada apa sih sebetulnya di pulau ini?

Julukan Pulau Penawar Rindu tak lain karena mitos yang beredar di masyarakat bahwa siapapun yang sudah meminum air di pulau ini, akan selalu rindu untuk kembali. Meskipun hanya mitos, namun, tidak sedikit warga yang mempercayai cerita ini, bahkan mereka pun mengakui banyak penduduk yang sudah pergi akhirnya datang kembali.

Saking terkenalnya mitos ini, hingga Pulau Penawar Rindu dibuat menjadi sebuah lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi lokal dan menjadi lagu khas pulau ini.

Kami melansir perjalanan tim Beplus Indonesia yang mengunjungi pulau ini beberapa waktu lalu. Selain mengekplorasi lokasi-lokasi khas di sini,mereka juga menemui camat Belakang Padang, Yudi Admaji.

“Banyak yang unik di Belakang Padang ini, banyak juga orang yang kaya di sini, tapi jangan heran, di sini tidak ada mobil kecuali mobil jenazah, mobil sampah dan mobil operasi kecamatan”, kata Yudi kepada Tim Beplus Indonesia.

Bukan hanya karena luas wilayahnya saja yang kecil sehingga penduduknya tidak begitu membutuhkan kendaraan roda empat, tapi ada kesepakatan bersama warga di sini untuk bersama-sama menjaga pulau Belakang Padang tetap tenang dan asli tanpa kendaraan roda empat.

“Orang Belakang Padang juga punya mobil, tapi mobilnya diparkir di Batam”, kata Yudi sambil tersenyum.

Bukit Jepang

Pulau Belakang Padang memiliki Bukit Jepang yang merupakan puncak tertinggi di pulau ini. Dari lokasi yang terletak di kampung Baru ini, kita bisa menyaksikan gemerlap kota Singapura yang memang sudah sedemikian dekat jaraknya dari sini dengan lebih jelas lagi.

Bukit Jepang awalnya merupakan basis pertahanan tentara Jepang di pulau Belakang Padang saat berhasil menguasai Asia Tenggara pada dekade tahun 1940-an silam. Sekarang, di lokasi ini menjadi komplek pekuburan warga. Ada juga bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tertua kedua di Batam dan sekitarnya yang masih berdiri di sini, SMPN 2 Batam.

(*)

Photo cover : © c.mi.com
Sumber : Beplus Indonesia 

Kaitan batam, Belakang padang, History, sejarah
Admin 29 April 2022 29 April 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Headphone Yang Sekaligus Berfungsi Sebagai Masker
Artikel Selanjutnya Pengamat: Wacana Jokowi 3 Periode Memang Digerakkan secara Terencana

APA YANG BARU?

Tiga Gol Prancis ke Gawang Swedia Mantapkan Langkah ke Babak 16 Besar
Sports 2 jam lalu 75 disimak
2.950 Siswa Batam Gagal Masuk Sekolah Negeri, Kebanyakan Gugur Gara-Gara Berkas
Pendidikan 3 jam lalu 67 disimak
Kalahkan Pantai Gading 1-2, The Vikings Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar
Sports 5 jam lalu 69 disimak
Hari ini Selasa (1 Juli), Cuaca Batam Cerah Berawan
Artikel 5 jam lalu 159 disimak
Curi AC di Bintan Demi Foya-Foya, 4 Pria Batam Diciduk Polisi
Artikel 18 jam lalu 131 disimak

POPULER PEKAN INI

Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
Lingkungan 4 hari lalu 458 disimak
Walikota Batam Enggan Jawab Saat Ditanya Ada Orasi Politik di Pawai MBG Siswa
Artikel 7 hari lalu 444 disimak
Sah! Batam Punya Perda PSU, Pengembang Wajib Sediakan Jalan hingga TPS
Artikel 6 hari lalu 367 disimak
Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
Statistik 4 hari lalu 352 disimak
Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
Statistik 6 hari lalu 317 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?