Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Gubernur BI Mendadak Mundur, Prabowo Siapkan Kepres Pemberhentian
    10 jam lalu
    Aniaya Seorang Warga Hingga Meninggal, Seorang Anggota Denpom jadi Tersangka
    22 jam lalu
    Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Ringkus Pria Pemeras 10 Anak di Mantang
    1 hari lalu
    Penuh Tawa dan Nostalgia, Mantan Pegawai Pemko Batam Sambut HUT RI ke-81 di Taman Kolam
    1 hari lalu
    KKP dan BP Batam Bangun Kerjasama Permudah Layananan Sertifikasi Mutu Hasil Laut
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
    1 hari lalu
    Bungkam China 22-9, Belanda Juara FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026
    2 hari lalu
    Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental
    4 hari lalu
    31 Tim Basket 3×3 Internasional Mulai Berlaga di Batam Hari ini
    5 hari lalu
    KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    6 hari lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    3 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    3 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

‘Pokok Bentan’ Tanaman dari Semenanjung Malaya

Sebar Bibit Pohon di Hutan, Panen Sayur di Kebun Orang

Editor Admin 3 tahun lalu 967 disimak

AWALNYA, kami cuma mau menebarkan bibit-bibit pohon di hutan. Pagi-pagi berangkat, mobil dipaksa masuk, sampai sebatas mampunya menerobos hutan. Kami bawa dua kresek besar bibit pohon Bintaro dari pekarangan rumah. Namanya mirip nama saya, ya?

Oleh : Bintoro Suryo


KATA almarhum bapak, nama depan saya adalah perpaduan dari tanah kelahirannya yang berawal dari sebuah kampung kecil bernama Bintoro di Jawa Tengah, kemudian membesar menjadi sebuah kesultanan bernama Demak Bintoro. Nama itu juga untuk menandakan tempat kelahiran saya di pulau Bintan, kepulauan Riau. Bapak menyebut, nama Bintoro idiom dengan nama pulau Bintan.

“Bintoro itu ya juga berarti Bintan, pulau tempat kamu lahir”, kata alm. Bapak saat saya masih SD dan tinggal di Tanjungpinang, pulau Bintan, era 1980-an silam.

Walau agak bingung dengan jawabannya saat itu, saya manggut-manggut saja, “iya ya, sama-sama ‘Bin’ awalannya”, pikir saya.


Pohon Bintaro ini, sering juga disebut sebagai sea mango karena memiliki buah yang mirip seperti mangga apel. Termasuk dalam jenis tanaman mangrove. Tapi bukan jenis tanaman mangrove asli nusantara secara umum, walau ada satu jenis yang sudah ditemukan sejak zaman dahulu di wilayah laut China Selatan, termasuk semenanjung Malaya.

Dalam beberapa penyebutan, orang mengenalnya dengan nama yang berbeda-beda. Seperti leva, toto, vaza, mangga laut, plam kasuari (Cassowary Plum), dan Bentan. Bentan?

Ya, orang semenanjung Melayu mengenali pohon bernama genus cerbera itu dengan sebutan pokok Bentan. Umumnya tumbuh di wilayah pantai dan daerah payau. Namun bisa tumbuh baik juga di daratan yang lebih tinggi. Ada satu kelompok pohon cerbera ini yang tumbuh subur di kawasan Kepulauan Riau hingga perairan di kepulauan laut Cina selatan secara umum. Namanya Cerbera Manghas atau Bentan.

Pada sumber catatan di Wikipedia tentang pohon Bentan’ yang bersumber dari Journal of The Malayan Branch of The Royal Asiatic Society, volume 25 terbitan tahun 1952, disebutkan bahwa ‘pokok Bentan’ merupakan tanaman yang banyak terdapat di semenanjung Malaya. Di Singapura, jenis ini disebut sebagai pohon Pongpong .

Melihat topografi pulau Bintan, terutama di bagian pesisirnya yang juga banyak didominasi oleh hutan-hutan bakau pada masa silam, juga merupakan tempat yang cocok untuk pertumbuhan tanaman cerbera ini. Apalagi, cerbera merupakan bagian kelompok tanaman mangrove juga. Saya akhirnya tahu, kenapa bapak menyebut nama saya berasal dari nama pulau tempat saya dilahirkan; pulau Bintan.

Apakah nama pulau Bintan yang dahulunya lebih sering disebut; ‘Bentan’, berasal dari pohon cerbera manghas yang memang banyak tumbuh di sana?

Penamaan nama sebuah wilayah atau pulau di Kepulauan Riau yang diambil dari nama tumbuhan atau pohon khas yang tumbuh di sekitarnya, sebenarnya merupakan hal yang lazim pada masa dahulu.

Seperti juga pulau Pecong, sebuah pulau kecil di sisi pulau Bulan yang diambil dari nama tumbuhan bernama pohon Pucung. Sejenis tanaman beracun , mulai dari batang, akar, daun hingga buahnya, seperti halnya pokok Bentan. Atau penamaan sebuah pulau kecil berhampiran kampung Bagan di Batam yang bernama Traling. Pulau kecil itu dinamai Traling, bersumber dari tanaman pohon Teralin yang banyak ditemui di sana pada masa lalu (baca : Traling, pulau Kecil yang Ditinggalkan Penduduknya)

Secara umum, jenis pohon ini memang biasa dijumpai di sepanjang wilayah pantai atau hutan bakau. Di Indonesia saat ini, pohon cerbera mulai banyak dibudidaya sebagai tanaman peneduh jalan karena kemampuannya untuk hidup di dataran yang lebih tinggi selain di kawasan pantai.

Walau memiliki buah mirip mangga, tapi itu tidak bisa dimakan. Ada racun yang bisa menyebabkan kematian. Getah dari daun dan buahnya itu disebut mengandung bahan yang bisa mempengaruhi jantung. Sejenis glikosida yang disebut cerberin. Sangat beracun jika termakan. Sumber lain bahkan menyebut getahnya sejak dulu juga sering dipakai sebagai racun panah/tulup untuk berburu dan sangat mematikan.

“Kita sebar aja bibitnya di hutan, bah”, kata isteri memberi ide saat melihat banyaknya buah Bintaro di pekarangan rumah yang jatuh dan berubah jadi bibit.


Mobil kami bisa masuk hingga hampir 2 km di dalam hutan Duriangkang, kemudian, kami parkirkan begitu saja di pinggir jalan setapaknya.

“Kok berhenti di sana, mas? Mobilnya bisa terus kok”, tegur seorang pria yang mengendarai sepeda motor saat bertemu kami yang sedang berjalan kaki di dalam hutan. Namanya mas Roso.

Ia ternyata merupakan petani penggarap kebun di dalam hutan ini. Hampir 3 km ke dalam hutan, kami memang menemukan areal perkebunan yang cukup luas. Ada beberapa warga juga yang tinggal di sana.

Mas Roso tidak tinggal di dalam hutan ini. Tapi, hampir tiap hari, ia selalu masuk ke hutan ini, menggarap kebun sayurnya.

“Biar di sana saja, kami mau jalan kaki. Mau nyebarin bibit-bibit pohon ini”, kata saya padanya.

“Kalau mau mampir, di sana ada teman-teman, ada mushala juga”, ujarnya ramah.


Sejauh mata memandang kemudian, yang terlihat hamparan kebun sayur. Aneka sayur ditanam di sini. Kami baru berhenti di sebuah pondokan kecil, ketika kaki mulai lelah. Ada sepasang suami istri yang ramah. Awalnya, saya mengira mereka berasal dari pulau Jawa.

“Saya dari Medan, pak. Sumatra Utara”, kata sang pria yang bernama pak Isu.

Serasa sedang tidak berada di Batam. Gak terasa, berjam-jam kami di sana. Ikut memanen sayuran, berinteraksi dengan mereka, orang-orang baik yang masih bersahaja.

(*)

Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel dan video ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com

Kaitan batam, Bentan', kepri, Pohon, Pokok, singapura, Tumbuhan
Admin 21 November 2023 21 November 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Botol Air Minuman”
Artikel Selanjutnya Cuaca Mulai Ekstrem, Warga Diminta Waspada saat Beraktivitas di Pantai Trikora

APA YANG BARU?

Gubernur BI Mendadak Mundur, Prabowo Siapkan Kepres Pemberhentian
Artikel 10 jam lalu 115 disimak
Aniaya Seorang Warga Hingga Meninggal, Seorang Anggota Denpom jadi Tersangka
Artikel 22 jam lalu 110 disimak
Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
Sports 1 hari lalu 195 disimak
Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Ringkus Pria Pemeras 10 Anak di Mantang
Artikel 1 hari lalu 160 disimak
Penuh Tawa dan Nostalgia, Mantan Pegawai Pemko Batam Sambut HUT RI ke-81 di Taman Kolam
Artikel 1 hari lalu 166 disimak

POPULER PEKAN INI

ABH Lakukan Penyambungan Pipa Air, Berikut Wilayah yang Akan Terdampak
Artikel 7 hari lalu 838 disimak
KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
Pendidikan 5 hari lalu 347 disimak
BP Batam Rekonstruksi Total Jalan Gajah Mada Mulai 25 Juli, Arus Dialihkan
Artikel 3 hari lalu 313 disimak
Urusan Paspor di Imigrasi Batam? Jangan Lupa Bawa Dokumen Asli
Artikel 2 hari lalu 298 disimak
Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
Artikel 3 hari lalu 298 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?