Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
    6 jam lalu
    KSOP Batam Bantah Isu Tongkang Granit Terbalik karena Ditolak Singapura
    6 jam lalu
    Sensus Ekonomi 2026: BPS Batam Terjunkan 800 Petugas, Sisir 400 Ribu Keluarga dan Pelaku Usaha
    8 jam lalu
    Debarkasi Haji Batam Hampir Tuntas, 10.516 Jamaah Pulang, Tinggal Kloter 25 di Madinah
    13 jam lalu
    Tongkang Batu Granit Terbalik di Perairan Batu Ampar, Seluruh ABK Selamat
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Krisis Anggaran dan Infrastruktur, Kepri Mundur Jadi Tuan Rumah Porwil Sumatera 2027
    4 jam lalu
    Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026, Banyak Partai Bigmatch
    12 jam lalu
    Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Kanada Lolos ke Babak 16 Besar
    15 jam lalu
    32 Tim Lolos Babak Knok Out, Tim Eropa dan Afrika Dominasi
    1 hari lalu
    “Timah 55 Kaki di Bawah Singkep, Kebaikan Sultan Riau Lingga”
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    4 jam lalu
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    2 hari lalu
    Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
    2 hari lalu
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    4 hari lalu
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    6 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Melacak Peradaban Tertua Dari DNA

Editor Admin 10 tahun lalu 1.7k disimak
Foto ilustrasi orang Papua : pixoto.com

PARA peneliti dari Nature Universitas Kopenhagen, menemukan indikasi yang menunjukkan peradaban tertua di dunia merujuk pada penduduk asli Australia dan Papua Nugini.

Menurut mereka, DNA dari orang-orang ini dapat ditelusuri kembali ke gelombang asli pemukim dari Afrika lebih dari 50 ribu tahun lalu.

“Mereka mungkin kelompok tertua di dunia yang dapat Anda hubungkan ke suatu tempat tertentu,” kata penulis utama dari studi baru di Nature Universitas Kopenhagen, Eske Willerslev dilansir laman Foxnews Senin (26/9).

Ia menemukan bahwa nenek moyang ini merupakan penduduk asli yang tiba di Sahul-a superkontinen yang mencakup Nugini, Australia, dan Tasmania antara 51 ribu dan 72 ribu tahun yang lalu. Bahkan penelitian menunjukkan mereka adalah orang-orang pertama yang menyeberangi lautan.

“Sekarang kami tahu keluarga mereka adalah orang-orang yang pertama yang melakukan penjelajahan,” kata Willerslev.

Para ilmuwan menggunakan jejak genetis terhadap manusia awal yang masih tersisa di DNA masyarakat modern di Papua Nugini dan Australia untuk merekonstruksi perjalanan nenek moyang mereka dari Afrika sekitar 72 ribu tahun yang lalu.

Sejumlah ahli tidak sependapat bahwa manusia non-Afrika sekarang adalah turunan dari penjelajah yang meninggalkan Afrika dalam gelombang migrasi besar-besaran puluhan ribu tahun lalu.


Penelitian terbaru mendukung hipotesis migrasi tunggal, yang mengatakan bahwa suku asli di Papua dan Australia merupakan keturunan dari para penjelajah dari Afrika sekitar 72.000 tahun lalu.


MELACAK jejak migrasi orang asli Papua dan Australia, ahli menemukan bukti bahwa sekitar 50 ribu tahun lalu mereka mencapai Sahul—superbenua yang dulu mencakup Papua Nugini, Australia dan Tasmania sebelum mereka dipisahkan oleh kenaikan permukaan air laut.

Foto : wikipedia.org
Foto peta ilustrasi benua Sahul : wikipedia.org

“Kami tidak tahu siapa orang-orang ini, tapi mereka adalah kerabat jauh dari Denisovan,” kata Professor Eske Willerslev yang sehari-hari mengajar di Cambridge University, seperti dilansir laman The Telegraph, Kamis (22/09/2016) lalu.

Penduduk asli Papua dan Australia bertemu dan saling kawin dengan ras yang tak diketahui, yang kemungkinan ada hubungannya dengan Denisovan Siberia, saat mereka bermigrasi meninggalkan Afrika. Seperti Neanderthals, Denisovan adalah sub-spesies yang sudah punah sejak ribuan tahun.

Berdasarkan penelitian, kerabat yang tak diketahui menyumbang 4% genom penduduk asli Australia. Sebelumnya, saintis menemukan kawin silang manusia prasejarah non-Afrika dengan DNA Neanderthal berkisar antara satu hingga enam persen.

Foto ilustrasi manusia neandhertal : nhm.ac.id
Foto ilustrasi manusia neandhertal : nhm.ac.id

Temuan riset menegaskan bahwa suku Aborogin Autralia adalah keturunan langsung dari orang yang mendiami benua tersebut sejak 50 ribu tahun lalu.

“Mereka kemungkinan kelompok tertua di dunia jika dikaitkan dengan tempat yang mereka diami,” kata Prof Willerslev.

Pada peneliti mengambil sampel air liur untuk melengkapi kode genetik, genom, sebanyak 83 warga  asli Australia dan 25 warga asli Papua Nugini, karena sisa-sisa fosil manusia pada periode awal tidak ditemukan. ***

Kaitan afrika, Australia, peradaban tertua, tes DNA
Admin 27 September 2016 27 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Akhir Kiprah Pencuri Berkolor di Medan
Artikel Selanjutnya Kenapa Shinta Bachir Yang Paling Mahal?

APA YANG BARU?

Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
Statistik 4 jam lalu 91 disimak
Krisis Anggaran dan Infrastruktur, Kepri Mundur Jadi Tuan Rumah Porwil Sumatera 2027
Sports 4 jam lalu 89 disimak
Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
Artikel 6 jam lalu 119 disimak
KSOP Batam Bantah Isu Tongkang Granit Terbalik karena Ditolak Singapura
Artikel 6 jam lalu 107 disimak
Sensus Ekonomi 2026: BPS Batam Terjunkan 800 Petugas, Sisir 400 Ribu Keluarga dan Pelaku Usaha
Artikel 8 jam lalu 123 disimak

POPULER PEKAN INI

Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
Documentary 6 hari lalu 457 disimak
Walikota Batam Enggan Jawab Saat Ditanya Ada Orasi Politik di Pawai MBG Siswa
Artikel 5 hari lalu 428 disimak
Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
Lingkungan 2 hari lalu 411 disimak
Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
Pendidikan 6 hari lalu 388 disimak
Ikan Lepu (Lion Fish)
Rupa 6 hari lalu 369 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?