Hubungi kami di

Kota Kita

Kasus Aktif Covid-19 di Tanjungpinang Tersisa 14 Orang, Batam 30 Orang

Terbit

|

Ilustrasi: Vaksin corona. F. Dok. Shutterstock/Orpheus FX

KETUA Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Adi Prihantara, menyebutkan kasus aktif Covid-19 di Tanjungpinang, tersisa 14 orang lagi setelah dua pasien dinyatakan sembuh.

Adi menyatakan jumlah kasus aktif Covid-19 di Tanjungpinang sempat tertinggi di Kepri sekitar dua pekan lalu, namun dalam beberapa hari ini turun drastis.

“Sekarang jumlah kasus aktif Covid-19 di Tanjungpinang terendah setelah Kabupaten Karimun,” kata Adi dikutip dari Antara, Minggu (4/9/2022).

Adi yang juga Sekda Kepri itu, menambahkan jumlah kasus aktif di Karimun tinggal 11 orang, sedangkan Kabupaten Bintan yang berbatasan dengan Tanjungpinang mencapai 24 orang. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Batam 30 orang, tertinggi di Kepri.

BACA JUGA :  Rudi Ingin Sektor Kesehatan di Batam Makin Mumpuni

“Jumlah kasus aktif di empat kabupaten dan kota di Kepri itu rata-rata turun drastis dalam sepekan terakhir. Mudah-mudahan Kepri nihil kasus aktif dalam waktu dekat,” harapnya.

Ia mengemukakan tiga kabupaten di Kepri, yakni Kepulauan Anambas, Natuna, dan Lingga bertahan nihil kasus aktif Covid-19. Anambas sejak sekitar enam bulan lalu ditetapkan sebagai zona hijau, sedangkan enam kabupaten dan kota lainnya di Kepri masih zona kuning atau risiko penularan rendah.

“Natuna dan Lingga potensial ditetapkan sebagai zona hijau bila mampu bertahan nihil kasus aktif minimal selama sebulan,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengimbau masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di posko yang dibangun lembaga negara lainnya.

BACA JUGA :  Pertumbuhan Ekonomi Batam Capai 4,75%, Tertinggi di Kepri & Nasional

Saat ini, kata dia, vaksinasi dosis pertama mencapai 1.779.679 orang atau 98,72 persen, sedangkan dosis kedua 1.538.867 orang atau 85,36 persen dari total sasaran.

“Capaian vaksin dosis pertama dan kedua sudah cukup baik. Namun harus diingat bahwa efektivitas vaksin itu hanya 3-6 bulan sehingga harus vaksin lagi,” tuturnya.

Menurut dia, capaian vaksinasi dosis ketiga atau penguat di Kepri masih relatif lambat. Hingga saat ini baru 52,34 persen atau 718.876 orang yang vaksinasi penguat.

“Sekali lagi saya katakan bahwa vaksin ini kebutuhan untuk melindungi diri di masa pandemi Covid-19,” katanya.

(*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid