Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
    9 jam lalu
    Bareskrim Sita Rumah Mewah Yuwanky di Sukajadi
    9 jam lalu
    Progres 39 Persen, Proyek Pelebaran Jalan Gajah Mada Tambah Tiga Lajur Dua Arah
    9 jam lalu
    Target Pajak di Batam Naik Lagi
    15 jam lalu
    Ditemukan dalam Kondisi Selamat, Seorang Wanita Terjatuh Dari Jembatan Barelang
    16 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    2 hari lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    3 hari lalu
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    4 hari lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    5 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    3 hari lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    1 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    1 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Prediksi IMF Tentang ‘Recovery Fix’ di 2021

Editor Admin 6 tahun lalu 957 disimak
www.businessfinanceguide.net

INTERNATIONAL Monetary Fund (IMF) menyampaikan bahwa kemungkinan rebound atau recovery yang akan sangat cepat pada tahun 2021 apabila dilakukan langkah-langkah tepat untuk bisa mencegah pemburukan ekonomi dan mengembalikan atau memulihkan perekonomian di masing-masing negara.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati (SMI) saat memberikan keterangan pada wartawan melalui konferensi video, Jumat (17/4) kemarin.

“Akan terlihat di sini, hampir semua negara oleh IMF diperkirakan akan mengalami recovery fixed pada tahun 2021. Ini tentu merupakan suatu prediksi yang cukup optimistik mengenai kemampuan semua ekonomi untuk kembali tumbuh pasca Covid-19,” ujar Menkeu.

Dilihat dari aktivitas ekonomi di berbagai negara, menurut Menkeu, mengalami penurunan yang tajam yang dilihat dari DMI baik di sektor manufaktur, jasa, dan dari sisi setiap negara dalam hal ini menunjukkan adanya penurunan.

“Mungkin ada yang menurun tajam pada awal Maret ada yang baru turun pada sekitar April. Seperti RRT sebetulnya turun tajam justru pada bulan Januari-Februari karena memang mereka terjangkit lebih dulu dan sekarang sudah mulai ini menunjukkan gejala recovery,” imbuh Menkeu.

Jadi, sambung SMI, ini tergantung dari level atau timing dari penyebaran Covid-19 dan kemudian berhubungan dengan kemampuan untuk memulihkan kembali kegiatan sosial ekonomi di negara-negara tersebut.

“Namun kalau dilihat dari kurva ini menggambarkan bahwa semua negara tanpa terkecuali akan terpengaruh dari sisi manufaktur dan jasanya. Dengan adanya penurunan yang sangat cepat dan sangat tajam, maka pengangguran meningkat di berbagai negara,” kata Menkeu.

Kalau dilihat di semua negara, tambah Menkeu, sudah menunjukkan Double digit growth dari tingkat penganggurannya.

Ia menambahkan bahwa Amerika serikat di 10% bahkan ada yang mengestimasi bisa mencapai di atas 15% hingga 20%. Menurut Menkeu, ini adalah tingkat pengangguran terbesar kalau dibandingkan dalam sejarah dunia seperti yang comparable pada saat depresi ekonomi.

“Oleh karena itu kita juga melihat implikasi ini adalah suatu implikasi yang sangat luas dan dalam. Ini adalah suatu masalah perekonomian sosial yang sangat luas dan dalam, ini yang harus menjadi perhatian kita di dalam merespon kebijakan-kebijakannya,” jelas Menkeu.

SMI menyebutkan bahwa dengan aktivitas ekonomi yang menurun tajam dan adanya social distancing maupun physical distancing dan juga restrain atau mobilitas manusia sangat berkurang, maka harga-harga komoditas juga mengalami dampak yang menurun sangat tajam. Paling utama, lanjut Menkeu, mungkin adalah minyak karena pada saat demand-nya turun juga sempat terjadi ketegangan atau ketidaksinkronan antara Saudi Arabia dengan Rusia.

“Dan bahkan sesudah OPEC + Rusia setuju untuk memangkas jumlah produksi, namun sudah muncul data-data bahwa permintaan akan jauh lebih turun sementara produksi sudah terlanjur cukup besar. Sehingga walaupun pengumuman OPEC disampaikan akan ada pemotongan produksi pada bulan Mei, Juni, Juli ke depan namun harga tetap merosot untuk WTI bahkan pada level 18 dolar di bawah 20 dolar per barel,” ujarnya.

Dengan adanya gejolak ini, sambung Menkeu, banyak investor dan para pelaku di dunia di sektor keuangan mengalami kepanikan yang ini menyebabkan kemudian melakukan penjualan semua surat-surat berharga dan alat investasi dan memegang treasury saja yang dianggap the only apa yang disebut surat berharga yang paling aman.

“Oleh karena itu yang terjadi adalah capital outflow karena semuanya melepas surat-surat berharga dan alat investasi dari berbagai negara terutama developing dan emerging country. Dan ini yang kemudian menyebabkan mengapa lebih dari 100 negara sekarang meminta bantuan IMF karena capital outflow langsung memukul balance of demand mereka,” imbuhnya.

Capital inflow, sambung Menkeu, ditambah drop ekspor mereka plus dari sisi pariwisata menyebabkan semua negara mengalami tekanan, cadangan devisanya merosot sementara permintaan mungkin terhadap devisa masih akan cukup tinggi. Ini, tambah Menkeu, yang menyebabkan kenapa kemudian juga terjadi langkah-langkah extraordinary dimana Federal Reserve Bank menyediakan fasilitas kepada semua negara.

“60 negara di dalam rangka untuk bisa menginjeksi likuiditas dolar yang sekarang ini begitu sangat langka karena semua kembali ke Amerika. Meskipun di Amerika sendiri mereka juga melepas instrumen-instrumen investasi seperti saham dan corporate maupun municipal bond, dan mereka hanya mau holding treasury,” jelasnya.

Maka yang terlihat adalah, tambah Menkeu, treasury mengalami penurunan yield yang luar biasa sangat rendah karena demand-nya sangat tinggi, price-nya tinggi sekali sementara negara-negara semua dan alat investasi lainnya mengalami gejolak yang sangat tinggi.

Nilai tukar, sambung Menkeu, tentu terimbas dalam situasi neraca pembayaran yang mengalami capital outflow dan devisa yang menurun karena ekspor maupun kegiatan pariwisata merosot dan ini terjadi di semua negara, tentu dengan tingkat yang berbeda-beda.

“Dengan pergerakan gejolak bursa dan sektor keuangan ini tentu juga mempengaruhi Republik Indonesia dari sisi ekonominya. Nilai tukar kita mengalami koreksi dan kemudian rebound kembali, namun ini adalah suatu tingkat volatilitas yang cukup tajam yang harus meningkatkan kewaspadaan kita semua,” katanya.

Dari sisi yield obligasi pemerintah, sambung Menkeu, seperti yang terjadi dihampir semua alat investasi di dunia juga mengalami kenaikan, bahkan sempat di atas 8% meskipun pada bulan April ini kembali menurun di bawah 8%.

“Untuk yield USD kita, kita sempat melonjak di atas 4 persen dan sekarang sudah turun lagi di level 3,37. Namun volatilitas memang sangat tajam terjadi pada bulan Maret yang lalu dan ini masih kita harus pantau secara sangat hati-hati pada bulan April dan Mei ini dari sisi perkembangan gejolak di pasar uang, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri,” imbuhnya.

Kalau dilihat net foreign buying, tambah Menkeu, cenderung negatif dari bulan Februari dan Maret untuk saham dan untuk surat utang negara.

“Ini menyebabkan dari mulai Januari hingga Maret 86 triliun dari surat berharga yang dilepas oleh foreign yang kemudian menyebabkan harga jatuh atau dalam dalam hal ini yield-nya meningkat,” ungkapnya.

(*/yum/GoWestID)
Sumber : setkab RI

Kaitan Corona virus, ekonomi, Recovery, resesi, top
Admin 19 April 2020 19 April 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Sembako Mulai Didistribusikan Langsung Ke Rumah-Rumah Warga
Artikel Selanjutnya Peduli Dampak Covid-19, PDIP Kepri Siapkan Bantuan 6.000 Paket Sembako

APA YANG BARU?

Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
Artikel 9 jam lalu 138 disimak
Bareskrim Sita Rumah Mewah Yuwanky di Sukajadi
Artikel 9 jam lalu 104 disimak
Progres 39 Persen, Proyek Pelebaran Jalan Gajah Mada Tambah Tiga Lajur Dua Arah
Artikel 9 jam lalu 105 disimak
Target Pajak di Batam Naik Lagi
In Depth 15 jam lalu 164 disimak
Ditemukan dalam Kondisi Selamat, Seorang Wanita Terjatuh Dari Jembatan Barelang
Artikel 16 jam lalu 144 disimak

POPULER PEKAN INI

BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 5 hari lalu 446 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 7 hari lalu 366 disimak
Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
Artikel 4 hari lalu 334 disimak
Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
Pendidikan 4 hari lalu 333 disimak
Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
Artikel 4 hari lalu 321 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?