Hubungi kami di

Ini Batam

Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Perlu Studi Ekonomi

ilham kurnia

Terbit

|

Menko Marinvest Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Ist.

MENKO Marinvest Luhut Binsar Panjaitan meminta agar sebelum pelaksanaan pembangunan jembatan Batam – Bintan, ada studi keekonomian yang dibuat untuk menghitung manfaat keekonomian jika jabatan itu jadi dibangun. Permintaan itu disampaikan saat meninjau lokasi landing point’ jembatan di Batam, Kamis (18/3).

“Pak Gubernur, dibuat nanti studi keekonomiannya. Bisa dihitung manfaatnya keekonomiannya,” kata Luhut.

Permintaan untuk dihitung dampak keekonomian dinilai penting, karena biaya pembangunan besar. Dimana, jembatan Barelang dibangun dengan dana yang cukup besar, namun dampak ekonominya, dinilai belum maksimal.

Diakui Luhut, dalam laporan yang disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, jika Jembatan Babin dibangun, maka potensi kendaraan yang melintas, sekitar 7ribu per hari.

Namun, Luhut meminta agar ada studi. Studi yang dilakukan juga diminta dengan perhitungan yang matang.

“Sehingga pemanfaatan uang yang diinvestasikan tidak sia-sia. Kalau disini seperti apa yang dilaporkan Pak Gubernur bisa 7000 mobil satu hari, saya kira bisalah. Tapi harus dari hasil studi. Jangan membuat studi yang hasilnya tidak tetap,” pesan Luhut.

BACA JUGA :  Bantuan Dari Dunia Pariwisata Untuk Penanganan Covid-19 di Batam

Luhut juga menyinggung, terkait labuh jangkar, industri clean energi dalam menangani masalah limbah oil, penertiban kapal dan lainnya, penanganannya diminta dilakukan terintegrasi. Terutama antara penanganan limbah dan penertiban kapal hingga labuh jangkar.

“Karena masalah limbah ini rupanya sangat besar (di Kepri). Tadi sudah disebutkan hampir 40 sampai 50 ribu ton per satu bulan. Makanya (hadir perusahaan clean energy), untuk mengubah jadi energi yang bagus,” bebernya.

Kedepan, diakui hal itu menjadi perhatian mereka, sehingga dia mengajak Menkopolhukam, Mahfud MD.

“Kami berbarengan hadir dengan Menkopolhukam hadir, karena menyangkut masalah keamanan. Nanti akan kami koordinasikan bersama. Supaya semua penyelesaian lebih terintegrasi,” imbuhnya.

(*/nes)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook