Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    SPPG Senggarang Tanjungpinang Ditutup Sementara
    3 jam lalu
    Produktivitas Padi di Bintan Tembus 10 Ton per Hektare
    9 jam lalu
    Tuntut Peran Walikota, Ratusan Pekerja PT Ghim Li Datangi Kantor Pemko Batam
    9 jam lalu
    Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
    13 jam lalu
    Tiga Orang Jadi Tersangka Kasus Bentrokan Maut Lahan di Setokok
    14 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
    3 jam lalu
    Suasana tahun 1998 & Informasi yg Menyaru?
    13 jam lalu
    Kabut Asap di Batam Bisa Bertahan Hingga Oktober 2026
    13 jam lalu
    Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
    1 hari lalu
    Kualitas Udara Batam Memburuk, Jarak Pandang Menyusut
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    1 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

Pelajar Papua Kembali ke Jalan Menolak Program Makan Gratis Prabowo

Editor Admin 2 tahun lalu 815 disimak
Para pelajar di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menggelar demonstrasi menolak program makan bergizi gratis pada Senin 24 Februari 2025. © Abeth You/BenarNewsDisediakan oleh GoWest.ID

LEBIH dari 1.000 pelajar di wilayah Papua turun ke jalan pada Senin untuk memprotes program makan bergizi gratis Presiden Prabowo Subianto dan menuntut agar pemerintah memprioritaskan pendidikan gratis.

Unjuk rasa di Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai di Provinsi Papua Tengah, menyusul serangkaian aksi pelajar di seluruh wilayah tersebut pekan lalu yang diwarnai tindakan represif petugas keamanan.

Para pelajar bergerak menuju kantor bupati, membawa spanduk bertuliskan “Kami butuh pendidikan gratis, bukan makan siang gratis” dan “Presiden Prabowo lebih memikirkan perut daripada otak.”

Program makan gratis, yang merupakan inisiatif unggulan Prabowo, bertujuan mengatasi malnutrisi dan stunting, namun sebagian berpendapat bahwa program ini gagal menangani akar penyebab kemiskinan dan ketidaksetaraan di Papua, di mana akses ke pendidikan berkualitas masih menjadi tantangan besar.

“Makanan bergizi itu selalu disiapkan oleh orang tua kami. Mereka menyiapkan makan sehari tiga kali. Kami tidak susah makanan karena alam juga ikut menyediakan. Tapi kami kesulitan biaya pendidikan sehingga kami meminta pendidikan harus digratiskan,” kata Alpius Tebai, koordinator Aliansi Pelajar Kabupaten Paniai yang mengorganisir protes tersebut.

Demonstrasi di Enarotali berlangsung damai, dengan polisi menyediakan pengamanan saat pelajar berbaris dan menyampaikan tuntutan mereka.

Namun, selama protes serupa pekan lalu di kota-kota Papua lainnya, pihak berwenang merespons dengan kekerasan, termasuk penggunaan gas air mata dan tembakan peringatan. Dalam satu insiden di Nabire, sebuah video beredar yang menunjukkan seorang pejabat pendidikan lokal menendang dan menghina seorang pelajar, memicu kemarahan.

Para ahli mengatakan bahwa protes pelajar mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan Jakarta, yang oleh banyak orang Papua dianggap paternalistik dan tidak sesuai dengan kebutuhan lokal.

Mereka berpendapat bahwa program ini mengabaikan masalah struktural yang lebih dalam di wilayah tersebut, termasuk sekolah yang kekurangan dana, kurangnya guru berkualitas, dan tingginya angka putus sekolah.

Para pelajar di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menggelar demonstrasi menolak program makan bergizi gratis pada Senin 24 Februari 2025. [Abeth You/BenarNews]

Fabianus John Berek, seorang pakar tata kelola di Papua, mengatakan program makan gratis gagal mempertimbangkan tantangan unik yang dihadapi oleh komunitas Papua.

‘’Penolakan MBG hendak menunjukkan, bahwa pemerintah pusat yang dikomandoi secara sentralistis dan top down, mengikuti watak rezim Orde Baru gagal mengidentifikasi akar persoalan pendidikan di Papua,’’ kata Berek dalam sebuah opini di Jubi, situs berita utama Papua.

Berek menyerukan keterlibatan yang lebih besar dari pemerintah daerah, pendidik, dan pemimpin komunitas dalam pembuatan kebijakan, terutama di wilayah dengan sejarah marginalisasi dan konflik seperti Papua.

‘’Pengabaian terhadap hal ini mengakibatkan kebijakan MBG hanya merupakan agenda pemerintah pusat, yang sama sekali tidak relevan dan kontekstual dengan permasalahan di level daerah,’’ tulisnya.

Sementara itu, polisi menuduh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), sebuah kelompok pro-kemerdekaan, telah mengorganisir aksi penolakan tersebut. Polisi di Jayapura mengklaim memiliki bukti bahwa KNPB menyediakan materi dan panduan kepada pelajar, tuduhan yang dibantah oleh kelompok tersebut.

“Bukan hal baru. Sudah sering mereka (polisi) tuduh kami sebagai dalang aksi demonstrasi di Papua ini. Tapi para pelajar itu mereka cerdas. Mereka tidak perlu diarahkan atau ditunggangi. Mereka paham apa yang mereka harus lakukan untuk menyampaikan aspirasi. Kami tak perlu terlibat,” kata Warpo Wetipo, wakil ketua KNPB.

Organisasi hak asasi manusia mengutuk respons keras terhadap protes sebelumnya. Amnesty International Indonesia menyebut penggunaan gas air mata dan tembakan peringatan terhadap pelajar sebagai tindakan berlebihan.

“Mencegat, apalagi menangkap siswa yang hendak melakukan aksi damai menolak program MBG tanpa alasan hukum yang dibenarkan, adalah bentuk pelanggaran HAM yang sangat nyata yang dipertontonkan oleh kepolisian di Tanah Papua,” kata Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia.

Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) telah menyerukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran oleh aparat keamanan selama protes. Organisasi tersebut mendesak Prabowo untuk mengalokasikan ulang dana dari program makan siang ke pendidikan dan menuntut akuntabilitas bagi pejabat yang terlibat dalam tindakan kekerasan.

“Berkaitan dengan pendidikan gratis di seluruh Tanah Papua adalah kewajiban pemerintah pusat sesuai perintah konstitusi [yang berbunyi] ‘Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan’,” kata Emanuel Gobay, direktur LBH Papua.

”Sudah sepantasnya seluruh oknum aparat keamanan yang menodai ruang demokrasi pelajar Papua …dimintai pertanggungjawaban hukum alias ditangkap,” ujar Gobay dalam pernyataan tertulis.

Victor Mambor adalah Pendiri dan Pemimpin Umum situs berita Jubi.

Kaitan batam, Makan gratis, MBG, papua, pelajar, prabowo, siswa
Admin 26 Februari 2025 26 Februari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Bagaimana Negara-Negara ASEAN Membentuk Kebijakan Laut China Selatan Atas Tiongkok?
Artikel Selanjutnya Apa itu Danantara, Pengelola Dana Investasi Yang Baru Diluncurkan Prabowo?

APA YANG BARU?

SPPG Senggarang Tanjungpinang Ditutup Sementara
Artikel 3 jam lalu 73 disimak
Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
Sports 3 jam lalu 72 disimak
Produktivitas Padi di Bintan Tembus 10 Ton per Hektare
Artikel 9 jam lalu 130 disimak
Tuntut Peran Walikota, Ratusan Pekerja PT Ghim Li Datangi Kantor Pemko Batam
Artikel 9 jam lalu 144 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 13 jam lalu 161 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 7 hari lalu 939 disimak
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya
Artikel 6 hari lalu 297 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 2 hari lalu 294 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 2 hari lalu 282 disimak
Hujan Ringan Diprakirakan Basahi Batam Siang Hingga Sore
Artikel 3 hari lalu 281 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?