Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Aniaya Seorang Buruh Bangunan, Dua Pelaku Diamankan Polsek Sagulung
    17 jam lalu
    KJRI Johor Bahru Pulangkan 87 WNI dan PMI ke Batam
    18 jam lalu
    Kualitas Udara Batam Memburuk Lagi
    19 jam lalu
    Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru, Kepri Resmi Punya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah
    2 hari lalu
    Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kenalkan Sejarah dan Budaya di Ranah Digital
    18 jam lalu
    Polibatam Bawa 9 Inovasi Unggulan ke The Premier Manufacturing Indonesia Series 2026
    18 jam lalu
    Timnas Indonesia Raih Tropi Internasional Sepakbola, Setelah 35 Tahun Puasa Gelar
    2 hari lalu
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    3 hari lalu
    Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    1 minggu lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    1 minggu lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    1 minggu lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Panjang Garis Pantai dan Garam yang Tak Melimpah

Editor Admin 9 tahun lalu 1.9k disimak
Foto Petani garam : © KKP News

INDONESIA adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Menurut Badan Informasi Geospasial, panjang garis pantai Indonesia mencapai 99.093 kilometer. Hanya Kanada yang mengalahkan panjangnya garis pantai ini.

Namun ironis, untuk memenuhi kebutuhan garam, Indonesia sebagian besar harus dipenuhi dengan impor.

Kebutuhan garam di Indonesia tak hanya untuk memasak. Ada dua jenis garam yang beredar di pasaran. Pertama garam konsumsi dengan kadar Natrium klorida (NaCl) minimal sebesar 94 persen.

Kedua garam industri, dengan kadar NaCl minimal 97 persen. Garam industri untuk kebutuhan farmasi bahkan mensyaratkan kandungan NaCl sebesar 99 persen.

Nah, kebutuhan garam di Indonesia paling besar adalah untuk industri seperti makanan, minuman, tekstil, farmasi, sabun hingga perminyakan.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada 2013 kebutuhan garam mencapai 3,57 juta ton. Kebutuhan garam rumah tangga mencapai 1,54 juta ton dan garam industri sebesar 2,03 juta ton.

Namun total produksi garam dalam negeri hanya mencapai 1,08 juta ton. Sisanya, 2,02 harus dipenuhi dengan impor. Sebagian besar impor garam didatangkan dari Australia.

Kenapa tahun itu produksi garam di Indonesia rendah sekali dibanding kebutuhannya? Ada faktor lain yang menentukan.

Panjang garis pantai bukan faktor utama yang membuat produksi garam otomatis berbanding lurus dengan produksi garam. Setidaknya, ada tiga faktor yang turut mempengaruhi produksi garam.

Musim Kemarau

Memproduksi garam butuh cuaca panas untuk menguapkan air laut hingga menjadi garam.

Tahun 2013 adalah tahun dengan musim kemarau yang amat pendek. Hanya dua bulan. Bandingkan dengan data 2015. Saat itu, musim kemarau berlangsung sampai enam bulan. Kondisi ini membuat produksi garam hampir tiga kali lipatnya, 2,91 juta ton.

Produktivitas lahan juga terpengaruh oleh musim. Pada 2013, produktivitas ladang garam hanya menghasilkan 39,62 ton per hektarnya. Sedangkan pada 2015, mencapai 112,87 ton per hektar.

Pendeknya musim kemarau bisa makin buruk jika diselingi hujan alias kemarau basah. Tahun lalu, dan tahun ini, musim kemarau yang muncul adalah kemarau basah. Inilah yang membuat petani resah.

Kelembapan Udara

Pakar Teknik Kimia Universitas Indonesia Misri Gozan, mengungkapkan produktivitas lahan garam Australia bisa menghasilkan 350 ton per hektar. Kenapa bisa tinggi?

“Karena humiditas (kelembapan udara) udara sekitar 20-30 persen saja, kita tidak pernah keringetan di sana. Berbeda dengan kondisi pantai kita,” kata Misri di Jakarta, Rabu (7/10/2015), seperti dikutip detikfinance.

Menurutnya Indonesia tidak punya kemewahan alam seperti Australia yaitu kelembapan yang rendah. Jika suatu daerah kelembapannya terlalu tinggi, maka proses kristalisasi akan terhambat atau lebih lama. “Kita NTB dan NTT yang paling bagus, hampir sama seperti Australia,” katanya.

Investasi

Mengembangkan garam di Indonesia dalam skala industri besar di Indonesia. Perbankan tak tertarik dengan kredit usaha garam.

Menurut Misri, hampir sulit mencari investor yang mau menanamkan uangnya di sektor produksi garam di Indonesia. Garam impor dari Australia, harganya Rp500 per kilogram.

Misri menghitung, untuk memproduksi setidaknya 3 juta ton garam, jika harganya sama dengan Australia, investor hanya akan mendapat keuntungan Rp1,5 triliun. “Angkanya kecil sekali,” kata Misri.

Bahkan kalangan perbankan penilaian lebih buruk, tak ada untung dalam investasi ini. Sehingga susah mengucurkan kredit kepada pengusaha garam.

Lima tahun lalu, Manajer Umum Divisi Usaha Kecil Bank Negara Indonesia Ayu Sari Wulandari, menilai hasil penjualan tak menutup biaya produksi garam.

Kondisi itu diperkirakan semakin buruk jika petambak garam terbebani angsuran. “Produsen garam yang tidak pinjam ke bank saja tidak untung, apalagi kalau kredit ke bank,” ujarnya Kamis (5/1/2012), seperti dikutip dari Kompas.com. (*)

 

Kaitan Garis pantai, impor garam, petani garam
Admin 1 Agustus 2017 1 Agustus 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Dibantai Jepang, Tim Voly Indonesia Gagal ke Final
Artikel Selanjutnya 10 Film Indonesia yang Tayang di Agustus, Salah Satunya Produksi Batam

APA YANG BARU?

Aniaya Seorang Buruh Bangunan, Dua Pelaku Diamankan Polsek Sagulung
Artikel 17 jam lalu 71 disimak
Kenalkan Sejarah dan Budaya di Ranah Digital
Budaya 18 jam lalu 250 disimak
Polibatam Bawa 9 Inovasi Unggulan ke The Premier Manufacturing Indonesia Series 2026
Pendidikan 18 jam lalu 463 disimak
KJRI Johor Bahru Pulangkan 87 WNI dan PMI ke Batam
Artikel 18 jam lalu 283 disimak
Kualitas Udara Batam Memburuk Lagi
Artikel 19 jam lalu 282 disimak

POPULER PEKAN INI

Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
Histori 3 hari lalu 566 disimak
Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
In Depth 4 hari lalu 527 disimak
Kapolri Baru Lakukan Mutasi Besar-besaran, Kapolda Kepri Diangkat Jadi Kabareskrim
Artikel 5 hari lalu 521 disimak
Tiga Bulan Air Mati, Ratusan Warga Nongsa Turun ke Jalan; Singgung Proyek Data Center
Artikel 3 hari lalu 511 disimak
Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
Artikel 2 hari lalu 499 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?