Hubungi kami di

Berita

Mulai Bulan Depan, Ada Kereta Tanpa Masinis di Soetta

Mike Wibisono

Terbit

|

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan, Automated People Mover System (APMS) atau skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta siap beroperasi pada 17 September 2017.

Pada tahap awal, moda transportasi antar terminal berbasis kereta tanpa pengemudi (driveless) ini akan menghubungkan terminal 2 dan terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Selanjutnya, November 2017 akan menghubungkan terminal 1, 2, dan 3.

“Diharapkan ini bisa satu kali angkut 176 penumpang, jadi setiap 5 menit (1 trainset) bisa diangkut sebanyak kurang lebih 176 penumpang,” kata Budi Karya dikutip dari laman dephub.go.id.

Pada tahap pertama, pengoperasian skytrain ini akan dilengkapi 1 trainset yang terdiri dari 2 gerbong kereta. Ke depan, skytrain ini akan beroperasi penuh dengan 3 trainset menghubungkan seluruh terminal penumpang dan terintegrasi juga dengan kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Dengan 3 trainset nantinya skytrain ini mampu mengangkut penumpang sebanyak 528 penumpang,” tuturnya.

Dengan beroperasinya skytrain ini penumpang hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit dari terminal 3 ke terminal 1 sejauh 3,2 kilometer dan 3 menit dari terminal 2 ke terminal 3 sejauh 1,7 kilometer.

“Operasinya dengan headway 5 menit dan dari terminal 2-3 itu 3 menit, jadi kira-kira dari terminal 1 ke terminal 2 lanjut ke terminal 3 kira-kira 5 menit,” jelasnya.

BACA JUGA :  Video Mesum Pelajar di Kuburan Buat Geger Media Sosial

Budi Karya berharap, skytrain ini akan mempermudah masyarakat yang akan melakukan pergerakan antar terminal. Rencananya, skytrain ini juga akan terhubungkan dengan stasiun bus yang akan dipusatkan di terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kata dia, people mover ini akan berguna bagi masyarakat karena nantinya terminal 1 dan 2 melayani penerbangan dalam negeri. Dengan begitu, bagi mereka yang akan ke luar negeri bisa dengan mudah menggunakan fasilitas ini.

“Nanti juga akan kami gunakan untuk konektivitas terhadap stasiun bus yg akan kita pusatkan di terminal 1,” jelas dia.

Untuk pembangunan skytrain ini, PT Angkasa Pura 2 menginvestasikan dana sebesar Rp950 miliar. Untuk pengadaan trainset skytrain sendiri, yang disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korsel, PT Angkasa Pura 2 menginvestasikan dana sebesar Rp530 miliar.

Untuk pembangunan infrastruktur seperti jalur dan terminal skytrain PT Angkasa Pura 2 berinvestasi sebesar Rp420 miliar, pembangunannya dilakukan oleh KSO antara PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco. (*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook