Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    BP Batam Dukung Pemerintah Pusat: Penataan Lahan & Laut Harus Ada Kepastian Hukum
    11 jam lalu
    Amsakar Lantik 2 Pejabat Eselon II, Geser Ratusan ASN di “Babak Pertama” Rotasi 2026
    14 jam lalu
    Cuaca Panas Masih Terasa di Batam, Waspadai Hujan Angin dan Petir
    23 jam lalu
    Pemko Batam Segera Lakukan Perombakan Struktur OPD Terbaru
    2 hari lalu
    Selasa (4/08), BMKG Perkirakan Cuaca Batam Cenderung Berubah
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Persib Bandung Jumpa Persebaya Surabaya di Final Piala Presiden 2026
    1 hari lalu
    Piala AFF 2026, Indonesia Kalah Telak dari Vietnam 3-0
    2 hari lalu
    Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
    5 hari lalu
    30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
    5 hari lalu
    Taman Yang Hilang & Pembangunan Yang Tak Terukur
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    2 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Pilihan gowest.id

Kecanduan Games Masuk Dalam Gangguan Mental

Editor Admin 7 tahun lalu 1.4k disimak

GAMING disorder alias kecanduan gim video resmi ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gangguan kesehatan mental, Sabtu (25/5). Sementara itu, Indonesia jadi tuan rumah final kompetisi gim daring PUBG se-Asia Tenggara.

Definisi gaming disorder menurut WHO adalah :

“Pola perilaku main gim yang ditandai dengan gangguan kontrol terhadap permainan, peningkatan prioritas yang diberikan untuk gim di atas minat lain dan kegiatan sehari-hari, dan kelanjutan bermain gim dengan mengesampingkan konsekuensi negatifnya.”

Konsekuensi negatif yang dimaksud termasuk penurunan signifikan dalam hal fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau hal penting lain.

Setelah periode pertimbangan mulai Juni 2018, 194 anggota WHO memutuskan untuk memberlakukan revisi proposal International Classification of Diseases ke-11 (ICD-11), pada World Health Assembly yang dihelat (25/5).

WHO menambahkan gaming disorder ke dalam International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems. Seperti dijelaskan dalam definisi di atas, ini merujuk pada gangguan bermain sebagai semacam kecanduan, atau “pola perilaku main gim yang terus-menerus atau berulang (‘gim digital’ atau ‘main gim video’), bisa secara online maupun offline.

Sejumlah langkah akan dilakukan untuk memberlakukan perubahan ini pada 1 Januari 2022.

Seseorang bisa didiagnosis menderita gaming disorder apabila, “Pola perilaku harus cukup parah sehingga mengakibatkan penurunan signifikan dalam fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau fungsi penting lain, dan biasanya akan terbukti setidaknya selama 12 bulan.”

WHO sudah mengimbau agar para pemain gim lebih waspada terhadap waktu yang mereka habiskan untuk main gim, terutama jika gim telah mengambil alih aktivitas lain sehari-hari.

Bagaimanapun, pada dasarnya main gim video tidak selalu buruk. Ini hanya menjadi masalah ketika kesehatan fisik, psikologis, dan fungsi sosial terganggu.

Pihak produsen gim khawatir soal klasifikasi baru ini. Mereka menilai hal ini bukan sesuatu yang urgen.

“Industri video gim global termasuk representatif dari Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia, New Zealand, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Brasil meminta negara-negara anggota WHO mengulas kembali keputusannya untuk memasukkan gaming disorder ke dalam ICD-11,” tulis Stanley Pierre-Louis, CEO Entertainment Software Association (ESA) dalam pernyataan resmi.

Para pelaku industri. gim menilai, pengklasifikasian kecanduan gim sebagai gangguan kesehatan mental juga bisa memicu munculnya larangan gim video di penjuru dunia. Mereka juga merasa hal ini bisa mengambinghitamkan gim video. Padahal permainan canggih ini juga punya manfaat positif.

“WHO adalah organisasi terhormat, panduannya harus didasarkan pada tinjauan reguler, inklusif, dan transparan yang didukung oleh para ahli independen. ‘Gaming disorder‘ tidak didasarkan pada bukti yang cukup kuat untuk membenarkan inklusi di salah satu alat penetapan norma WHO yang paling penting,” tandas Pierre-Louis.

Dari sisi medis, seorang dokter asal AS, John Jiao juga menyuarakan ketidaksetujuannya akan keputusan WHO. Ia memberikan logika sederhana. “Jika Anda minum satu gelas wine setiap malam, bukan berarti Anda pencandu alkohol,” tuturnya.

Kata Jiao, ada orang-orang yang menjadikan gim sebagai profesi. Namun, bukan berarti mereka mengabaikan kehidupan sosial dan kesejahteraan diri.

Untuk itu, semestinya WHO menambahkan kata “abuse” ke dalam definisi gangguan kesehatan mental itu. Akan lebih sesuai jika sebutannya “gaming abuse disorder“.

WHO menyatakan, keputusan mereka dibuat berdasarkan bukti yang ada saat ini terkait perilaku negatif bermain gim. Para ahli dari berbagai disiplin bidang telah dilibatkan dalam konsultasi sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

Dengan mendefinisikan gaming disorder, WHO mengantisipasi bahwa penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia akan bisa mengenali dan mengobati orang yang menderita masalah tersebut dengan lebih baik.

Di Tanah Air, genre gim yang paling populer adalah yang bertemakan olahraga. Genre sports menguasai 10,06 persen pasar, disusul First Person Shooter/Action dan Vehicle Racing (balap) yang masing-masing memiliki angka 9,79 persen dan 9,23 persen.

Salah satu gim yang sedang naik daun adalah PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). “Kami sudah mencapai 100 juta pemain aktif dan Indonesia berada di peringkat kedua,” kata Marketing Director of SEA PUBG Mobile Oliver Ye di Jakarta, Jumat (24/5).

Dalam gim tersebut, PUBG Mobile juga memperkenalkan budaya Indonesia lewat berbagai aksesoris dan fitur bernuansa Indonesia. Misal, topeng ondel-ondel, kaos barong, dan kemeja batik yang dikenakan tokoh pemain saat tempur.

Bahkan, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah final PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 Asia Tenggara. Pemilihan Indonesia, kata Ye tak lepas dari banyaknya pemain PUBG aktif asal tanah air.

Babak Grand Final PMCO 2019 akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang pada 22-23 Juni 2019.

Sumber : WHO / thesa.com / selular.id / beritagar

Kaitan game online, gangguan mental, kecanduan game, top, WHO
Admin 28 Mei 2019 28 Mei 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 18 Ribu Rumah Akan Tersambung Jaringan Gas Tahun Depan
Artikel Selanjutnya Menyiapkan Pusat Data Server di Batam

APA YANG BARU?

BP Batam Dukung Pemerintah Pusat: Penataan Lahan & Laut Harus Ada Kepastian Hukum
Artikel 11 jam lalu 70 disimak
Amsakar Lantik 2 Pejabat Eselon II, Geser Ratusan ASN di “Babak Pertama” Rotasi 2026
Artikel 14 jam lalu 178 disimak
Cuaca Panas Masih Terasa di Batam, Waspadai Hujan Angin dan Petir
Artikel 23 jam lalu 193 disimak
Persib Bandung Jumpa Persebaya Surabaya di Final Piala Presiden 2026
Sports 1 hari lalu 199 disimak
Pemko Batam Segera Lakukan Perombakan Struktur OPD Terbaru
Artikel 2 hari lalu 138 disimak

POPULER PEKAN INI

Warga Diminta Waspada, BMKG Meperkirakan Cuaca Batam Berubah-ubah
Artikel 6 hari lalu 489 disimak
Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
Sports 5 hari lalu 409 disimak
Antisipasi Amblasnya Jalan Gajah Mada, Jalur Pemakaman Tionghoa Jadi Alternatif
Artikel 5 hari lalu 409 disimak
30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
Pendidikan 5 hari lalu 395 disimak
Petugas Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia di Batam, Mode Penyelundupan Pakai Kemasan Makanan
Artikel 5 hari lalu 347 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?