Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
    16 jam lalu
    13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
    18 jam lalu
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    2 hari lalu
    Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
    2 hari lalu
    BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
    1 hari lalu
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    1 hari lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    2 hari lalu
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    3 hari lalu
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    6 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Panjang Garis Pantai dan Garam yang Tak Melimpah

Editor Admin 9 tahun lalu 1.8k disimak
Foto Petani garam : © KKP News

INDONESIA adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Menurut Badan Informasi Geospasial, panjang garis pantai Indonesia mencapai 99.093 kilometer. Hanya Kanada yang mengalahkan panjangnya garis pantai ini.

Namun ironis, untuk memenuhi kebutuhan garam, Indonesia sebagian besar harus dipenuhi dengan impor.

Kebutuhan garam di Indonesia tak hanya untuk memasak. Ada dua jenis garam yang beredar di pasaran. Pertama garam konsumsi dengan kadar Natrium klorida (NaCl) minimal sebesar 94 persen.

Kedua garam industri, dengan kadar NaCl minimal 97 persen. Garam industri untuk kebutuhan farmasi bahkan mensyaratkan kandungan NaCl sebesar 99 persen.

Nah, kebutuhan garam di Indonesia paling besar adalah untuk industri seperti makanan, minuman, tekstil, farmasi, sabun hingga perminyakan.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada 2013 kebutuhan garam mencapai 3,57 juta ton. Kebutuhan garam rumah tangga mencapai 1,54 juta ton dan garam industri sebesar 2,03 juta ton.

Namun total produksi garam dalam negeri hanya mencapai 1,08 juta ton. Sisanya, 2,02 harus dipenuhi dengan impor. Sebagian besar impor garam didatangkan dari Australia.

Kenapa tahun itu produksi garam di Indonesia rendah sekali dibanding kebutuhannya? Ada faktor lain yang menentukan.

Panjang garis pantai bukan faktor utama yang membuat produksi garam otomatis berbanding lurus dengan produksi garam. Setidaknya, ada tiga faktor yang turut mempengaruhi produksi garam.

Musim Kemarau

Memproduksi garam butuh cuaca panas untuk menguapkan air laut hingga menjadi garam.

Tahun 2013 adalah tahun dengan musim kemarau yang amat pendek. Hanya dua bulan. Bandingkan dengan data 2015. Saat itu, musim kemarau berlangsung sampai enam bulan. Kondisi ini membuat produksi garam hampir tiga kali lipatnya, 2,91 juta ton.

Produktivitas lahan juga terpengaruh oleh musim. Pada 2013, produktivitas ladang garam hanya menghasilkan 39,62 ton per hektarnya. Sedangkan pada 2015, mencapai 112,87 ton per hektar.

Pendeknya musim kemarau bisa makin buruk jika diselingi hujan alias kemarau basah. Tahun lalu, dan tahun ini, musim kemarau yang muncul adalah kemarau basah. Inilah yang membuat petani resah.

Kelembapan Udara

Pakar Teknik Kimia Universitas Indonesia Misri Gozan, mengungkapkan produktivitas lahan garam Australia bisa menghasilkan 350 ton per hektar. Kenapa bisa tinggi?

“Karena humiditas (kelembapan udara) udara sekitar 20-30 persen saja, kita tidak pernah keringetan di sana. Berbeda dengan kondisi pantai kita,” kata Misri di Jakarta, Rabu (7/10/2015), seperti dikutip detikfinance.

Menurutnya Indonesia tidak punya kemewahan alam seperti Australia yaitu kelembapan yang rendah. Jika suatu daerah kelembapannya terlalu tinggi, maka proses kristalisasi akan terhambat atau lebih lama. “Kita NTB dan NTT yang paling bagus, hampir sama seperti Australia,” katanya.

Investasi

Mengembangkan garam di Indonesia dalam skala industri besar di Indonesia. Perbankan tak tertarik dengan kredit usaha garam.

Menurut Misri, hampir sulit mencari investor yang mau menanamkan uangnya di sektor produksi garam di Indonesia. Garam impor dari Australia, harganya Rp500 per kilogram.

Misri menghitung, untuk memproduksi setidaknya 3 juta ton garam, jika harganya sama dengan Australia, investor hanya akan mendapat keuntungan Rp1,5 triliun. “Angkanya kecil sekali,” kata Misri.

Bahkan kalangan perbankan penilaian lebih buruk, tak ada untung dalam investasi ini. Sehingga susah mengucurkan kredit kepada pengusaha garam.

Lima tahun lalu, Manajer Umum Divisi Usaha Kecil Bank Negara Indonesia Ayu Sari Wulandari, menilai hasil penjualan tak menutup biaya produksi garam.

Kondisi itu diperkirakan semakin buruk jika petambak garam terbebani angsuran. “Produsen garam yang tidak pinjam ke bank saja tidak untung, apalagi kalau kredit ke bank,” ujarnya Kamis (5/1/2012), seperti dikutip dari Kompas.com. (*)

 

Kaitan Garis pantai, impor garam, petani garam
Admin 1 Agustus 2017 1 Agustus 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Dibantai Jepang, Tim Voly Indonesia Gagal ke Final
Artikel Selanjutnya 10 Film Indonesia yang Tayang di Agustus, Salah Satunya Produksi Batam

APA YANG BARU?

Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 16 jam lalu 187 disimak
13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
Artikel 18 jam lalu 168 disimak
Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
Pendidikan 1 hari lalu 161 disimak
Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 1 hari lalu 316 disimak
Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
Artikel 2 hari lalu 336 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 6 hari lalu 793 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 6 hari lalu 700 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 6 hari lalu 686 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 6 hari lalu 660 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 6 hari lalu 637 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?