Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
    12 jam lalu
    Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Dievakuasi
    12 jam lalu
    Pengendara Mobil Tabrak Lapak dan Kendaraan di Pasar Tos 3000
    13 jam lalu
    Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Kompak Naik per 12 Juli
    13 jam lalu
    RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    8 jam lalu
    Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
    10 jam lalu
    Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
    12 jam lalu
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    2 hari lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Ketika Banyak Restoran “Terpaksa” Jadi Halal

dan barokah untuk negara tetangga

Editor Admin 8 bulan lalu 742 disimak
Ilustrasi, © f. Sultan Yohanadisediakan oleh GoWest.ID

AKHIR-akhir ini, lidah saya semakin dimanjakan dengan aneka jenis makanan. Jika beberapa tahun lalu, karena keterbatasan makanan halal, saya hanya bisa nikmati makanan itu-itu saja, kini keterbatasan itu kian melonggar.

Oleh: Sultan Yohana


KINI, saya dengan mudah bisa datang ke resto Korea atau Jepang. Andok di warung China. Atau sekedar ngemil kue-kue basah berteman kopi pahit kegemaran saya. Saya bisa menikmati semua makanan itu, karena, tiba-tiba saja, banyak restoran yang memilih “menghalalkan” diri. Terutama dalam tiga-empat tahun terakhir.

Alhamdulillah…

Banyaknya restoran yang tiba-tiba menjadi halal ini, mengapungkan tanda tanya di pikiran saya. Pertanyaan awal yang muncul, apakah resto-resto itu membidik pasar warga Muslim yang hanya 15 persen dari populasi masyarakat Singapura? Bisa jadi iya. Tapi pertanyaan lanjutan yang muncul, “jika alasannya demikian, kenapa tidak dari dulu-dulu mereka ‘menghalalkan’ diri?”

Juga, apakah ketika memaksa diri membidik 15 persen pasar warga Muslim, “apakah mereka justru tidak takut akan potensi kehilangan 85 persen pelanggan non muslim, jika menu mereka diubah menjadi halal?” Lagipula, kenapa fenomena “menghalalkan diri” ini baru-baru ini saja muncul?”

Sederet pertanyaan yang muncul itu justru menggiring saya pada kenyataan lainnya yang saya alami secara langsung, dan lebih masuk akal. Saya menduga, alasan sesungguhnya mereka terpaksa “menghalalkan diri” karena sulitnya mencari karyawan! Lho? Apa hubungannya?

Begini:
Dua bulan lalu, saya dapat kiriman pesan WA dari kawan lama, Kawan saya bertanya , bosnya, bos kami dulu, ingin saya kembali kerja di resto cepat saji? Tempat kerja yang sudah saya tinggalkan empat tahun silam. Persoalan lama, yakni sulitnya mencari karyawan, menjadi penyebab kawan saya kembali minta saya bekerja. Apalagi dengan status PR, itu membuat saya dihitung sebagai “karyawan lokal”, dan itu sangat menguntungkan pihak perusahaan dalam memenuhi kuota karyawan lokal mereka. Perusahaan juga dikenai pajak ringan jika mempekerjakan karyawan lokal.

© f. Sultan Yohana/ disediakan oleh GoWest.ID

Singapura memang sedang mengalami persoalan kekurangan tenaga kerja produktif. Hingga banyak restoran yang tutup. Dalam laporan Channel News Asia September 2025 lalu, tahun lalu ada 3000 restoran tutup, dengan rata-rata 250 restoran terpaksa tutup tiap bulannya. Tutupnya ini, selain karena faktor kenaikan sewa tempat yang sangat tinggi, hal yang paling sulit adalah mencari karyawan. Mcdonald, dalam setahun terakhir ini, saya memperhatikan, bahkan menaikkan besaran gaji hingga tiga kali.

Susahnya mencari karyawan, terutama di sektor pekerja “kerah biru”, justru menjadi berkah tersendiri bagi negara tetangga Singapura. Batas kuota karyawan asing yang rata-rata 35 persen bagi sebuah unit usaha, kerapkali “terlanggar” karena mereka tidak bisa mendapatkan 65 persen orang Singapura sebagai karyawan mereka. Jika demikian kondisinya, sebuah unit usaha terpaksa membayar antara $300 hingga $600 per bulan ke pemerintah, untuk setiap kelebihan karyawan asing yang mereka pekerjakan. Ironisnya, itu menjadi satu-satunya pilihan, terutama di sektor-sektor unit usaha kecil seperti rumah makan dan restoran.

Masalah berikutnya, Malaysia lah negara yang paling mudah menyediakan karyawan. Selain karena faktor kedekatan wilayah, kultur, serta bahasa yang sama, warga Malaysia juga punya keistimewaan khusus yang memudahkan bekerja di Singapura.

Jika Anda melongok dapur-dapur hampir semua restoran di Singapura, saya bisa pastikan, Anda pasti akan menemukan banyak orang Malaysia sebagai karyawannya. Bahkan di rata-rata restoran sea-food se-Singapura, kokinya hampir pasti orang Malaysia. Di tempat kerja lama saya, 70 persen karyawannya dari Malaysia.

Sebagai catatan, Malaysian Employers Federation (MEF) mencatat ada sekitar 900 ribu pekerja Malaysia tiap hari pulang-pergi untuk bekerja di Singapura (meski ada laporan lain jumlahnya sekitar 400 ribu). 1.1 juta orang Malaysia lainnya, tercatat tinggal dan bekerja di Singapura.

Banyaknya warga Malaysia yang ingin bekerja di Singapura, tentu saja karena besaran gaji. Sebagai perbandingan, setahun lalu ketika saya jalan-jalan ke Johor, saya melihat iklan lowongan kerja di J-co, yang menawarkan gaji 1800 ringgit per bulan (sekitar $S600). Sementara karyawan tetap di Mcdonald Singapura, mereka bisa membawa pulang 2400 dolar per bulan.

Jadi, jika misalnya Anda punya usaha kedai makan di Singapura, hal paling masuk akal dan paling mudah agar bisnis Anda tetap jalan adalah mempekerjakan karyawan dari Malaysia. Menariknya, kita semua tahu, sebagian besar orang Malaysia adalah Muslim.

© f. Sultan Yohana/ disediakan oleh GoWest.ID

Agar warga Malaysia mau bekerja, salah satu syaratnya, tentu saja kedai Anda harus halal. Mau tak mau, jika tidak ingin kedai Anda tutup, Anda terpaksa “menghalalkan” kedai Anda. Di sinilah kemudian, saya menduga, kedai-kedai yang sebelumnya tidak halal, akhirnya memutuskan menjadi halal. Sebuah “barkah” untuk Malaysia yang muncul justru dari kesulitan yang dialami Singapura.

Semesta (baca Gusti Allah) memang punya segala cara untuk menyamaratakan rejeki dan keseimbangan kehidupan. Singapura yang mati-matian bekerja keras dan menjadikan diri mereka sendiri kaya raya, sampai-sampai banyak warganya yang stress ndak mau punya anak, ehhh…, makplekenyik hasil kerja keras mereka “terpaksa” dibayarkan untuk warga-warga negara tetangga yang mereka butuhkan. Akibat lanjutannya, banyak kedai-kedai makan yang berubah menjadi halal, menjadi berkah lebih lanjut pada orang-orang Muslim seperti saya, yang tinggal di sini.

Alhamdulillah…

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 

Kaitan batam, halal, kuliner, makanan, singapura
Admin 21 November 2025 21 November 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Nelayan di Empat Kecamatan Terima Bantuan Alat Tangkap Ikan dari Pemko Batam
Artikel Selanjutnya “Soebi dan Kepoelaoean Bajak Laoet”

APA YANG BARU?

“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 8 jam lalu 141 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 10 jam lalu 140 disimak
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
Catatan Netizen 12 jam lalu 133 disimak
Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
Artikel 12 jam lalu 131 disimak
Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Dievakuasi
Artikel 12 jam lalu 130 disimak

POPULER PEKAN INI

Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 5 hari lalu 351 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 5 hari lalu 327 disimak
Dramatis! Meksiko Disingkirkan Inggris di Azteca
Sports 7 hari lalu 324 disimak
Tertibkan Parkir Liar, BP Batam Gelar Patroli Gabungan di Jembatan 1 Barelang
Artikel 5 hari lalu 296 disimak
Curi Uang Didalam Dashboard Mobil, Seorang Pemuda di Karimun Diamankan Polisi
Artikel 5 hari lalu 295 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?