PENGELOLA Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam membantah rumor yang menyebutkan tongkang bermuatan batu granit olahan yang terbalik di perairan Batuampar, terjadi setelah ditolak masuk ke Singapura. KSOP menegaskan bahwa insiden pada Kamis (25/6/2026) tersebut murni disebabkan oleh faktor teknis berupa kebocoran lambung kapal.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwin Masuku, melalui Kepala Bidang Penegakan Hukum (Gakkum), Yuzirwan Nasution, menjelaskan kronologi sebenarnya. Kapal tongkang tersebut awalnya berlayar dari Tanjung Balai Karimun dengan tujuan Singapura untuk mengangkut muatan batu granit olahan (DAS).
“Benar, kapal mengalami kebocoran sehingga miring dan akhirnya terbalik. Kapal itu berlayar dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura. Tidak ada ditolak,” sebut Yuzirwan.
Menurut penjelasan pihak berwenang, rembesan air akibat kebocoran lambung membuat posisi kapal mulai miring saat masih berada di tengah pelayaran menuju Singapura. Menyadari situasi yang membahayakan, nakhoda kapal mengambil keputusan cepat untuk mengubah haluan menuju Batam.
Rencananya, muatan granit akan dibongkar darurat di Batam demi menstabilkan kembali posisi kapal. Namun malang, sebelum proses pembongkaran sempat dilakukan, kapal sudah lebih dulu kehilangan keseimbangan dan terbalik di perairan Batuampar.
Evaluasi dan Kondisi Terkini
MESKI sempat memicu kepanikan, KSOP memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat tanpa luka-luka.
Saat ini, langkah penanganan yang telah dilakukan meliputi Evakuasi Armada: Tongkang telah berhasil dievakuasi dan ditarik ke galangan kapal terdekat. Investigasi Lanjutan: KSOP Khusus Batam masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran lambung. Imbauan Keselamatan: Pihak otoritas meminta seluruh operator kapal untuk memperketat pengecekan kondisi teknis armada sebelum mengantongi izin berlayar guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.
(dha)


