Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    BP Batam Rekonstruksi Total Jalan Gajah Mada Mulai 25 Juli, Arus Dialihkan
    3 jam lalu
    Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
    21 jam lalu
    Coba Curi Kotak Infaq Masjid, Seorang Pria Diamankan Petugas dari Polsek Lubuk Baja
    24 jam lalu
    Perketat Pengawasan, Imigrasi Batam Sidak 2 Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar
    1 hari lalu
    Hari ini, Jum’at (24/07) Kota Batam Diperkirakan di Guyur Hujan Ringan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental
    2 hari lalu
    31 Tim Basket 3×3 Internasional Mulai Berlaga di Batam Hari ini
    2 hari lalu
    KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
    3 hari lalu
    “Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
    5 hari lalu
    Spanyol Juara Piala Dunia 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 hari lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    3 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    3 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Dari Harajuku ke Haradukuh

Editor Admin 4 tahun lalu 780 disimak

TREN Citayam Fashion Week memunculkan istilah-istilah unik. Salah satunya Haradukuh, pelesetan dari Harajuku yang terkenal sebagai pusat fesyen dunia.

Haradukuh diambil dari nama Dukuh Atas, Jakarta Pusat, tempat anak-anak muda dari daerah-daerah penyangga Jakarta mengekspresikan dirinya dengan berbagai gaya busana.

Fenomena ini seakan mengingatkan kita pada Harajuku di Jepang yang meriah oleh penampilan para pencinta fesyen yang unik dan tak biasa.

Kesibukan di wilayah Harajuku telah terjadi sejak zaman Meiji. Menurut Sigit Purnomo Adi, Agustinus Sumargo, Stephanus Budi Satya Putra dalam Perkembangan Seni Urban di Surakarta, pada zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya.

Aktivitas di wilayah tersebut meningkat usai stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote pada 1906, serta dibangunnya Omotesando atau jalan utama menuju kuil di kawasan tersebut.

Harajuku merupakan sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku yang berada di Distrik Shibuya, Tokyo. Dalam Tokyo: Geography, History, and Culture, Louis G. Perez menyebutkan, pada 1970-an dan 1980-an Harajuku merupakan pusat budaya populer anak muda.

Pada masa itu, anak-anak muda berkumpul di sana dengan mengenakan pakaian yang mengacu pada gaya rock and roll ala Amerika.

Para pria bergaya layaknya Elvis Presley dan Marlon Brando dengan menggunakan jaket kulit serta jin yang dilipat. Sementara para perempuan mengenakan rok poodle dengan gaya rambut bob.

Sebelum menjadi pusat mode, Harajuku merupakan kawasan yang diduduki militer Amerika Serikat. Dalam Ethnic Dress in The United States: A Cultural Encyclopedia suntingan Annette Lynch dan Mitchell D. Strauss disebutkan, sesudah Perang Dunia II, Harajuku menjadi area permukiman militer Amerika Serikat.

Di wilayah tersebut dibangun sejumlah toko yang menjual berbagai keperluan bagi keluarga para prajurit. Hal itu kemudian memberikan pengaruh kebudayaan Barat pada generasi muda Jepang.

Dampak pengaruh budaya Barat, khususnya di Harajuku, membuat kawasan tersebut menjadi pusat berkumpul anak muda. Menurut Tiffany Godoy dalam Style Deficit Disorder: Harajuku Street Fashion-Tokyo, pada 1960-an dan 1970-an, wilayah Harajuku menjadi tempat bertemunya anak-anak muda Jepang dari berbagai latar belakang. Di sana mereka mengisi waktu dengan nongkrong dan berbelanja.

Tahun-tahun itu juga menjadi saksi perkembangan budaya Barat dan Jepang. Negeri Sakura yang sempat porak poranda setelah dijatuhi bom atom pertama mulai bangkit dari kehancuran dan menjadi salah satu negara yang kuat di bidang perekonomian.

Perekonomian Jepang yang kian membaik pada 1980-an memungkinkan kaum muda hidup lebih makmur. Pendapatan dari pekerjaan tak jarang dihabiskan untuk fesyen dan hiburan.

Berkembangnya pusat perbelanjaan di kawasan Harajuku sejak akhir 1970-an membuat wilayah itu menjadi tujuan anak-anak muda untuk berbelanja berbagai pakaian.

Gairah berekspresi melalui gaya busana tak padam meski krisis ekonomi melanda Jepang pada 1990-an. Kondisi ini justru membuat warga Jepang gencar membeli produk-produk lokal dibandingkan berbelanja pakaian maupun barang-barang impor dari Barat.

“Bisnis besar tak lagi mendominasi pasar, tetapi dipandang sama berisikonya dengan bisnis kecil, sehingga menciptakan lapangan usaha yang setara untuk semua usaha baru,” tulis Tiffany.

Besarnya minat masyarakat terhadap produk lokal membuat bisnis mode di Jepang bergeliat dengan lahirnya banyak perancang busana baru. Dampaknya gaya busana anak muda makin beragam. Mereka berkumpul dan mengekspresikan diri dengan berbagai gaya busana di kawasan Harajuku.

Gaya berpakaian mereka diklasifikasikan menjadi beberapa golongan seperti konsep kawaii atau imut yang warna-warni, gothic lolita yang biasanya ditandai dengan dandanan serba gelap, cyber punk, hingga cosplay yaitu berpakaian meniru gaya busana karakter di komik, serial televisi, maupun game di Jepang.

Di sana para pencinta fesyen berkumpul dan tak jarang memeragakan pakaian-pakaian unik khas Harajuku Style.

Seiring berjalannya waktu, gaya busana anak-anak muda di Harajuku mulai menjadi acuan para pencinta fesyen dunia.

Kemunculan internet membuat Harajuku semakin populer. Keunikan gaya busana anak-anak muda di sana mendorong sejumlah merek fesyen ternama dunia seperti Donna Karan, Calvin Klein, dan Marc Jacobs bekerja sama dengan perancang busana Jepang untuk membuat koleksi busana yang terinspirasi Harajuku Style.

Tak hanya dikunjungi para pencinta mode mancanegara, Harajuku juga masuk daftar yang wajib dikunjungi oleh wisatawan saat berkunjung ke Negeri Sakura.

Harajuku yang dahulu menjadi tempat permukiman militer Amerika Serikat seiring berjalannya waktu bertransformasi menjadi pusat mode dunia bersanding dengan Paris, Milan, dan New York yang termahsyur sebagai kota mode dunia.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Citayam Fashion Week, Haradukuh, Harajuku, jepang
Admin 29 Juli 2022 29 Juli 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tinjau SMKN Moro, Sirajudin Nur Minta Disdik Kepri Fokus Benahi Sekolah Hinterland
Artikel Selanjutnya Warga Sadai Gelar Aksi Hentikan Lori Proyek Penimbunan Lahan

APA YANG BARU?

BP Batam Rekonstruksi Total Jalan Gajah Mada Mulai 25 Juli, Arus Dialihkan
Artikel 3 jam lalu 72 disimak
Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
Artikel 21 jam lalu 153 disimak
Coba Curi Kotak Infaq Masjid, Seorang Pria Diamankan Petugas dari Polsek Lubuk Baja
Artikel 24 jam lalu 156 disimak
Perketat Pengawasan, Imigrasi Batam Sidak 2 Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar
Artikel 1 hari lalu 164 disimak
Hari ini, Jum’at (24/07) Kota Batam Diperkirakan di Guyur Hujan Ringan
Artikel 1 hari lalu 168 disimak

POPULER PEKAN INI

ABH Lakukan Penyambungan Pipa Air, Berikut Wilayah yang Akan Terdampak
Artikel 4 hari lalu 788 disimak
Krisis Sampah Batam: Armada Minim dan TPA Telaga Punggur Kian Over Kapasitas
In Depth 6 hari lalu 301 disimak
“Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
Histori 5 hari lalu 290 disimak
Diduga Puting Beliung Sapu Kawasan PT VME Batu Ampar, Sejumlah Bangunan Rusak
Artikel 3 hari lalu 275 disimak
KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
Pendidikan 3 hari lalu 273 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?