TERHENTINYA pasokan air bersih yang memasuki hari keempat pada Sabtu (29/8/2026) di sebagian wilayah Batam, tidak lagi sekadar memicu ketidaknyamanan, melainkan melumpuhkan total sendi-sendi perekonomian. Terutama bagi warga terdampak di kawasan Batuaji, Sagulung, hingga Marina.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling terdampak langsung akibat krisis ini. Pelaku usaha depot air isi ulang dan jasa katering terpaksa menghentikan total operasional mereka. Nandar, seorang pemilik depot air minum di Batuaji, mengungkapkan bahwa usahanya tak lagi bisa berproduksi karena absennya pasokan bahan baku air. Dampak serupa menghantam lini bisnis katering yang bergantung penuh pada air bersih untuk mencuci bahan makanan, mengolah masakan, hingga membersihkan peralatan usaha.
Di tingkat rumah tangga, krisis ini menghentikan rutinitas harian warga secara drastis. Penumpukan pakaian kotor dan menumpuknya peralatan makan yang tak bisa dicuci menjadi pemandangan umum di Batuaji dan Sagulung. Kebutuhan dasar seperti memasak pun kini menjadi persoalan rumit. Meri, warga Marina, menegaskan betapa sulitnya warga mengelola kebutuhan air yang tersisa hanya untuk bertahan hidup.
Ketegangan makin meningkat akibat lambatnya penanganan bantuan darurat. Warga Perumahan Marina Raya, Kelurahan Tanjung Sekupang, kini dibayarkan kecemasan karena bantuan suplai air tangki yang dijanjikan belum kunjung tiba di lokasi hingga Sabtu. Suhardi, warga setempat, menyatakan bahwa masyarakat terpaksa menghemat dan membagi sisa cadangan air untuk berbagai kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
Kondisi kritis ini mendorong sebagian masyarakat mengambil langkah nekat demi memenuhi kebutuhan dasar. Warga rela menempuh perjalanan jauh menuju kawasan hutan di Mata Kucing dan Seitemiang untuk berburu air alternatif dan membawanya pulang ke rumah.
Hingga hari keempat, masyarakat Batuaji, Sagulung, dan Marina terus mendesak realisasi distribusi air tangki secara cepat dan pemulihan pasokan normal. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan nyata sebelum kelumpuhan ekonomi dan krisis domestik ini berdampak makin parah.
(dha)


