Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bakrie Group Tertarik Berinvestasi di Batam
    15 jam lalu
    Timbul Kekhawatiran Pencemaran Laut Terjadi Akibat Tenggelamnya Kapal MV Golden Star 1
    20 jam lalu
    Prakiraan Cuaca Batam, Selasa dan Rabu Waspadai Hujan dan Petir
    22 jam lalu
    Ombudsman Kepri:”Batam Perlu Jalur Khusus Busway”
    1 hari lalu
    Anggaran Belum Turun, Puluhan Dapur SPPG di Batam Hentikan Operasional
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap Babak Penyisihan Grup
    18 jam lalu
    Tiket Semifinal Dramatis: Eksekusi Penalti Evandra Florasta Singkirkan Vietnam
    2 hari lalu
    Bagaimana Kota Pesisir Pengaruhi Kesehatan Terumbu Karang: Kisah dari Batam dan Natuna
    2 hari lalu
    Anakronisme Gambar Raja Ali Haji
    3 hari lalu
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
    5 jam lalu
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    3 hari lalu
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    3 hari lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    4 hari lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    5 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Menakar Sukses Otonomi di Era Reformasi”

Editor Admin 10 tahun lalu 5.6k disimak
Peta Indonesia, Ilustrasi

PEMERINTAH pusat banyak mendelegasikan kewenangannya ke daerah. Daerah diberi keleluasaan mengembangkan potensinya serta menggali pendapatan lokal untuk kepentingan daerah masing-masing. Di era reformasi, pelimpahan itu dimandatkan dalam UU pemerintah Daerah.

Daftar Isi
Masalah di era Otonomi Investasi di era Otonomi

Lantas setelah berjalan bertahun-tahun ini, bagaimana progressnya?

Otonomi daerah memiliki tujuan utama untuk mencapai kemandirian daerah melalui penguatan potensi lokal dan partisipasi masyarakat. Beberapa kalangan menilai, otonomi daerah hadir dengan kemasan demokrasi, tapi di dalamnya masih terkandung sentralisasi.

Kenyataan yang terjadi saat ini,  ketergantungan banyak daerah terhadap pemerintah pusat juga semakin kuat, bukan malah sebaliknya. Selain itu, kecenderungan yang masih ada khususnya di negara berkembang mengenai arah pembangunan dalam kerangka perimbangan kekuasaan vertical masih kental dengan gerakan over-centripetal.

Sementara Chief of Executive Directorate Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Rifqinizamy Karsayuda di laman otonomi.co.id mengatakan otonomi daerah adalah ‘anak kandung’ reformasi yang lahir dari amandemen konstitusi.

Menurutnya, yang menjadi pangkal terbentuknya otonomi daerah adalah Pasal 18 Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia (NRI) tahun 1945. Dalam ketentuan itu, otonomi seluas-luasnya diberikan kepada pemerintah daerah provinsi seperti kabupaten dan kota (kab/kota).

Di dalam Undang-Undang (UU) Pemerintah Daerah (Pemda) disebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan dan kemandirian dalam mengatur urusan daerahnya sendiri.

Pemerintah daerah juga berhak membuat kebijakan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Namun, bergulirnya UU Pemda itu bukan tanpa sandungan.

“Persoalannya, dalam UU Pemda mulai dari UU nomor 22 tahun 1999, nomor 32 tahun 2004, hingga UU nomor 23 tahun 2014, titik tekan dan derajat otonomi kerap berubah dan fluktuatif,” tutur Rifqi.

Dia menuturkan, dalam UU Pemda nomor 22 tahun 1999 misalnya, otonomi terkesan liberatif dengan titik tekan di kabupaten/kota.

Di UU tersebut menekankan bahwa sistem pemerintahan pusat memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah.

Sementara dalam UU nomor 23 tahun 2014, otonomi terkesan dibatasi, dengan menarik kembali segala kewenangan kabupaten/kota ke provinsi dan pemerintah pusat.

Rifqi melihat hingga saat ini daerah masih sangat bergantung pada pemerintahan pusat. “Daerah masih sangat tergantung pada pusat dan harus tetap tergantung, karena kita itu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.

Meski demikian, kata dia, otonomi daerah banyak melahirkan cerita sukses dan best practices di banyak kabupaten/kota. Kesuksesan dapat dilihat di Kabupaten Bantaeng, Tanah Bumbu, Solok, Banyuwangi, Surabaya, dan lain-lain.

“Kesuksesan itu dikarenakan luasnya kewenangan yang diberikan pemerintah pusat disertai dengan leaderships kepala daerah dan partisipasi publik,” ujarnya.

Sementara, dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), terjadi kenaikan signifikan setelah otonomi daerah diberlakukan. Hal ini sejalan dengan pemberian kewenangan yang luas kepada kabupaten/kota.

Walaupun banyak daerah yang berhasil dan sukses membangun wilayahnya, Rifqi mengatakan, masih banyak daerah yang tertinggal. “Data daerah tertinggal dapat dilihat di kemendagri.go.id,” kata Rifqi.

Masalah di era Otonomi

Era otonomi juga menimbulkan masalah. Masalah yang muncul adalah banyak daerah yang tidak bisa memaksimalkan sumber pendapatan daerahnya. Hal ini disebabkan tidak ada sumber daya alam atau sumber daya ekonomi di daerahnya. atau justru ketidakmampuan SDM daerah dalam mengelolanya.

Chief of Executive Directorate Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Rifqinizamy Karsayuda, otonomi daerah pun memiliki kelemahan seperti praktik penyalahgunaan kewenangan. Salah satunya “jual beli perizinan”. Cara mengantisipasinya, perlu penguatan pengawasan dari pemerintah pusat.

“Jika perlu, kalau ada daerah yang salah gunakan kewenangan, tarik saja kewenangannya ke pemerintah pusat,” tuturnya.

Masalah lain dalam penerapan Otonomi Daerah, banyak daerah yang saat ini masih mencari posisi perimbangan antara pusat dan daerah. Pemerintah daerah belum sepenuhnya berdaya dalam membiayai segala kebutuhannya. Terutama kebutuhan sosial yang besar seperti kesehatan dan pendidikan.

Kemampuan dalam pengelolaan dan pengolahan potensi alam juga dinilai cenderung rendah. Kondisi ini berarti, daerah belum mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan nilai ekonomis barang. Pemerintah daerah masih menggantungkan pembiayaan dari dana perimbangan.

Otonomi daerah saat ini juga belum mengarah pada otonomisasi masyarakat daerah. Padahal, salah satu ciri otonomi daerah adalah peningkatan keterlibatan masyarakat daerah untuk ikut menentukan nasibnya sendiri. Kenyataannya di banyak daerah, masyarakat belum memiliki andil besar dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Ada kecenderungan bahwa partisipasi masyarakat di era desentralisasi dimanfaatkan oleh para elit masyarakat yang lebih mengetahui akses untuk mempengaruhi kebijakan di tingkat daerah dan kehadiran mereka mengatasnamakan wakil rakyat yang menyuarakan keinginan rakyat.

Di laman Kompas, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat mengatakan, persoalan yang terjadi di dalam penerapan otonomi daerah atau desentralisasi hingga kini tak dapat diselesaikan. Penyebabnya, minimnya pemahaman lembaga eksekutif dan legislatif dalam menyelesaikan persoalan itu.

Syarif mengatakan, persoalan dalam implementasi otda sebenarnya tak hanya terjadi pasca-reformasi. Persoalan itu, kata dia, sebenarnya telah terjadi pasca-Indonesia merdeka di tahun 1945 lalu.

“Karena pemahaman atas konsep dan implementasi kebijakan desentralisasi didasarkan pada penggalan peristiwa. Kita tidak akan pernah memahami penyakit otda kalau hanya memenggal peristiwa,” kata Syarif  tahun lalu.

 Investasi di era Otonomi

Sejalan dengan otonomi daerah di mana daerah mempunyai hak untuk mencari sumber-sumber pendapatan, maka pemerintah daerah berlomba-lomba untuk menggali potensi ekonomi agar berkembang dan menghasilkan pendapatan.

Salah satu sektor yang mampu menjadi sumber pendapatan asli daerah adalah investasi. Investasi menjadi penting karena merupakan modal utama dalam menggerakkan potensi-potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu daerah.

Namun, mendatangkan investor bukan pekerjaan sederhana.

Isa Ismail di jurnal ilmiahnya meneliti, ada beberapa kendala dalam penerapan investasi di daerah. Ia mengambil sampel daerah Batang di Jawa Tengah. Menurutnya, kendala itu meliputi kendala Kebijakan, Sumber Daya Manusia dan sosio masyarakat setempat.

Padahal, perkembangan investasi di Indonesia merupakan salah satu indikator kemajuan pertumbuhan ekonomi di negara ini. Investasi yang dilakukan secara tepat dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Agar investasi di daerah dalam era otonomi ini bisa berjalan baik, Setyo Pamungkas di blognya menyarankan agar Pemerintah daerah bisa menjalin koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat. Koordinasi tersebut harus dijalankan dengan semangat otonomi daerah.

Dalam pengembangan peluang bagi potensi daerah,  koordinasi menjadi titik penting bagi penanaman modal (investasi) di daerah. Baik itu dalam urusan kepemerintahan terkait investasi, maupun dalam kerangka kemampuan daerah untuk melakukan investasi. ***

Kaitan investasi, masalah, otonomi daerah, perkembangan, sukses
Admin 20 November 2016 20 November 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 5 Tarian Dari 5 Etnis Meriahkan Panggung Hiburan Rakyat
Artikel Selanjutnya 5 Kesalahan Keuangan Saat Sedang Libur

APA YANG BARU?

Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
Statistik 5 jam lalu 111 disimak
Bakrie Group Tertarik Berinvestasi di Batam
Artikel 15 jam lalu 126 disimak
Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap Babak Penyisihan Grup
Sports 18 jam lalu 235 disimak
Timbul Kekhawatiran Pencemaran Laut Terjadi Akibat Tenggelamnya Kapal MV Golden Star 1
Artikel 20 jam lalu 189 disimak
Prakiraan Cuaca Batam, Selasa dan Rabu Waspadai Hujan dan Petir
Artikel 22 jam lalu 223 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 6 hari lalu 1.1k disimak
Disdukcapil Batam Sederhanakan Layanan, Perubahan Data Bisa di Kecamatan
Artikel 6 hari lalu 705 disimak
USD Terus Menguat Terhadap Rupiah, Picu Kekhawatiran Pengusaha Batam
Artikel 5 hari lalu 687 disimak
Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
Pendidikan 5 hari lalu 643 disimak
Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
Pendidikan 6 hari lalu 638 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?