Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Presiden Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih
    18 jam lalu
    Baznas Kota Batam Perkuat Syiar Islam di Hinterland Melalui Pembinaan Dai
    20 jam lalu
    Uni Eropa Berikan Sanksi ke Terminal Minyak di Karimun
    1 hari lalu
    Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba di Tanjungbalai Karimun
    1 hari lalu
    Pemko Batam Berikan Perlindungan Jamsos Naker Kepada RT/ RW
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Italia Menolak Mentah-mentah Gagasan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Benahi Status Guru Honorer di Kab. Karimun
    3 hari lalu
    Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
    4 hari lalu
    Bersih Pantai dan Laut Dalam Rangka Hari Bumi di Nirwana Gardens Bintan
    4 hari lalu
    “Etalase Publik”: Yang Lahir dari Transportasi Publik
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Pecong, Batam
    4 hari lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Habibie Kecil dan Soeharto Muda

Editor Admin 4 tahun lalu 924 disimak

BACHARUDDIN Jusuf Habibie tak dibiarkan menunggu terlampau lama di ruang tamu kediaman Soeharto, Jalan Cendana. Hanya berselang beberapa menit setelah tiba pada pukul 7 malam, 28 Januari 1974 itu, ia bersua (kembali) dengan sosok Bapak Pembangunan itu.

Itu pertemuan ketiga dan paling dinanti. Pada Agustus 1973, saat masih di berkarier di Jerman, Habibie diminta pulang Soeharto lewat kakak iparnya, Brigjen Subono Mantofani. Namun baru di akhir Januari itulah ia bisa bertatap muka lagi dengan Soeharto. Ketika bersua, salam dan sikap hormat Habibie disambut jabat tangan hangat sang presiden.

“Habibie saya tahu dan mengenal kamu, sekarang kamu harus membantu saya menyukseskan pembangunan. Yang penting bagi saya adalah teknologi. Coba kamu cari jalan,” kata Soeharto pada Habibie.

“Pak Harto, saya hanya bisa membuat kapal terbang. Mengapa saya akan diberi tugas begini?”

“Kamu bisa membuat kapal terbang, berarti bisa membuat yang lain-lain.”

Percakapan itu terekam dalam biografi Habibie karya wartawati senior Toeti Adhitama (Almh.), Dari Parepare Lewat Aachen. Percakapan itu lantas berbuah tanggung jawab Habibie membangun industri penerbangan nasional lewat Industri Pesawat Terbang Nusantara/IPTN (kini PT Dirgantara Indonesia/PT DI).

Soeharto mengakui, ia sudah mengenal Habibie jauh sebelum sang teknokrat muda itu berkiprah di industri berat Jerman hingga dijuluki “Mr Crack”. Mereka sudah pernah bersua di Ujungpandang (kini Makassar) 24 tahun sebelumnya.

Si Bocah dan Overste di Seberang Jalan

Makassar dalam titimangsa pemberontakan Andi Azis pada 1950, Habibie dan keluarganya hijrah dari Parepare ke Makassar sejak dua tahun sebelumnya. Mereka hijrah agar tetap dekat dengan Alwi Abdul Djalil Habibie, ayah Habibie, yang bekerja sebagai landbouwconsulent (kini setara kepala dinas pertanian) wilayah Indonesia Timur.

Di sana, Habibie tinggal di Jalan Klapperland (kini Maricaya). Di seberang jalan, terdapat asrama Brigade Mataram dari Tentara Teritorium (TT) IV/Diponegoro. Overste (komandan setara letnan kolonel) Soeharto mengomandani pasukan asal Yogyakarta itu yang didatangkan untuk menumpas pemberontakan Andi Azis. Saat itu usia Soeharto belum sampai kepala tiga, sementara Habibie masih 14 tahun.

“Di tengah suasana penumpasan pemberontakan itu, kami berkenalan dengan keluarga Habibie yang tinggal di seberang jalan, di depan Brigade Mataram. Patut saya kenang, di rumah Habibie itu terdapat suasana yang membuat anggota staf kami kerasan. Ibu Habibie (RA Tuti Marini Puspowardojo, red.) yang berasal dari Yogya masih fasih berbahasa Jawa. Merupakan hiburan tersendiri bagi kami yang jauh dari keluarga,” kata Soeharto dalam otobiografinya yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya.

Keakraban antara pasukan Soeharto dan keluarga Habibie kian erat setelah Kapten Mantofani, salah satu anak buah Soeharto, jatuh hati pada kakak sulung Habibie Titi Sri Sulaksmi. Keduanya akhirnya menikah di tahun itu juga.

Namun, sukacita keakraban itu harus terusik oleh dukacita. Pada 3 September 1950 malam, ayah Habibie meninggal karena serangan jantung dalam keadaan bersujud saat salat Isya. Melihat ayahnya tak bergerak saat sujud, Sri Sulaksmi panik dan belari ke asrama brigade.

“Anak tertua pada keluarga Habibie itu menangis ke asrama meminta pertolongan dokter brigade, Dokter (Tek.) Irsan. Tapi sayang Alwi Abdul Jalil Habibie tak tertolong lagi, ia meninggal. Overste Soeharto sendiri mengatup kelopak mata Alwi Abdul Jalil Habibie. Nyonya Tuti Marini seperti baru tersadar dari mimpi buruk, menjerit memanggil nama suaminya,” tutur Andi Makmur Makka, salah satu sahabat Habibie, dalam The True Life of Habibie.

Mewakili Brigade Mataram, Soeharto turut menabahkan hati Habibie seraya mendoakan dan membantu pemakaman Alwi Abdul Jalil Habibie. Kenangan itu selalu diingat Soeharto.

Sang Jenderal dan Insinyur Muda

Satu dasawarsa kemudian, Habibie dan Soeharto “berjodoh” lagi. Kali ini di Eropa. Saat itu Brigjen –dalam biografi Habibie disebut mayor jenderal– Soeharto selaku atase militer di Kedutaan Indonesia untuk Jerman Barat ikut mendampingi KSAD Jenderal AH Nasution selama kunjungannya ke Bonn, 1961. Di sela mendampingi Nasution itulah Soeharto ditemui Habibie.

“Pertemuan saya sebagai insinyur muda dengan Pak Harto, menanamkan kesan yang sangat mendalam di dalam otak dan sanubari saya. Rupanya Pak Harto pun mengingat pertemuan itu. Saya menjelaskan peranan insinyur dalam proses pembangunan melalui karya-karya nyata,” ungkap Habibie.

Habibie merasa penjelasannya itu mendapat respons positif hingga membuatnya lekas ingin pulang. Namun, pesan Soeharto agar Habibie lebih memperdalam ilmunya di Jerman seraya menunggu kondusifnya kondisi tanah air pasca-G30S membuat keinginan untuk pulang itu tertahan.

Baru pada Agustus 1973 Habibie diminta pulang Soeharto. “Bulan Agustus 1973 saya mendapat telefon dari ipar saya, Subono Mantofani, agar siap-siap pulang dan karena itu jangan membuat kontrak-kontrak kerja baru. Dari Desember 1973, Pak Ibnu Sutowo (Dirut Pertamina) memanggil saya dari Hamburg untuk bertemu di Hotel Hilton, Düsseldorf, untuk menyampaikan panggilan pulang Pak Harto,” kata Habibie.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan bj habibie, jerman, pesawat, Sang Jenderal, Soeharto, Teknokrat
Admin 5 September 2022 5 September 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Sengit! Bagnaia Juara MotoGP San Marino 2022
Artikel Selanjutnya Hasil Liga Inggris: Man United Bungkam Arsenal 3-1

APA YANG BARU?

Presiden Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih
Artikel 18 jam lalu 145 disimak
Baznas Kota Batam Perkuat Syiar Islam di Hinterland Melalui Pembinaan Dai
Artikel 20 jam lalu 148 disimak
Uni Eropa Berikan Sanksi ke Terminal Minyak di Karimun
Artikel 1 hari lalu 208 disimak
Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba di Tanjungbalai Karimun
Artikel 1 hari lalu 209 disimak
Pemko Batam Berikan Perlindungan Jamsos Naker Kepada RT/ RW
Artikel 1 hari lalu 228 disimak

POPULER PEKAN INI

Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
Lingkungan 4 hari lalu 576 disimak
Mayat Pria Ditemukan Dalam Kolam Bekas Galian di Kawasan Imperium
Artikel 4 hari lalu 539 disimak
TBM Kepulauan Riau Lolos Kurasi Nasional
Budaya 5 hari lalu 511 disimak
Ditjen Imigrasi Amankan WNA Asal Tiongkok di Proyek Opus Bay Marina City
Artikel 4 hari lalu 477 disimak
Bersih Pantai dan Laut Dalam Rangka Hari Bumi di Nirwana Gardens Bintan
Lingkungan 4 hari lalu 453 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?