PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kepri menambah kapasitas pendidikan vokasi. Dua gedung SMKN baru akan dibangun di Batam, yakni SMKN 13 Bengkong dan SMKN 14 Batu Aji, ditarget beroperasi 2027.
Langkah ini untuk mengejar tingginya minat masyarakat ke sekolah kejuruan, seiring Batam yang tumbuh sebagai kawasan industri.
Minat ke SMK Dominan, 62% Pendaftar
Dalam keteranganya, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung menyebut, pembangunan SMKN baru jadi solusi jangka panjang. Data SPMB 2026/2027 menunjukkan 62% calon siswa di Batam memilih SMK, sisanya 38% ke SMA.
“Ini alasan utama kami menambah sekolah kejuruan. Trennya memang ke SMK,” kata Agung di Tanjungpinang, Senin (29/06/2026), dikutip dari Kompas.
Secara total se Kepri, pendaftar SMA/SMK mencapai 30.476 siswa dari rencana daya tampung 35.452 siswa. Rinciannya SMK 15.247 siswa dan SMA 15.229 siswa. Selisihnya tipis, tapi di Batam dominasi SMK jauh lebih besar.
Anggaran Rp6 Miliar, Fokus Industri
Pembangunan dua SMKN dibiayai APBD Kepri 2026. Alokasi per sekolah Rp3 miliar, total Rp6 miliar.
“Target 2027 sudah beroperasi,” ujar Agung.
Pemprov Kepri tak hanya menambah jumlah sekolah. Kualitas juga ditingkatkan lewat sarana prasarana, guru kompeten, serta kerja sama dengan industri. Rata-rata SMK di Batam sudah menggandeng perusahaan besar, sehingga lulusan lebih cepat terserap kerja.
“SMK orientasinya praktis dan langsung nyambung ke dunia kerja. Di Batam kebutuhan tenaga terampil terus naik,” jelas Agung.
Arah Kebijakan: 70% SMK, 30% SMA
Ke depan, Kepri akan menyesuaikan komposisi sekolah sesuai arahan Gubernur Ansar Ahmad, yakni 70% SMK dan 30% SMA. Opsi konversi beberapa SMA jadi SMK di Batam juga dipertimbangkan.
Pemprov juga menyiapkan sertifikasi kompetensi bagi lulusan. Contohnya program pelatihan dan pendampingan sertifikasi pengelasan agar siap kerja di industri galangan kapal dan manufaktur.
“Daerah siap memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi khusus supaya lulusan SMK punya daya saing,” kata Agung.
Dengan tambahan SMKN 13 dan SMKN 14, Kepri berharap bisa mencetak lebih banyak tenaga vokasi yang sesuai kebutuhan industri Batam.
(*)


