Hubungi kami di

Ini Batam

Polemik Pengerjaan IPAL BP Batam

iqbal fadillah

Terbit

|

Foto : © GoWest.ID

DEPUTI IV BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto mengatakan untuk pekerjaan konstruksi pipa untuk proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) saat ini sudah hampir 15 persen.

Pipa yang direncanakan dibangun adalah sepanjang 114,3 km dengan panjang pipa utama 41,8 km, sekunder 72,5 km.

Pipa ini akan terhubung ke 11 ribu sambungan rumah, dengan panjang kurang lebih 500 meter.

“Pekerjaan IPAL ini kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan. Anggaran menggunakan pinjaman lunak dari Korea Selatan lebih kurang 50 juta US dollar. Pekerjaan tiga tahun, dari 2017 hingga 2020,” kata Eko, Selasa (29/05).

Eko menambahkan adanya proyek pengerjaan IPAL, sangat dibutuhkan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan masyarakat dan investasi untuk ketersediaan air bersih, mengingat Batam tidak memiliki sumber mata air.

Tapi, pekerjaan konstruksi ini, ternyata tak lepas dari komplain masyarakat yang terdampak pengerjaan konstruksi.

Terutama pengerjaan di lingkungan perumahan. Hal ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan dan Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana.

BACA JUGA :  Wako Batam Rombak Seluruh Jabatan Pada 30 Desember

Komplain tersebut karena turun atau amblasnya aspal akibat pekerjaan konstruksi pipa. Selain itu juga ada karena pengecoran, termasuk becek, debu dan sebagainya.

“Di Sukajadi misalnya. Di situ tanahnya gembur karena dekat area hutan lindung. Jadi saat pengerjaan, air mesti dipompa dulu supaya kering. Tapi ternyata masih ada sisa air saat dipadatkan,” lanjutnya

Alhasil, beberapa kali terjadi penurunan aspal paska pekerjaan konstruksi pipa. Terhadap persoalan ini, Iyus dan tim berusaha mengakomodir komplain masyarakat.

“Kami coba evaluasi masalahnya. Memang ada subcon yang tak melakukan pekerjaan sesuai metodologi dan SOP. Beberapa kami putus kontraknya,” ucapnya.

Ia mengucapkan terima kasih masyarakat ikut memantau jalannya pekerjaan konstruksi pipa tersebut. Di sisi lain, Iyus juga mengharapkan adanya dukungan masyarakat untuk pekerjaan proyek lingkungan tersebut.

“Kalau ada becek, debu di jalan, itu sifatnya sementara. Tapi hasilnya akan dirasakan 2 atau 3 tahun ke depan,” paparnya.

 

(*/GoWest.ID)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook