Hubungi kami di

Khas

Jangan Pernah Bercanda Soal Bom

iqbal fadillah

Terbit

|

Ilustrasi : © vectorstock

BERCANDA mungkin membuat suasana lebih menyenangkan. Tetapi bercanda soal bom?

Bukannya menyenangkan. Tapi malah merugikan orang lain.

Bagi seseorang yang menyampaikan informasi palsu (bom) dan membahayakan keselamatan penerbangan dapat dipidana penjara, lho!

Jadi kita perlu berpikir kembali jika ingin bercanda soal yang satu ini. Dampaknya bisa seperti insiden yang terjadi di bandara Soepadio, Pontianak kemarin.

Insiden ini sendiri sudah ditangani kepolisian dan maskapai Lion Air tetap menerbangkan penumpangnya tersebut ke Jakarta.

Berangkat dari Pontianak, Kalimantan Barat pukul 21.45 dari jadwal semula pukul 18.50 WIB.

“Pesawat yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Supadio itu telah mendarat dengan selamat di Cengkareng (Bandara Soekarno – Hatta Jakarta) pukul 23.10 WIB pada Senin malam,” kata Danang kepada awak media.

Kepolisian Resor Kota Pontianak masih memeriksa Frantinus Nirigi, penumpang Lion Air mengaku membawa bom tersebut.

Belakangan terungkap bahwa ucapan itu ternyata bergurau.

Frantinus Nirigi merupakan mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak.

“Kami mendalami motif pelaku yang mengatakan ada bom di tasnya kepada pramugari maskapai Lion Air,” kata Kepala Polres Kota Pontianak Ajun Komisaris Besar Wawan Kristyanto.

BACA JUGA :  RS. COVID-19 Galang Beroperasi 6 April 2020, Jadi Rujukan di Wilayah Barat

Gara-gara jendela darurat dibuka, sejumlah penumpang berebut keluar. Akibatnya penumpang terluka. Jumlahnya mencapai belasan orang dan dirawat di rumah sakit.

Menurut Wawan, mereka yang terlupa karena terjun dari pintu darurat.

“Padahal saat membuka pintu darurat tidak ada permintaan dari awak kabin Lion Air.”

Wawan menambahkan, Frantinus Nirigi  sebagai penumpang Lion Air berencana pulang ke Jayapura dan membawa banyak bawaan. Pesawat yang ditumpangi lebih dulu transit ke Jakarta.

Frantinus Nirigi, kata Wawan, dijerat Pasal 437 ayat 1 dan 2, UU No. 1/2009 tentang Penerbangan dengan ancaman maksimal delapan tahun penjara.

Kapolresta Pontianak ini mengimbau kepada masyarakat tidak bergurau atau bercanda terkait dengan bom. Menurut Wawan, candaan yang berhubungan dengan keselamatan orang banyak bisa dianggap sebuah ancaman.

Soal insiden ini, kementerian Perhubungan RI akhirnya mengeluarkan himbauan kepada warga.

Poster himbauan : © Kemenhub

 

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook