Hubungi kami di

Politika

Bimtek Sengketa Pemilu Digelar di Batam

Terbit

|

Ketua Bawaslu Provinsi Kepri, Said Abdullah Dahlawi. F. Dok. Kepri.bawaslu.go.id

KETUA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Said Abdullah Dahlawi, menyampaikan bimbingan teknis (bimtek) terkait penanganan sengketa pemilu akan digelar di Batam selama 3 hari mulai Jumat, 18 November 2022.

Said mengatakan, bimtek yang diselenggarakan Bawaslu RI ini, akan diikuti enam provinsi. Tujuannya, upaya Bawaslu RI menyamakan persepsi dalam penanganan sengketa pemilu di daerah.

Menurut Said, divisi penanganan sengketa pemilu bawaslu kabupaten dan kota di Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bali, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur, wajib mengikuti bimbingan teknis tersebut.

“Kepri sebagai tuan rumah pelaksanaan bimbingan teknis ini. Narasumber dalam kegiatan itu, salah satunya Puadi, yang menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Sengketa Pemilu Bawaslu RI,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polda Kepri Tangkap Penampung Calon TKI Ilegal di Serang Banten

Menurut dia, seluruh tahapan pemilu berpotensi menimbulkan sengketa. Oleh karena itu, upaya pencegahan terjadi pelanggaran pemilu dan sengketa pemilu suatu keniscayaan.

Ia menyebutkan sejumlah upaya pencegahan, antara lain, meningkatkan kapasitas penyelenggara pemilu bidang pengawasan dan menyosialisasikan peraturan bawaslu terkait dengan pelanggaran pemilu.

“Tahapan pemilu sudah berjalan. Sampai sekarang masih berjalan normal. Kami belum menemukan atau mendapatkan pelaporan terkait dengan pelanggaran administrasi maupun pidana pemilu,” ucapnya.

Said mengatakan bahwa seluruh bawaslu di Kepri sudah membentuk panwaslu di 78 kecamatan. Selanjutnya, panwaslu kecamatan akan membentuk pengawas kelurahan dan desa.

BACA JUGA :  Pemko Batam tidak Hadiri RDP | Persoalan Kampung Tua Tembesi Belum ada Solusi

“Mereka dan relawan pengawas pemilu merupakan ujung tombak mencegah terjadi pelanggaran pemilu, termasuk melaporkan setiap pelanggaran pemilu dalam pelaksanaan tahapan pemilu,” katanya.

Sejak pekan lalu, kata dia, bawaslu kabupaten dan kota juga melakukan survei dalam rangka mengukur indeks kerawanan pemilu. Hasil survei tersebut melibatkan informan dari orang-orang yang berkompeten, termasuk wartawan.

“Ini kegiatan rutin yang dilakukan saat pemilu. Data indeks kerawanan pemilu menjadi acuan bagi penyelenggara pemilu dan aparat yang berwenang mengantisipasi sengketa pemilu,” tuturnya.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid